RSS

Hurt [Kyuhyun Story]

29 Jul

HURT

Author           : Shin Zia

Title                : Hurt part 1 Kyuhyun Story

Genre                        : Romance, Sad

Cast                :

  • Cho Kyuhyun (Suju)
  • Other Cast

Length           : Long shoot

Don’t Copast!

Ff ini pernah Zia post di blog ini.. Cuman karena Zia nya kebanyakan mojok dan bingung mau di apain, jadi Zia post ulang dengan merubah sedikit cerita biar cepet selesai. Mudah-mudahan, readersdeul ga bosen bacanya yah!

Selamat membaca! Jangan lupa tinggalkan komen….

***

‘Naega neol johahae!’

Kalimat itu kembali terngiang ditelinga Kyuhyun ketika dia mengingat seorang gadi kecil yang selalu mengikutinya. Kalimat yang hampir setiap kali bersama selalu diutarakan gadis kecil itu pada Kyuhyun. Gadis kecil yang usianya terpaut 2 tahun dengannya. Gadis kecil yang selalu setia menemaninya, bahkan setelah semua luka yang ditinggalkan Kyuhyun padanya

 

Namja berkulit putih pucat itu duduk dibalik mejanya dengan wajah serius. Terkadang, keningnya berkerut menunjukan bahwa dia sedang berpikir keras. Namja yang berumur 32 tahun itu bernama Cho Kyuhyun. Penerus tunggal perusahaan IT Cho Corp.

Ddddrrrrrtttttt

Tanpa mengalihkan pandanganya dari laptopnya, Kyuhyun meraih ponselnya. Dan setelah dia melihat nama yang terpampang disana, dia langsung mendengus kesal. Tanpa menjawab telpon itu, Kyuhyun kembali berkutat dengan laptop juga file-filenya yang tampak berceceran dimana-mana.

Jam sudah menunjukan pukul 7 malam ketika akhirnya Kyuhyun menyelesaikan pekerjaannya. Direnggangkannya tubuhnya yang terasa pegal sembari menarik nafas panjang. Dia kemudian menoleh kearah ponselnya yang masih tergeletak diantara file-filenya.

7 panggilan tak terjawab. Seohyun. Dan satu pesan masuk.

From : Seohyun

Oppa, apa kau sangat sibuk? Hari ini kau akan pulang jam berapa? Kau mau aku masak apa untuk makan malam kita?

Kyuhyun menarik nafas panjang sekali lagi. Tanpa menjawab pesan itu, Kyuhyun kembali menaruh ponselnya dan memilih untuk menyandarkan tubuhnya dikursi dan mencoba memejamkan matanya.

‘Oppa, jja?’ suara lembut seorang gadis mengganggu pendengaran Kyuhyun. Perlahan dibukanya kedua matanya dan mendapati seorang gadis kecil sedang membuka kotak makanan.

‘Eo, aku pikir kau tidur oppa!’ jawab sang pemilik suara lembut tadi ketika melihat Kyuhyun terbangun. Kyuhyun menegakkan duduknya. Dia tersenyum dan langsung beranjak menuju meja dimana gadis itu sedang menyiapkan makan malam untuknya.

‘Kau selalu saja melupakan apapun ketika kau sudah bekerja! Makanya aku datang untuk membawakanmu makanan ini,’ papar gadis kecil itu sembari mulai bersiap menyuapi Kyuhyun. ‘A…’

Kyuhyun menyuap makanan dari tangan gadis kecl itu. Mata Kyuhyun tak pernah lepas menatap lekat gadis yang kini tampak sibuk menyuapinya seperti seorang ibu yang telaten menyuapi anaknya yang masih kecil.

‘Eotte?’

‘Mashita,’ jawab Kyuhyun sembari mengunyah makanannya.

‘Jjinjja?’ tanya gadis itu dengan mata berbinar. Dan Kyuhyun menjawabnya dengan anggukan mantapnya.

‘Apa kau mau aku buatkan setiap hari?’ tanya gadis itu senang ketika mendapat pujian dari Kyuhyun.

Kyuhyun terkekeh. ‘Aku tahu itu hanya alasanmu agar setiap hari kau bisa menemuiku! Matji?’ ujar Kyuhyun yang berhasil membuat pipi gadis kecil itu merona merah.

‘Wa.. Wae? Shireo?’ tanya gadis itu sedikit gugup. Tawa Kyuhyun akhirnya pecah melihat gadis dihadapannya itu.

Kyuhyun menggeleng. Perlahan didekatkannya wajahnya pada wajah gadis itu, dan ‘Cup’ Kyuhyun mencium pipi kanannya. ‘Joha!’ lanjutnya yang kemudian menyuap sendiri makanannya.

Rona merah dipipi gadis itu semakin kentara. Dan Kyuhyun hanya tersenyum melihatnya.

Senyuman masih terukir dibibir tebal Kyuhyun.

Ddddrrrrrttttt

Perlahan Kyuhyun membuka matanya ketika mendengar ponselnya berbunyi. Ditatapnya ruangan yang tadi terasa ramai. Kosong. Hening. Hanya suara getaran ponselnya saja yang terdengar. Bahkan dia masih duduk dikursinya.

Terdengar suara nafas beratnya lagi. ‘Kali ini pun kau tak membiarkan aku tidur tanpa memimpikanmu!’ lirihnya sembari meraih ponselnya.

***

Kyuhyun memarkir mobilnya sembarangan dan langsung masuk kekamarnya tanpa menghiraukan Seohyun yang tampak sudah menyiapkan makan malam untuknya. Dadanya kembali terasa sesak setiap kali mengingat gadis kecil itu.

‘Oppa, apa kau tidak akan makan malam?’ tanya Seohyun dari balik pintu kamar Kyuhyun.

‘Aku sudah makan!’ jawab Kyuhyun tanpa membuka pintu kamar yang sengaja dikuncinya. ‘Kau makanlah sendiri!’ lanjutnya.

Seohyun mempoutkan bibirnya tanda kesal. Tapi kemudian gadis itu turun dan meninggalkan kamar Kyuhyun.

Kyuhyun masih terduduk ditepi ranjangnya. Dia bahkan belum mengganti pakaiannya. Dia masih terdiam dan tertunduk mengingat mimpinya tadi.

‘Neo eotti-a?’ lirihnya sembari menatap keluar jendela. Disana bulan terlihat begitu terang. Bulan purnama.

‘Apa kau ingat? Kau pernah bilang kalau bulan adalah satu-satunya hal yang bisa kita lihat bersama walaupun kita berada ditempat yang berbeda!’ lirih Kyuhyun lagi mengingat kalimat yang selalu dikatakan gadis kecilnya ketika dia masih berada disampingnya.

Kyuhyun kembali menarik nafas panjang. Ditatapnya cincin yang melingkar dijari manisnya. Cincin perkawinannya dengan Seohyun. Beban itu kembali terasa berat setiap kali dia melihat benda kecil berwarna silver itu.

Direbahkannya tubuhnya diatas ranjangnya. Tanpa ingin mengganti pakaiannya, Kyuhyun menutup matanya, berharap segera bisa terpejam.

***

Pagi sekali Kyuhyun sudah bersiap kekantor. Tanpa sarapan dan berpamitan pada Seohyun, istrinya, dia langsung berlalu. Begitulah yang selalu dilakukannya setiap hari. Menghindari gadis yang kini menjadi istrinya itu. Menghindari gadis yang awalnya dia rasa sebagai orang yang dicintainya. Menghindari gadis yang membuatnya kehilangan gadis yang benar-benar mencintainya.

 

‘Eo, kapan kau datang?’ tanya Yesung ketika melihat Kyuhyun sudah duduk didepan laptopnya. Yesung adalah sepupu yang juga CEO dikantornya.

’30 menit yang lalu!’ jawab Kyuhyun datar tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya.

‘Tto?’ tanya Yesung lagi. Ini sudah yang kesekian kalinya Kyuhyun datang lebih pagi bahkan dari karyawan bagian cleaning service.

Tak ada jawaban. Kyuhyun masih saja sibuk dengan apa yang sedang dikerjakannya.

‘Ck! Apa kau benar-benar menyesal sudah menikah dengannya?’ tanya Yesung lagi yang berhasil membuat Kyuhyun mengalihkan pandangannya padanya.

‘Apa kau bisa membantuku untuk kembali ke masa lalu agar aku tak menikah dengannya, hyung?’ tanya Kyuhyun datar. Wajah tanpa ekspresinya kembali melekat pada dirinya.

Yesung tak menjawabnya. Namja itu hanya menatap sepupu yang juga atasannya itu dengan tatapan yang sulit diartikan dengan kata-kata.

Kyuhyun tersenyum masam. ‘Kau tak bisa melakukannya kan, hyung!’ lanjutnya yang kemudian kembali berkutat dengan laptopnya.

Yesung tahu betul dengan apa yang dirasakan Kyuhyun saat ini. Tanpa bertanya apapun lagi, Yesung meninggalkan Kyuhyun dan kembali ke ruangannya.

***

Seohyun berlari riang memasuki gedung tempat Kyuhyun bekerja. Gadis itu sengaja datang tanpa memberitahu Kyuhyun untuk memberikan surprise. Dia hanya ingin mengantar makan siang untuk suami yang sangat dicintainya itu.

‘Seo, sedang apa kau disini?’ tanya Yesung ketika melihat Seohyun sedang duduk diruang sekertaris Kyuhyun.

‘Oppa!’ sapa Seohyun manja. ‘Aku ingin makan siang bersama dengan Kyu oppa!’ lanjutnya sembari mengangkat kotak bekal yang dibawanya.

Yesung kemudian duduk disamping gadis itu. Diintipnya bekal makanan yang dibawakan Seohyun untuk sepupunya itu. ‘Apa kau sudah mengatakan pada Kyuhyun kalau kau akan datang?’ tanya Yesung kemudian.

‘Aku ingin memberinya kejutan oppa!’ jawabnya enteng. ‘Tentu saja aku tidak bilang kalau aku akan dat…’

Ceklek!

Kalimat Seohyun terhenti ketika melihat Kyuhyun keluar dari ruangannya. ‘Oppa!’ sapanya yang langsung menghambur kehadapan Kyuhyun. ‘Aku bawakan makan siang untukmu oppa! Apa kau suk…’

‘Kau berikan saja pada Yesung hyung!’ potong Kyuhyun datar. Seohyun pun langsung terdiam dan menurunkan kotak bekal yang tadi ditunjukannya pada Kyuhyun.

‘Aku ada rapat dengan klien dan akan makan siang bersama mereka!’ lanjutnya yang kemudian meninggalkan Seohyun yang masih mematung ditempatnya.

Seohyun masih mematung bahkan ketika Kyuhyun sudah benar-benar menghilang diujung koridor. Dia menatap tajam dan kemudian berbalik menghadap kearah Yesung.

‘Oppa, kau saja yang makan!’ lanjutnya dengan senyuman dan kemudian pergi meninggalkan Yesung.

Yesung hanya bisa melihat semua yang terjadi dihadapannya dengan terdiam. Apa lagi yang bisa dilakukannya. Kyuhyun mungkin sudah terlalu banyak dibohongi oleh gadis yang kini jadi istrinya itu.

 

Kyuhyun melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi. Hari ini dia tidak ada rapat dengan kliennya dari manapun. Itu hanya alasannya saja agar Seohyun tak terus berada disekitarnya.

Diparkirkannya mobilnya diarea taman Sungai Han, dan dia kemudian duduk ditepi sungai itu. Dia terdiam menatap sungai itu.

Flashback

‘Oppa! Kimchi!’

Jepret! *anggap bunyi kamera

‘Ya! Berani sekali kau memotretku tanpa meminta ijin?’ tanya Kyuhyun agak kesal pada gadis kecil berumur sekitar 18 tahun itu.

‘Wae? Apa aku tak boleh menyimpan foto oppaku sendiri?’ tanyanya sembari menunjukan puppy eye’snya. ‘Bukankah kau bilang kalau kau akan jadi oppaku selamanya dan menjadikanku sebagai dongsaengmu?’ tanyanya lagi.

‘Bukan berarti kau boleh memotretku sembarangan Kyungie-ya!’ jawab Kyuhyun sembari berjalan mendekat kearah gadis yang dipanggil Kyungie itu.

‘Aku hanya akan mencetaknya dan menyimpannya untukku oppa!’ ujarnya tersenyum manis kearah Kyuhyun. Keduanya duduk ditepi sungai Han dan memandang kearah sungai yang menghampar.

‘Oppa!’ lirih Kyungie yang sebenarnya hampir tak terdengar. ‘Naega neol johahae!’ lanjutnya.

Kyuhyun terdiam menatap Kyungie yang masih duduk disampingnya. Gadis kecil berumur 16 tahun itu hanya tertunduk.

‘Kyungie-ya!’ panggil Kyuhyun sembari mengguncangkan lengan Kyungie. Membuat gadis itu mengangkat wajahnya dan menatap Kyuhyun.

‘Kau bilang apa barusan?’ tanya Kyuhyun yang sepertinya tidak mendengar kalimat yang baru saja dikatakan Kyungie padanya. ‘Eum?’

‘Ah… aniya!’ jawab Kyungie gugup. Dia merasa lega karena Kyuhyun tidak mendengar apa yang dikatakannya. ‘Amutto anya!’ lanjutnya.

Kyuhyun tersenyum dan kemudian mengacak poni Min Kyung. Membuat semburat merah dikedua pipi putihnya.

Flashback end

‘Deurreosseo!’ [Aku mendengarnya] ujar Kyuhyun yang masih duduk ditepi Sungai Han. ‘Aku mendengarnya Kyungie-ya!’ lanjutnya bicara pada dirinya sendiri. ‘Waktu itu aku berpura-pura tidak mendengarnya!’

Lagi-lagi Kyuhyun menarik nafas panjang. ‘Andai saat itu aku bilang aku mendengarnya, apa yang terjadi akan berbeda dengan hari ini?’ tanyanya sembari mlempar sebuah kerikil ke sungai.

Lama Kyuhyun terdiam di tempat dimana pertama kali Kyungie menyatakan perasaannya padanya. Dia terdiam dan terus berpikir. 14 tahun. Sudah 14 tahun gadis kecil itu berada dalam hatinya. Sayangnya, dia baru menyadarinya ketika gadis itu benar-benar menghilang 3 tahun lalu. Beberapa bulan setelah dia memutuskan bertunangan dengan Seohyun.

***

At Kyuhyun Seohyun House

8 p.m

Kyuhyun pulang dalam keadaan mabuk. Dia bahkan diantar oleh Yesung yang dihubungi oleh pemilik bar karena namja itu tidak mungkin mengendarai kendaraan sendiri.

‘Opp…’

Seohyun menghentikan kata-katanya ketika tangan Yesung menahannya untuk tidak mengikuti Kyuhyun yang tampak benar-benar kacau. ‘Biarkan saja dulu!’ ujar Yesung lirih.

Seohyun mengangguk dan kemudian menyuguhkan secangkir kopi untuk Yesung.

Yesung menatap Seohyun yang tampak gelisah sembari beberapa kali melirik kearah loteng, dimana kamar Kyuhyun berada. ‘Apa kau begitu mengkhawatirkannya?’ tanya Yesung datar.

Seohyun langsung menoleh dan mengangguk kearah Yesung.

Tapi Yesung hanya terkekeh. ‘Jjinja?’ tanya Yesung terdengar sangsi dengan apa yang sedang dirasakan Seohyun. ‘Bukankah kau yang membuatnya jadi seperti itu?’ tanya Yesung lagi yang tampaknya sudah kesal dengan sikap Seohyun yang selalu berpura-pura tidak tahu tentang apa yang terjadi pada Kyuhyun.

Seohyun terdiam. Tak ada jawaban. Dia hanya menatap Yesung.

‘Wae? Apa aku salah bicara Seohyun ssi?’ ujar Yesung lagi. Walau ekspresi wajah juga suaranya masih datar, tapi ada penekanan ditiap kalimat yang dilontarkan Yesung itu.

Seohyun menarik nafas panjang. ‘Kalau kau sudah tidak ada perlu lebih baik kau pulang oppa!’ ujar Seohyun mengusir Yesung secara halus.

‘Geurae! Na kkanta!’ sahut Yesung yang kini terdengar marah. Dia langsung beranjak dari tempatnya duduk dan berjalan menuju pintu.

‘Seo!’ panggil Yesung ketika sampai diambang pintu. ‘Apa kau senang sudah menghancurkan kehidupan adik sepupuku itu?’ lanjutnya dengan tatapan tajam yang tak dijawab oleh Seohyun.

Yesung pun berlalu setelah membanting pintu rumah Kyuhyun karena begitu marah pada Seohyun. Yesung benar-benar tidak menyangka kalau Seohyun bisa melakukan semua itu hanya untuk mendapatkan Kyuhyun. Bahkan kebohongan besar yang dibuatnya benar-benar membuat Kyuhyun harus menikahinya.

***

Kyuhyun masih terbaring di kamarnya. Wajah pucatnya tampak lusuh. Bahkan senyuman yang biasa bertengger diwajah putihnya itu ketika tidur, kini hilang entah kemana.

Samar-samar Kyuhyun mendengar seseorang masuk kedalam kamarnya. Sebuah tangan menggapai kakinya dan melepaskan sepatu yang masih dipakainya. Tak lama setelah itu, jari-jari lentik terasa menyentuh wajahnya, merapikan poninya, dan sebuah kecupan mendarat dibibirnya.

Kyuhyun merasakan sentuhan lembut dibibirnya. ‘Kyungie!’ panggilnya dalam hati. Gadis kecil itu memang terbiasa membangunkannya dengan cara seperti itu.

‘Saranghae!’ bisikan itu terdengar sayup ditelinga Kyuhyun. Sebuah kecupan kembali mendarat dibibir Kyuhyun. Beberapa kecupan ringan yang kemudian menjadi ciuman panjang karena Kyuhyun membalasnya.

Tangan Kyuhyun meraih tengkuk lawannya untuk memperdalam ciumannya. Lidah mereka saling bertaut. Perlahan Kyuhyun bangkit tanpa melepas ciuman mereka. ‘Kyungie!’ seru Kyuhyun lagi dalam hati.

‘Euh!’ suara lenguhan itu menyadarkan Kyuhyun, dan membuat namja itu membuka matanya. Dan betapa kagetnya dia ketika matanya terbuka sempurna dan melihat Seohyun ada dihadapannya.

‘Neo.. NEO!’ spontan Kyuhyun langsung mendorong tubuh Seohyun hingga gadis itu hampir terjatuh. Matanya menatap tajam kearah Seohyun yang kini masih duduk dihadapannya.

‘Apa yang kau lakukan?’ tanya Kyuhyun setengah berteriak.

‘Wae oppa? Apa aku tidak boleh menyentuhmu? Apa aku tidak boleh menciummu?’ tanya Seohyun yang juga hampir berteriak. Wajahnya tampak memerah karena menahan amarahnya.

Kyuhyun semakin menatap tajam ke arah Seohyun.

‘Aku ini istrimu oppa! Lalu kenapa kau…’

‘Istri?’ potong Kyuhyun sembari mendelik pada Seohyun. ‘Sejak kapan kau jadi istriku?’ tanya Kyuhyun lagi sembari menegakkan duduknya dan mulai beralih dari tempatnya berbaring tadi. ‘Sejak kita mengucap janji didepan altar? _____ Atau sejak kau meminta ayahmu untuk membuat perusahaanku dalam keadaan kritis dan menjadikan pernikahan kita sebagai bayaran agar ayahmu mau membantu memulihkan perusahaanku?’

‘CUKUP, OPPA!’ jawab Seohyun yang kini tak bisa lagi menahan amarahnya.

‘Wae? Apa kau tak suka mendengarnya?’ tanya Kyuhyun lagi. Kali ini amarahnya sudah tak bisa lagi dibendung.

Airmata Seohyun perlahan mulai menetes membasahi kedua pipinya.

‘Kenapa kau menangis?’ tanya Kyuhyun ketika isak tangis Seohyun semakin terdengar ditelinganya. ‘Apa kau pikir aku akan kembali tertipu dengan airmatamu itu? Kau salah Seo Joohyun ssi! Bahkan sebanyak apapun airmata yang kau keluarkan, tidak akan merubah apapun antara kita!’ lanjut Kyuhyun sembari keluar dari kamar dan membanting pintu kamarnya dengan kencang.

Kyuhyun yang belum sepenuhnya sadar dari mabuknya keluar dari rumahnya dan mulai mengendarai mobilnya. Entah kemana dia membawa mobil sedan hitamnya itu. Yang ada dipikirannya sekarang adalah meninggalkan Seohyun dan juga rumah itu.

Flashback

‘Appa!’ Seohyun berlari kearah ayahnya dan langsung memeluk pria paruh baya itu dengan senyuman manisnya. ‘Goomawo!’ lanjut Seohyun yang asih memeluk ayahnya.

‘Keureohke joha?’ tanya Tuan Seo sembari membelai kepala putri kesayangannya itu.

‘Eo! Kyuhyun oppa akhirnya melamarku appa!’ papar Seohyun terdengar begitu riang.

‘Benarkah?’ tanya Tuan Seo. Dia duduk bersama dengan Seohyun yang masih bergelayut manja dilengannya.

‘Kau yang melakukannya kan appa?’ tanya Seohyun menatap Tuan Seo dengan mata berbinar.

Saat itu, mereka berdua tidak tahu kalau Kyuhyun sudah berada diambang pintu. Kyuhyun datang untuk melamar Seohyun secara resmi kepada Tuan Seo.

Langkah Kyuhyun terhenti ketika tak sengaja dia mendengar pembicaraan Seohyun dengan ayahnya.

‘Memangnya kalau bukan appa, siapa lagi?’ ujar Tuan Seo. ‘Kau bilang kau tidak ingin kehilangan Kyuhyun lagi kan?’

‘Ehm… kalau begitu harga saham itu….’

Tuan Seo terkekeh. ‘Appa hanya menakut-nakutinya dengan memanipulasi harga saham Cho corp agar turun drastis. Tapi ternyata dia begitu mudah….’

Kyuhyun terdiam. Rahangnya mengeras menahan amarah. Dia tidak pernah menyangkan kalau Seohyun, gadis yang pernah begitu dicintainya tega melakukan hal seperti itu hanya agar dia tidak meninggalkannya.

Kyuhyun yang benar-benar marah, langsung pergi meninggalkan rumah Seohyun tana memndengarkan pembicaraan mereka hingga akhir. Wajahnya memerah, tangannya gemetar karena menehan emosinya yang siap membuncah kapan saja.

Dilajukannya mobilny dengan kecepatan tinggi. Dia merasa dikhianati bahkan oleh gadis yang dia kira adalah jodohnya itu. bahkan ketika pernikahan yang akan dijalaninya itu pun hanya hasil dari permainan kotor ayahnya.

‘Kenapa kau sampai sejauh ini Seo?’ tanya Kyuhyun sembari memukul setir berkali-kali.

‘AAAARRRRRGGGGGGHHHHHHH!’

Flashback end

***

1 bulan berlalu dari hari itu. Kyuhyun kini tak lagi tinggal dirumah besar miliknya bersama dengan Seohyun. Kyuhyun bahkan sudah menyiapkan surat cerai. Kyuhyun sudah tidak bisa lagi hidup bersama Seohyun yang dinikahinya 1 tahun lalu itu.

Dengan memakai setelan jasnya, pagi sekali Kyuhyun sudah melajukan mobilnya menuju rumah lamanya. Rumah yang kini hanya ditempati oleh Seohyun dan pembantu saja.

Begitu sampai, tanpa mengetuk pintu atau membunyikan bel, Kyuhyun langsung masuk kedalam rumah dan langsung duduk diruang tamu. Dia memang sudah mengatakan pada Seohyun kalau dia akan datang pagi ini lewat pesan singkat yang dikirimnya sebelum berangkat tadi.

Mengetahui Kyuhyun sudah datang, Seohyun langsung berlari riang keluar dari kamarnya dan menghambur kearah Kyuhyun.

‘Oppa! Kau sudah pulang? Apa kau sudah sarapan? Apa mau aku siapkan sarapan untukmu? Atau….’

‘Aku datang hanya untuk memberikan ini padamu!’ potong Kyuhyun datar menepis tangan Seohyun yang sudah bergelayut manja dilengannya. Dia lalu menyodorkan amplop berwarna coklat yang menjadi tujuannya datang kembali ke rumah lamanya itu.

‘Apa ini oppa?’ tanya Seohyun mengambil amplop coklat yang disodorkan Kyuhyun dan membukanya.

Seohyun terdiam ketika dia membaca bagian kepala surat yang baru saja dikeluarkannya dari amplop yang dibawa Kyuhyun. Surat perceraian. Tubuh Seohyun melemas. Dia kemudian duduk disofa dan terus menatap selembar kertas putih ditangannya yang sudah berisi tanda tangan Kyuhyun.

‘Kalau kau sudah menandatanganinya, aku akan segera mengirimnya kepengadilan agar segera diselesaikan!’ ujar Kyuhyun. Tanpa bicara apapun lagi, namja itu langsung beranjak meninggalkan Seohyun yang masih terdiam menatap surat ditangannya.

Seohyun masih mematung menatap surat ditangannya ketika terdengar dentuman suara pintu ditutup. Perlahan airmatanya mulai jatuh membasahi kedua pipinya dan tak lama setelah itu, isak tangisnya pun mulai terdengar.

Seohyun menangis sejadinya. Diremasnya surat ditangannya. Dia benar-benar kacau kali ini. Dia tidak pernah menyangka kalau kemarahan Kyuhyun sudah benar-benar memuncak hingga akhirnya namja yang sangat dicintainya itu mengirimkan surat perceraian kepadanya.

***

Kyuhyun merasa sedikit lega setelah menyelesaikan proses perceraiannya dengan Seohyun. Entah mengapa, tapi tanpa syarat apapun Seohyun menyetujui permintaannya itu dan menandatanganinya hingga dalam waktu kurang dari 1 bulan, proses perceraian mereka pun akhirnya selesai.

Kyuhyun berjalan menuju sebuah tempat yang sering didatangainya ketika dia masih berumur 19 tahun. Sebuah caffe didepan SMA Victory, tempat dimana dia selalu menunggu Kyungie-nya pulang sekolah.

Seperti dulu, Kyuhyun duduk tepat didekat jendela, dimana dia bisa melihat langsung kearah gerbang masuk SMA Victory.

Flashback

Kyuhyun berlari kesana kemari. Dia tampak sangat khawatir. Sudah hampir jam 8 malam, tapi Kyungie belum juga muncul. Semua teman Kyungie sudah kembali kesekolah mereka, hanya Kyungie dan beberapa seniornya yang belum datang.

‘Jonghyun-a! Aku pinjam sepedamu!’ seru Kyuhyun yang langsung menyambar sepeda milik Jonghyun dan melajukannya dengan kencang mencari Kyungie.

Hari itu, siswa kelas 2 SMA Victory mengadakan kerja sosial. Semua sudah kembali ke sekolah seperti yang dijadwalkan. Hanya rombongan Kyungie yang belum datang.

Malam semakin larut dan hujan mulai turun. Kyuhyun yang benar-benar khawatir, sudah tidak peduli kalau nantinya tubuhnya akan basah karena siraman air hujan.

‘Jonghyun-a! Neo Kyuhyun oppa bwasseo?’ tanya Kyungie yang baru saja datang dengan rombongannya.

‘Eo? Wasseo?’ Jonghyun malah balik bertanya. ‘Kyuhyun sunbae? Dia pergi mencarimu! Dia bahkan meminjam sepedaku hingga aku masih tak bisa pulang!’ lanjut Jonghyun sedikit kesal karena Kyuhyun yang masih belum juga kembali.

Kyungie berdiri didepan cafe sembari terus menatap kearah jalan menunggu Kyuhyun. Hampir 30 menit gadis itu menunggu, akhirnya Kyuhyun muncul dengan tubuh yang basah kuyup.

‘Opp…’

‘YA! Kau dari mana saja? Kau tidak apa-apa kan?’ potong Kyuhyun ketika melihat Kyungie. Namja itu menghampiri Kyungie dan memeriksa gadis itu sembari menatap berkeliling.

‘Gwaenchanna oppa! Hanya saja tadi bisnya lama sekali jadi….’

‘Aish! Kenapa tubuhmu basah begini?’ potong Kyuhyun lagi yang masih mengamati Kyungie yang juga basah seperti dirinya. Tangan Kyuhyun masih sibuk memeriksa tangan Kyungie saat gadis kecil itu menariknya dan menggenggamnya.

‘Nan gwaenchanna oppa!’ ujar Kyungie tersenyum manis pada Kyuhyun. Yeoja berambut panjang itu kini menatap Kyuhyun. ‘Kau sendiri kenapa bisa basah kuyup begini?’ tanyanya kemudian.

‘Aku pikir kau kemana! Aku mencarimu hingga seperti ini!’ jawab Kyuhyun terdengar seperti merajuk. Dia kemudian memegang tangan Kyungie dan memasuki cafe. Dia berjalan sedikit pincang. Sepertinya kaki kirinya terluka.

‘Oppa, kakimu kenapa?’ tanya Kyungie sembari memperhatikan langkah Kyuhyun yang memang sedikit terpincang-pincang.

Kyuhyun duduk dan kemudian memeriksa kaki kirinya. Ditariknya keatas celana panjangnya dan kakinya terlihat membiru disekitar tulang keringnya. ‘Tadi aku terjatuh saat mencarimu!’ paparnya yang masih memperhatikan kakinya yang tampak memar.

‘Mianhae!’ lirih Kyungie.

Kyuhyun menatap gadis kecil itu. Mata gadis itu berkaca-kaca.

‘Ya.. ya.. ya.. Wae heulleo? Eum! Gwaenchanna! Besok juga akan membaik!’ tangan Kyuhyun langsung menghapus airmata Kyungie yang mulai menetes. ‘Lain kali kau jangan membuatku mencarimu lagi! Arraseo? Diamlah ditempat dimana aku bisa menemukanmu! Arrachi?’

Kyungie tersenyum. Menghapus airmatanya dan mengangguk pasti.

Flashback end

Kyuhyun terdiam. Itu hanya sekilas kenangannya bersama dengan Kyungie, gadis yang hingga kini masih memenuhi seluruh ruang hatinya. ‘Kenapa kau menghilang lagi? Kenapa kau tidak diam ditempat dimana aku bisa menemukanmu?’ tanya Kyuhyun dalam hati.

‘Hyung!’ sebuah suara memecah kenangan Kyuhyun. Namja itu menoleh ke sumber suara yang memanggilnya tadi.

‘Jonghyun?’ Kyuhyun menatap namja yang kini berada dihadapannya. Dia adik hoobaenya ketika kuliah dulu yang juga teman sekolah Kyungie.

‘Wah! Orae mannida hyung! Jal jinaeseoyo?’ Jonghyun kini duduk bersama dengan Kyuhyun. Mereka berdua asik mengobrol. Tentang semasa kuliah dulu. Ketika Kyuhyun menjadi sunbae yang selalu membantu Jonghyun. Bukan karena Kyuhyun memang suka membantu, hanya saja, Jonghyun begitu dekat dengan Kyungie. Dan gadis manis itu, selalu meminta Kyuhyun untuk membantu sahabatnya itu.

‘Eo, apa kau masih dekat dengan Kyungie?’ tanya Jonghyun disela obrolan mereka. ‘Wah! Hebat sekali! Ini bahkan sudah lebih dari 10 tahun dan kalian masih….’

‘Sudah hampir 3 tahun aku tidak bertemu dengannya!’ potong Kyuhyun sembari menatap cangkir kopinya yang sudah hampir habis isinya.

‘Mwo?’

‘Eo!’ jawab Kyuhyun pendek. Dia kini menatap Jonghyun sembari tersenyum masam. ‘Dia benar-benar menghilang 3 tahun ini. Dan aku…’

‘Bukankah dia tadi ada disini?’ potong Jonghyun tak percaya dengan kata-kata Kyuhyun. Kyuhyun membulatkan matanya menatap Jonghyun tak percaya.

‘Tadi aku bertemu dengannya dipintu masuk!’ lanjut namja yang punya nama lengkap Lee Jonghyun itu.

Mendengar penuturan Jonghyun, Kyuhyun langsung beranjak dan langsung meninggalkan Jonghyun tanpa berpamitan sama sekali.

‘Hyung! Sepertinya dia berjalan kearah kampus kita!’ teriak Jonghyun yang entah terdengar atau tidak oleh Kyuhyun.

Kyuhyun berlari mencari sosok yang selama hampir 3 tahun ini menghilang dari pandangannya itu. dia melangkahkan kakinya ke arah kampusnya dulu. Kyunghee university. Sebelum dia benar-benar pergi tadi, dia sempat mendengar apa yang dikatakan Jonghyun padanya.

Kyuhyun berlari menyusuri jalan yang biasa dilewatinya bersama dengan Kyungie. Detak jantungnya tidak beraturan. Dia berharap dia bisa menemukan gadis kecil yang sangat dirindukannya itu. Mata Kyuhyun liar mencari sosok Kyungie. Dan terus berlari dengan tidak fokus. Sampai…

BRUK!

Kyuhyun merasa tubuhnya menabrak seseorang. Seorang gadis hingga, gadis itu terjatuh.

‘Chwiseonghamnida!’ ujar Kyuhyun sembari mengulurkan tangan membantu gadis itu bangun. Matanya masih mencari sosok yang sangat ingin ditemuinya.

‘Gwaenchannayo!’ jawab gadis yang tertabrak Kyuhyun tadi.

DEG!

Kyuhyun menatap gadis yang ditabraknya tadi. Suara yang sangat dikenalnya. Kyuhyun terus menatap sosok yang kini berdiri dihadapannya dan masih sibuk membersihkan kaki dan juga pakaiannya yang sedikit kotor karena terjatuh.

Gadis itu masih sibuk membersihkan dirinya ketika Kyuhyun masih berdiri mematung dihadapannya. ‘Gwaenchannayo, jaega….’ kata-kata gadis itu tercekat. Tertahan dibibirnya ketika dia menatap wajah namja yang tadi menabraknya dan kini masih berdiri dihadapannya itu.

‘Oppa!’ panggilnya tanpa suara.

GREP!

Kyuhyun langsung memeluk tubuh dihadapannya dengan sangat erat. Nafasnya memburu. Detak jantungnya semakin tak beraturan.

‘Chajjatta!’ [Ketemu] lirih Kyuhyun yang masih memeluk gadis itu. ‘Chajjatta!’ [Ketemu] ulangnya sembari mengatur nafasnya yang masih sedikit tersengal karena berlari-lari tadi.

‘Opp…’

‘Gaman-isseo!’ [Diamlah!] potong Kyuhyun. Dia masih memeluk tubuh mungil itu.

‘Oppa! Aku tak bisa bernafas!’ lirih gadis itu mencoba melepaskan dekapan Kyuhyun.

Mendengar itu, Kyuhyun langsunng melepaskan dekapannya. ‘Mi… Mian!’

Kini keduanya hanya diam. Kyuhyun terus menatap gadis itu, sedang gadis kecil itu masih tertunduk sambil memainkan jarinya. Kecanggungan tercipta menyelimuti kedua insan yang kini sedang berhadapan itu.

‘Bap.. meokkoseo?’ [Apa.. Kau sudah makan?] tanya Kyuhyun lirih. Gadis itu mengangkat wajahnya. Menatap Kyuhyun sekilas. Mengangguk dan kembali tertunduk.

‘Jal… jinaeseo?’ [Apa.. Kau baik-baik saja?] tanya Kyuhyun lagi. Dan kembali dijawab dengan anggukan.

Keduanya kembali terdiam. Hingga akhirnya Kyuhyun sudah tidak bisa lagi menahan dirinya dan kembali memeluk tubuh mungil dihadapannya.

‘Bogosippo!’ ujar Kyuhyun. ‘Bogosiptago! Kyungie-ya!’

To Be Continue………….

***

Iklan
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 29 Juli 2015 in FF

 

Tag: , ,

4 responses to “Hurt [Kyuhyun Story]

  1. rissamelati88

    29 Juli 2015 at 1:09 am

    kyaaaa ceritannya jleb banget 😥
    feelnya dapet dan berasa banget pas kyuhyun kehilangan gadisnya 😥

     
  2. anggienabila

    29 Juli 2015 at 4:50 pm

    wow kerennn ditunggu nextnya..

     
  3. dyoundhee

    31 Juli 2015 at 11:50 am

    ff bener” ngna bgt…. gk sbar nunggu kelnjutannya..

     
  4. Khiky Waji

    11 Agustus 2015 at 8:24 am

    Wah ceritanya seruuu…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: