RSS

I’ll Never Stop part 4

16 Okt

I’ll Never Stop

Author       : Shin Zia

Title            : I’ll Never Stop

Genre         : Romance, NC

Cast            :

  • Lee Donghae (SUJU)
  • Park Jiyeon (T-Ara)
  • Kang Min Kyung (Davichi)
  • Shin Jongkook (Speed)
  • Other cast, monggo dicari sendiri…

Length       : Long shoot

 

 

Jika aku tak bisa memilikimu…

Maka tidak ada seorang pun yang bisa memilikimu.

Apa kau pikir aku akan melepaskanmu begitu saja? Membiarkanmu bahagia dan meninggalkanku dalam kesedihan dan keterpurukan?

Ani! Sampai kapan pun aku tidak akan pernah berhenti. Tidak akan pernah!

 

 

 

Min kyung menatap ponselnya yang sedari semalam tidak berdering sama sekali. Park jiyeon. Telpon dari gadis itulah yang ditunggunya. Gadis itu sudah berjanji jika dia akan datang semalam. Tapi nyatanya, dia bahkan tidak menghubunginya sama sekali untuk memberi alasan.

‘Neo eoti-a?’ tanya min kyung dalam hati.

Tepat jam 1.30 p.m min kyung melajukan mobilnya menuju rumah jiyeon. Rasa khawatirnya akan gadis itu yang memaksanya untuk pergi. Tapi, belum sampai dia kerumah jiyeon, matanya menangkap sosok jiyeon berada didalam sebuah mobil dengan seorang namja yang dirasa dikenalnya.

Min kyung terus menatap mobil yang kini tengah melintas dihadapannya. Dan saat matanya mengenali namja yang sedang bersama jiyeon, saat itulah amarahnya mulai tersulut.

‘Lee donghae!’ desisnya tanpa suara. Tanpa pikir panjang, min kyung melajukan mobilnya mengikuti kemana arah mobil yang dikemudikan donghae melaju.

Area pemakaman….

Min kyung menghentikan mobilnya dan terus mengikuti langkah jiyeon dan donghae dari kejauhan. Matanya tak lepas dari jiyeon yang kini tengah duduk didepan sebuah makam.

Min kyung terus memperhatikan jiyeon. Min kyung juga melihat donghae yang hanya berdiri dari kejauhan.

‘Wae? Kenapa kau menangis?’ tanya min kyung saat melihat jiyeon menangis dihadapan pusara ibunya.

Dia terus diam menatap jiyeon yang sepertinya masih asik dengan ibunya. Hingga 2 jam berlalu, akhirnya jiyeon dan donghae meninggalkan area pemakam.

Min kyung ingin sekali menghampiri jiyeon dan mengantar gadis itu pulang. Dia ingat jika selama ini donghae sepertinya selalu mengikutinya. Dan yang dia tahu, jiyeon tidak nyaman dengan hal itu.

Min kyung melangkahkan kakinya lebih lebar untuk menghampiri jiyeon dan donghae yang sudah hampir sampai pada mobil mereka. Donghae bahkan sudah membuka pintu belakang seperti biasanya agar jiyeon bisa masuk ke dalam mobilnya.

Deg!

Kali ini, hati min kyung terasa terbakar. Amarah yang tadi sempat memudar, kini kembali tersulut saat dengan kedua matanya dia melihat jiyeon yang masuk ke dalam mobil donghae, tapi duduk disamping donghae. Bukan di belakang seperti biasanya.

Tersenyum. Min kyung bahkan melihat donghae tersenyum pada jiyeon. Tunggu, ada apa dengan sikap jiyeon? Kenapa dia seolah malu dan selalu menghindari kontak mata dengan donghae yang tengah duduk disampingnya?

Min kyung hanya mematung menatap mobil donghae yang melintas dihadapannya, dan melaju semakin lama semakin menjauh.

Min kyung meraih ponselnya dan menekan tombol 1 speed dial. Park jiyeon.

Tut…. Tut….

 

Di mobil donghae…

Dddrrrttt…

Ponsel jiyeon bergetar. Ditatapnya layar ponsel yang menunjukan id penelpon.

Min Kyung Eonni.

Jiyeon melirik ke arah donghae yang sepertinya juga membaca id penelpon. Membuat gadis itu ragu untuk menjawabnya.

 

Tersambung. Tapi tak ada jawaban. Sekali lagi min kyung mencoba menghubungi jiyeon.

 

Kembali di mobil donghae

Dddrrrttt…

Sekali lagi ponsel jiyeon bergetar. Kang min kyung. Sepertinya gadis itu mencari jiyeon yang sudah beberapa hari tidak datang menemuinya.

‘Wae cheona an-bada?’ (kenapa tak menjawabnya?) tanya donghae tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan.

‘Ah…’ jiyeon tersenyum tipis dan menggeleng.

‘Aku tidak akan mendengarkan pembicaraan kalian. Jadi…’

‘Aniyo!’ potong jiyeon cepat. Entah mengapa, dia tidak ingin donghae marah sehingga dia tidak menjawabnya.

‘Aku hanya mencoba menghindar dari min kyung eonni!’ paparnya. Entah kenapa, dia ingin donghae tahu jika dia sedang menghindari min kyung.

‘Wae?’ tanya donghae lagi. ‘Eum, apa karena aku menyerangmu jadi kau takut jika aku akan menyerangmu lagi jika kau menemui min kyung?’

‘Aniyo!’ jawab jiyeon cepat. ‘Nan geunyang…..’

‘Geurae!’ kali ini donghae yang memotong kalimat jiyeon.

 

Min Kyung

‘Wae? Apa sekarang kau juga akan meninggalkanku seperti dia meninggalkanku?’ tanya min kyung sembari mengepalkan tangannya.

 

 

‘Ja! Sudah sampai!’ ujar donghae yang hanya memarkir mobilnya didepan pintu gerbang rumah jiyeon. Dia tidak membawa mobilnya masuk sampai ke depan pintu rumah gadis itu seperti biasanya.

‘Eum! Gomawoyo!’ lirih jiyeon. Entah kenapa, ada sedikit rasa kecewa saat donghae hanya mengantarnya sampai tempat itu.

‘Kau tidak akan masuk ke dalam rumahmu?’ tanya donghae lagi saat jiyeon masih juga duduk disampingnya tanpa bergerak sedikit pun.

‘Eo?’ jiyeon kini menatap keluar dan terlihat bingung. Membuat donghae tersenyum dan kemudian membukakan sabuk pengaman jiyeon.

‘Ja! Teureoka!’ (Masuklah!) perintah donghae lembut.

‘Eum!’ jiyeon mengangguk dan kemudian keluar dari mobil donghae. Tapi setelah itu pun, dia hanya diam dan menatap donghae. Seolah ada yang ingin disampaikan pada namja itu.

‘Apa masih ada yang kau lupakan?’ tanya donghae melihat sikap jiyeon itu.

‘Eum….’ Jiyeon bergumam ragu. Tapi ….

‘Apa nanti malam kau akan datang menemaniku seperti biasanya?’ akhirnya pertanyaan yang sedari tadi ingin ditanyakan jiyeon keluar juga.

‘Wae? Apa kau mau pergi ke rumah min…’

‘Aniyo!’ potongnya cepat.

Donghae tertawa tanpa suara. ‘Malam ini sepertinya aku harus ke bar!’ jawab donghae. Membuat segurat kekecewaan terpancar dimata jiyeon.

‘Tapi…. Jika sempat aku akan mampir sebentar setelah semua selesai!’ lanjutnya yang kembali membuat senyuman dibibir jiyeon.

‘Aku akan menunggumu!’ ujar jiyeon spontan. Tapi saat dia menyadari apa yang baru saja dikatakannya, dia langsung membalik tubuhnya dan melangkah meninggalkan donghae yang masih terlihat bingung dengan perubahan sikapnya.

 

 

Min kyung masih menunggu telpon dari jiyeon. Dia mencoba berpikir positif dan menahan amarahnya dengan berpikir jika jiyeon takut menjawab telpon darinya karena lee donghae yang sedang bersama dengannya. Gadis itu terus menatap layar pnselnya, berharap jiyeon akan menghubunginya dan meminta maaf karena semalam dia tidak datang dan tidak memberi kabar padanya.

Jam sudah menunjukan pukul 12 p.m. Harapannya hanya tinggal harapan. Jiyeon tidak menghubunginya sama sekali.

‘Apa kau benar-benar akan meninggalkanku?’ tanya min kyung sembari terus mengingat jiyeon. Tak lama setelah itu, dia meraih kunci mobilnya dan segera melajukannya menuju rumah jiyeon.

Di perjalanan menuju rumah jiyeon, min kyung sempat mampir ke bar tempat dimana donghae bekerja. Dengan hati-hati agar tak bertemu dengan donghae, min kyung masuk dan menemui seseorang di dalam.

10 menit berlalu. Setelah bicara dengan penu emosi, min kyung keluar dari bar dan langsung melajukan mobilnya kerumah jiyeon.

 

 

Jiyeon masih duduk disofa ruang tamunya, menunggu donghae. Entahlah, apa yang ada dalam pikirannya. Entahlah, apa yang ada dalam hatinya. Entahlah!

Yang dia lakukan hanya menunggu kedatangan namja yang hampir 1 bulan ini selalu memperhatikannya. Ternyata selama ini dia terlalu buta dengan ketakutannya. Hingga dia tidak bisa merasakan perhatian dan kasih sayang yang selalu ditunjukan dan diberikan donghae selama ini. Dan baru hari inilah dia merasa kehilangan namja itu.

Sepi. Biasanya, dia tidak akan merasakannya jika donghae menemaninya. Meskipun mereka tak pernah mengobrol atau bicara banyak, tapi dengan adanya donghae, meski tak pernah bicara banyak, setidaknya dia tidak merasakan sepi seperti yang dirasakannya sekarang.

Ting tong…

‘Eo?’ jiyeon segera menegakkan tubuhnya dan berlari kearah pintu saat dia mendengar suara bel berbunyi. Lee donghae. Akhirnya namja yang sedari tadi ditunggunya itu datang juga, begitu pikirnya.

Ting tong…

Sekali lagi bel berbunyi. Dengan gugup jiyeon berdiri didepan pintu. Dirapihkannya sedikit rambut dan juga pakaiannya sebelum dia meraih gagang pintu dan membukakannya.

‘Wasseoyo?’ tanya jiyeon begitu membuka pintu.

‘Kau sudah menungguku rupanya!’

‘Eo?’ jiyeon terdiam. Bukan. Yang datang bukan lee donghae. Tapi…

‘Kenapa kau tak menjawab telponku tadi siang eum? Apa kau marah padaku?’

Jiyeon menutup pintu dan mengekori langkah min kyung yang baru saja datang dan masuk kedalam rumahnya.

Yah! Kang min kyung yang datang. Gadis yang sedang dicobanya untuk dihindari.

‘Bogosippo!’

Grep!

 

## I’ll Never Stop Part 4 ##

 

Jiyeon hanya mematung saat min kyung tiba-tiba memeluknya. Sedang min kyung, karena merasa tidak ada penolakan dari jiyeon, dia langsung mengecup leher jiyeon, mencoba merangsang gadis itu. Tubuh jiyeon menegang, setiap kali min kyung mengecup setiap inchi bagian lehernya.

‘Eonni!’ lirih jiyeon dengan nafas beratnya. Membuat min kyung tersenyum menang lalu melepas pelukannya dan menghentikan semua kegiatannya.

Min kyung membelai wajah jiyeon dan menatap gadis itu dengan tatapan menggoda.

‘Aku merindukanmu!’ lirih min kyung. Perlahan tangannya mulai turun merayap, menjamah setiap lekukan tubuh jiyeon, membuat bulu kuduk jiyeon berdiri dan dia menginginkan lebih. Tapi…

‘Apa kau pernah berpikir jika apa yang kau lakukan hanya membuat eommamu kecewa?’

Kalimat itu kembali terdengar ditelinga jiyeon.

‘Mianhae eonni!’ jiyeon meraih tangan min kyung dan menghentikan semua yang dilakukan min kyung padanya.

‘Wae?’ tanya min kyung sedikit protes karena jiyeon menghentikan pekerjaannya. ‘Apa kau tak merindukan ku eum?’ tanyanya lagi yang mencoba mengulang pekerjaannya.

Tapi, lagi-lagi jiyeon menahan tangannya dan membuat min kyung mendengus kesal.

‘Geurae!’ kesal min kyung yang kemudian menghempaskan tubuhnya disofa.

Sejujurnya, jiyeon pun sangat merindukan semua sentuhan min kyung. Semua perlakuan min kyung. Semua. Hanya saja, kalimat yang ditanyakan donghae tentang prilakunya membuatnya menahan semuanya.

Jiyeon yang merasa tidak enak, ikut duduk disamping min kyung dan hanya diam. Dia harus mengatakannya pada min kyung sekarang. Tentang apa yang dipikirkannya kemarin malam. tapi….

‘Mana lee donghae? Apa hari ini dia tidak menjagamu?’

Jiyeon melirik ke arah jam di dinding sebelum kemudian menatap min kyung.

‘Mungkin donghae ssi masih di bar!’ jawab jiyeon. Hanya jawaban itu yang bisa diberikannya pada min kyung. karena itu pulalah yang mungkin sedang dikerjakan donghae.

Min kyung tersenyum.

‘Geurae!’

Jiyeon hanya diam dan merasa jika suasana menjadi canggung. Dia tidak tahu harus memulai dari mana. Semua pertanyaan sedang memenuhi kepalanya.

Sebenarnya, dia belum siap bertemu dengan min kyung, karena dia masih ragu dengan apa yang dirasakannya. Tapi ternyata, min kyung yang sedang dihindarinya tiba-tiba muncul seperti ini.

‘Eonni!’ panggil jiyeon lirih. Dia mencoba membuka pembicaraan. Lee Donghae. Dia takut namja itu datang dan memergokinya sedang bersama dengan min kyung.

Tunggu! Kenapa jiyeon harus berpikir seperti itu? Kenapa dia harus takut jika donghae datang dan memergokinya? Kenapa….

‘Eum?’

‘Apa…. Kau benar-benar menyukaiku?’ tanya jiyeon ragu. Sejujurnya, bukan pertanyaan ini yang ingin ditanyakannya pada min kyung. Hanya saja, pertanyaan itu sulit sekali untuk dilontarkannya.

‘Apa.. kau sedang meragukanku?’ min kyung balik bertanya. Dia mengerutkan keningnya dan menatap jiyeon. Dia yakin ada yang tidak beres dengan gadis yang tengah berada dihadapannya itu.

Min kyung berjalan menuju pantry, meraih sebuah gelas dan menuangkan jus jeruk kedalamnya. Dia masih menunggu jawaban dari jiyeon.

‘Aniya! Geurreon-ko aniya!’ jawab jiyeon cepat. Dia merasa jika min kyung mungkin akan curiga padanya.

‘Lalu…’

‘Apa… yang selama ini kita lakukan… benar?’ tanya jiyeon lagi dengan ragu.

Kali ini, min kyung menghentikan kegiatannya dan hanya berdiri membelakangi jiyeon.

‘Apa kau menanyakan ini karena lee donghae yang menyuruhmu?’ kali ini min kyung mulai terlihat kesal.

‘Aniya eonni! Keundae….’

‘Apa kau sedang membuat alasan untuk meninggalkanku?’ potong min kyung. ‘Kau mau membuangku begitu?’ tanyanya.

Jiyeon mendongak dan menatap punggung min kyung.

‘Aniya eonni! Aku hanya….’

‘Apa kau lupa jika lee donghae adalah seorang namja?’ sekali lagi min kyung memotong perkataan jiyeon.

‘Apa kau lupa jika semua laki-laki sama seperti ayahmu?’

‘Aniya!’ potong jiyeon kemudian. ‘Tidak semuanya!’ ulang jiyeon. ‘Tidak semuanya!’

‘Cih! Itukah yang dikatakan lee donghae padamu? Bahwa tidak semua laki-laki sama dengan ayahmu?’ kini min kyung menatap jiyeon tajam.

Jiyeon terdiam melihat kemarahan min kyung. Aniya! Tidak semua laki-laki sama dengan ayahnya. Jongkook sahabatnya, juga lee donghae. Mereka berbeda. Mereka tidak sama dengan ayahnya.

Min kyung tertawa sinis. ‘Kau tahu, mereka hanya akan meninggalkanmu setelah kau memberikan semuanya! Mereka hanya akan meninggalkan luka dan kepedihan dalam hidupmu! Apa yang dilakukan oleh ayahmu tidak cukup membuatmu sadar jika laki-laki semua sam…’

‘Jongkook dan donghae ssi berbeda!’ potong jiyeon lirih. ‘Mereka berbeda!’ ulangnya membantah semua yang dikatakan min kyung.

‘Kau yakin?’ tanya min kyung yang menemukan keraguan dari kalimat yang dikatakan jiyeon padanya. ‘Kau yakin jika mereka berdua berdeda dengan ayahmu?’ tanyanya lagi mencoba membuat keraguan jiyeon semakin besar.

Jiyeon terdiam dan hanya tertunduk. ‘Benarkah mereka berbeda?’ tanyanya dalam hati.

Saat itu, min kyung tersenyum menang. ‘Geurae! Aku tahu kau tidak yakin dengan apa yang kau katakan padaku!’ katanya dalam hati.

Diraihnya gelas berisi jus jeruk yang tadi diambilnya, dia lalu meraih sebuah botol kecil dari dalam tasnya. Botol yang didapatnya dari seseorang di bar tadi. Dia lalu menuangkan beberapa butir isi dari botol itu.

Min kyung kembali duduk disamping jiyeon.

‘Ini!’ dia menyodorkan minuman tadi. ‘Jika kau merasa apa yang kita lakukan salah…’ min kyung menjeda kalimatnya. ‘Maka aku tidak akan melakukannya lagi padamu!’ lanjutnya membuat jiyeon mendongak dan menatapnya.

‘Wae? Kenapa kau menatapku seperti itu?’ tanya min kyung melihat jiyeon yang terus menatapnya dengan tatapan tak percaya. ‘Apa kau pikir aku tidak tulus mencintaimu eo?’ tanyanya lagi.

Jiyeon menggeleng.

‘Minumlah!’ titah min kyung. ‘Setelah itu, tidurlah! Aku akan pulang setelah kau tidur!’ lanjutnya.

Jiyeon meraih gelas dari tangan min kyung. Menatap gadis itu ragu, sebelum akhirnya dia meminum jus itu hingga habis.

‘Geurae! Minumlah!’ ujar min kyung dalam hati saat jiyeon menenggak habis jus jeruknya. ‘Dan setelah itu, kau akan meminta hal itu padaku!’

Min kyung meraih ponselnya.

Bisakah kau menghentikanku kali ini donghae ssi?

Sent. Min kyung mengirim sebuah pesan untuk donghae. Setelah itu, dia kembali mengalihkan pandangannya pada jiyeon yang sudah terbaring tak sadarkan diri.

Min kyung menyeringai melihat jiyeon yang sudahtak berdaya. ‘Kau pikir aku akan melepaskanmu begitu saja?’ tanyanya. ‘Ani! Jika aku tidak bisa memilikimu, maka siapapun tidak akan bisa memilikimu!’

Min kyung menarik tubuhnya untuk duduk disamping jiyeon. Tangannya mulai membelai wajah jiyeon yang sepertinya sudah terlelap.

‘2 jam lagi!’ ujarnya yang kini merapihkan rambut jiyeon.

‘Jika dalam 2 jam dia tidak datang menyelamatkanmu….’Min kyung tersenyum sinis menatap jiyeon yang terlelap.

‘Maka besok, aku akan menyiapkan upacara kematianmu!’ lanjutnya yang kemudian melankah meninggalkan jiyeon yang masih terbaring.

‘Ini balasan karena kau ingin meninggalkanku!’ ujar min kyung sebelum dia menghilang dibalik pintu.

Min kyung masuk ke dalam mobilnya dan kembali menatap ponselnya. Lee donghae. Dia menunggu namja itu menghubunginya. 10 menit. 20 menit. Sampai hampir satu jam berlalu, donghae tak juga menghubunginya.

Perlahan rasa panik menghampiri min kyung.

‘Bagaimana kalau donghae tidak datang?’ tanyanya sembari terus menatap ke arah pintu rumah jiyeon.

‘Bagaimana jika donghae datang setelah jiyeon….’

Min kyung segera keluar dari mobilnya dan berlari kedalam rumah jiyeon. Matanya segera menangkap sosok jiyeon yang masih terbaring disofa.

Pucat. Wajah gadis itu sudah memucat. Sepertinya, racun itu sudah mulai bereaksi. Meski jiyeon terlihat baik-baik saja, tapi wajahnya….

‘Jiyeon-a! Park Jiyeon!’ min kyung menepuk-nepuk pipi jiyeon, berharap gadis itu segera sadar dan membuka matanya.

‘Jiyeon-a!’ sekali lagi min kyung memanggil jiyeon dan menggoyangkan tubuh gadis itu. Tapi hasilnya tetap sama. Jiyeon hanya diam dan tak bergerak sedikit pun.

‘Jiyeon-a! Ireona! Jebal!’ min kyung terus mencoba membangunkan jiyeon dengan berbagai cara, tapi tak berhasil.

Perlahan namun pasti, min kyung mendengar nafas berat dari bibir jiyeon yang membuatnya semakin panik.

‘Ya tuhan!’

Kini seluruh tubuh min kyung terasa gemetar. Park jiyeon. Benarkah gadis itu akan….

 

 

Di tempat lain….

‘Hyung!’

Donghae segera menolehkan wajahnya ketika jongkook datang dan memanggilnya. Dihelanya nafas panjang dan ditatapnya sepupunya itu dengan tatapan malas.

‘Tak bisakah kau diam dirumah dan tidak berkeliaran seperti anak seusiamu pada umumnya jongkook-a?’ tanyanya kemudian.

‘Kau membuatku menyesal karena sudah membeli dan mengelola bar ini!’ imbuhnya.

Jongkook hanya tersenyum menanggapi apa yang baru saja dikatakan sepupunya itu. Diteguknya minuman bersoda yang baru saja disuguhkan donghae.

‘Apa malam ini kau tidak akan datang kerumah jiyeon hyung?’ tanya jongkook saat melihat donghae masih asik dengan para tamu, gelas dan juga minumannya.

‘Eo?’ donghae menatap jongkook dengan mata sedikit membulat. Dia ingat. Park jiyeon. Gadis itu menunggunya.

‘Eo? Eoti-eyo hyung?’ jongkook berdiri dan menatap donghae yang tiba-tiba beranjak dan bersiap meninggalkan bar.

‘Jiyeon!’ jawab donghae pendek. Membuat jongkook megikuti langkahnya.

‘Kenapa jiyeon?’ tanya jongkook sedikit khawatir. ‘Apa terjadi sesuatu dengan…’

‘Aniya!’ potong donghae sembari berjalan keluar dari bar. Dia menghampiri seorang petugas keamanan, memberikan kunci dan kemudian kembali melangkah menuju area parkir.

‘Hyung!’ panggil jongkook yang masih mengekori donghae.

‘Kau mau ikut?’ tanya donghae yang sudah masuk ke dalam mobilnya dan memakai sabuk pengamannya.

Saat itu, jongkook langsung melesat masuk dan duduk disamping donghae.

‘Aku sudah berjanji untuk datang malam ini!’ papar donghae menjawab semua ke khawatiran yang terpampang jelas di wajah jongkook.

‘Ah…’ jongkook menarik nafas lega. Dipakainya sabuk pengaman dan donghae pun mulai melajukan mobilnya.

Jalanan kota seoul malam itu cukup sepi. Maklumlah, sudah hampir pukul 3 pagi, dan tentunya, banyak orang yang sudah terlelap dalam tidur mereka.

‘Hyung! Sepertinya ada pesan masuk diponselmu!’ ujar jongkook saat melihat ponsel donghae yang tergeletak di dashbor mobilnya.

‘Eo?’ donghae yang masih fokus dengan kemudinya, kemudian meraih ponselnya dan menepikan mobilnya.

Kang Min Kyung

Donghae mengerutkan keningnya begitu melihat id pengirim pesan. Tapi beberapa detik kemudian, dia menaruh kembali ponselnya dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya menuju rumah jiyeon.

Tapi….

Dddrrrttt…. Dddrrrttt…

Ponsel yang baru saja ditaruh donghae kembali bergetar.

‘Jawablah!’ perintah donghae pada jongkook. Kang min kyung. Sepertinya donghae malas untuk bicara dengan gadis itu hingga meminta jongkook untuk menjawabnya.

Dengan segera jongkok meraih ponsel donghae dan….

‘Oppa….’

Jongkook mengerutkan keningnya saat mendengar suara min kyung yang bergetar. Seolah dia sedang menahan tangis dan juga rasa takutnya.

‘Noona! Naya. Jongkook!’ jawab jongkook.

‘Jongkook-a!’

Donghae menoleh ke arah jongkook dan bertanya melalui isyarat matanya. Dan Jongkook, hanya menggeleng.

Dengan segera donghae memarkirkan mobilnya dan meraih ponselnya dari tangan jongkook.

‘W…’

‘Oppa!’

Deg! Donghae terdiam. Kenapa dengan suara min kyung.

‘Kau kenap….’

‘Jiyeon oppa! Park jiyeon!’

Sekali lagi min kyung memotong kalimat donghae.

‘Jiyeon? Ada ap….’

‘Mianhae oppa! Aku tak sengaja! Aku tak bermaksud….’

‘Chamkan chamkan… Apa maksudmu….’ kali ini giliran donghae yang memotong kalimat min kyung.

‘Jiyeon oppa… dia…..’

‘Eugh….’

Deg!

Mata donghae membulat saat tanpa sengaja dia mendengar suara jiyeon yang terdengar berat. Belum lagi suara nafasnya juga yang…..

Dan saat itu, donghae mengingat sesuatu. Ini…..

‘Apa yang kau lakukan pada jiyeon eo?’ tanya donghae dengan wajah yang mulai memerah. Membuat jongkook tertegun dan hanya bisa diam menatap sepupunya yang sepertinya sudah marah itu.

‘Mianhae oppa… aku…..’

‘Apa kau mememberinya….?’ tanya donghae lagi. Dia ingat dengan seseorang yang ditemuinya tadi di bar. Yang kesal karena bertemu dengan seorang pelanggan wanita yang menyebalkan dan meminta beberapa butir obat penenang dengan dosis tinggi.

‘MALHAE!’

‘Aku… aku…..’

‘Sekarang kau dimana….?’ donghae kembali menyalakan mesin mobilnya.

‘Jiyeon-I jib!’ jawab min kyung dengan suara bergetar.

‘Kau tunggu disana!’ titah donghae. ‘Kalau sampai terjadi sesuatu dengan jiyeon, kau harus bertanggung jawab!’ akhirnya.

Donghae melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia sudah tak peduli lagi dengan peraturan yang melarang mengendarai kendaraan sembari menelpon. Yang ada dalam pikirannya hanya park jiyeon. Gadis yang sepertinya akan disakiti karena dirinya.

‘Hyung…’

‘Segera panggil ambulance dan minta mereka datang ke rumah jiyeon.’ titah donghae. ‘Palli!’ lanjutnya terlihat panik.

Tanpa banyak bertanya lagi, jongkook segera menghubungi 119 dan meminta mereka segera mengirim ambulance ke rumah jiyeon.

10 menit berlalu, mobil yang dikemudikan donghae sampai dirumah jiyeon. Donghae langsung berlari keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah jiyeon.

‘Oppa…’

‘Apa yang kau lakukan pada jiyeon, eo?’ tanya donghae yang langsung menghampiri tubuh jiyeon yang sudah memucat dan terasa dingin.

‘Jiyeon-a!’ donghae mencoba membangunkan jiyeon.

‘Dia tidak akan bangun lagi oppa!’ ujar min kyung sembari menatap kosong wajah jiyeon yang semakin memucat. ‘Dia tidak akan bangun!’

‘Ip ttak jyeo!’ (tutup mulutmu) desis donghae yang terlihat begitu marah.

Jongkook yang melihat keadaan jiyeon dihadapannya, terdiam. Tubuhnya gemetar hingga akhirnya dia jatuh.

Shin Hyesung. Dia ingat dengan kakak kandungnya yang juga mengalami hal yang sama. Namja itu bahkan hampir meregang nyawa karena hal yang sama.

Tapi kenapa min kyung melakukannya pada jiyeon yang katanya sangat disayanginya itu?

‘Jiyeon-a! PARK JIYEON!’ donghae terus menepuk-nepuk pipi jiyeon. Sayangnya jiyeon benar-benar tak bergeming.

‘Berapa banyak yang kau berikan?’Tanya donghae pada min kyung.

‘Tiga!’ jawab min kyung lirih.

‘MWO?’ donghae semakin gusar. ‘APA KAU MAU MEMBUNUHNYA EO?’ teriak donghae sembari mendudukkan tubuh jiyeon.

Dia memasukkan jarinya ke mulu jiyeon, beharap gadis itu akan memuntahkan apa yang baru saja masuk kedalam perutnya.

‘Sudah 2 jam lewat oppa! Jiyeon….’

Tap tap tap (anggap suara orang berlari)

Kalimat min kyung terhenti saat beberapa oang datang membawa tandu. Ambulance sudah datang. Dengan segera para petugas itu membawa tubuh jiyeon.

Dengan sigap donghae mengatakan apa yang terjadi.

 

 

Donghae masih duduk di kursi didepan ruang UGD. Sudah hampir 8 jam dokter menangani jiyeon. Over dosis, narkotika. Sekali lagi min kyung melakukannya.

Donghae menghela nafas panjang. Semua karena dirinya. Min kyung melakukan hal itu pada jiyeon karenanya. Setakut itukah gadis itu ditinggalkan oleh jiyeon hingga dia memilih melakukan hal gila ini lagi?

‘Hyung…!’

Donghae menoleh menatap jongkook yang juga masih duduk disampingnya. Wajahnya terlihat pucat dan lebih panik dari dirinya.

‘Apa jiyeon akan baik-baik saja hyung?’ tanya jongkook sembari menoleh menatap jiyeon yang masih tak sadarkan diri dari baik jendela.

Donghae menepuk pundak jongkook mencoba menenangkan sepupu kecilnya itu.

‘Gwaenchanna! Jiyeon akan baik-baik saja!’ ujarnya. Walau dia sendiri tak yakin dengan apa yang dikatakannya pada jongkook, tapi dia tetap beharap jika jiyeon akan benar-benar baik-baik saja.

‘Keundae hyung, hyesung hyung….’

‘Eo, dia mencoba bunuh diri waktu itu!’ potong donghae. Dia tak bisa lagi berbohong pada jongkook. 5 tahun lalu, jongkook yang masih sekolah dasar, menemukan hyesung kakaknya dengan keadaan yang sama dengan jiyeon tadi.

‘Seperti hyesung hyung, Min kyung melakukannya karena dia takut ditinggalkan, dan melihat orang yang disayanginya bahagia dengan orang lain!’ papar donghae.

Jongkook terdiam. Inikah yang membuat donghae terus ingin menjaga min kyung?

‘Mianhae! Ta na ttaemune!’(semua karena aku) donghae kembali menghela nafas panjang.

‘Andai aku tak mendekati jiyeon, mungkin min kyung tidak akan melakukan hal ini pada sahabatmu itu!’ imbuhnya penuh penyesalan.

‘Hajiman…. aku benar-benar menyukai sahabatmu itu!’ donghae mengakui perasaannya.

‘Aku akan menjaganya selamanya setelah ini!’

‘Lee Donghae ssi!’

Donghae dan jongkook menoleh saat seorang detektif datang menghampirinya.

‘Bisakah anda datang ke kantor polisi untuk memberikan kesaksian?’ tanya detektif bernama Ji Woojin itu.

Donghae terdiam sejenak sebelum akhirnya dia mengangguk dan mengikuti langkah detektif itu. Dia tahu, cepat atau lambat hal ini pasti akan terjadi. Dia bahkan menyesali apa yang dilakukannya beberapa tahun lalu. Saat kejadian ini terjadi pada yunho.

‘Jongkook-a! Keumbang gattaolke!’ (aku akan segera kembali) pamit donghae.

 

Donghae menatap min kyung yang masih menatap kosong ke arah depan. Gadis itu terlihat pucat dan terus bergumam sendiri.

‘Kami tidak bisa memproses kasus ini!’ ujar detektif ji pada donghae. Namja bertubuh tinggi tegap itu kemudian menatap min kyung dan terus mengamatinya.

‘Sepertinya keadaan jiwa kang min kyung ssi sedikit terganggu!’ paparnya melihat min kyung yang tampak seperti orang linglung.

‘Kami akan mengirim kang min kyung ssi ke rumah sakit. Dan sampai keadaan jiwanya stabil, kami akan menunda kasus ini!’

 

Donghae menatap min kyung iba. Ji yunho. Semua berawal dari namja itu. andai dia bisa menemukan namja itu dan membuatnya meminta maaf pada min kyung atas apa yang dilakukannya pada mantan tunangannya itu, mungkin keadaan min kyung tidak akan seperti sekarang.

 

 

1 tahun kemudian….

Jiyeon duduk diteras rumahnya menunggu kedatangan donghae. Namja itu sudah berjanji mengantarnya menjemput min kyung di rumah sakit.

Sesekali jiyeon melirik jam ditangannya dan kembali menatap gerbang yang masih saja tertutup. Lee donghae. Hanya namja itulah kini yang ditunggunya.

Beep… Beep…

Jiyeon segera beranjak begitu mendengar suara klakson mobil. Lee donghae. Akhirnya namja itu datang menjemputnya.

Dengan setengah berlari, jiyeon menghampiri mobil donghae dan segera masuk.

‘Menunggu lama?’ tanya donghae sembari tersenyum.

‘Eum!’ jiyeon menggeleng. ‘Apa benar hari ini min kyung eonni sudah boleh keluar?’ tanyanya kemudian.

‘Eo! Uisa bilang begitu! Wae? Apa kau tidak senang mendengarnya?’

‘Aniya oppa! Joha! Neomu joha!’ jawab jiyeon dengan ragu. Bahkan senyum yang ditunjukannya pada donghae terlihat jelas dibuat-buat. Jika min kyung keluar dari rumah sakit, apa menjamin dia sudah sembuh dan tidak akan melakukan hal gila lagi padanya? Sekedar menidurinya atau seperti terakhir kali yang dikatakan donghae dan jongkook. Mencoba membunuhnya dengan memberikan obat penenang dengan dosis yang tinggi?

‘Kkeokjeongma!’ ujar donghae seolah bisa membaca pikiran jiyeon. ‘Naega itjanha!’ (ada aku disini!) imbuhnya mencoba menenangkan gadis yang akan dinikahinya 2 minggu lagi itu.

‘Lagipula…’ donghae yang mulai melajukan mobilnya menjeda kalimatnya. ‘Aku tidak akan membiarkan min kyung kembali mendekatimu setelah apa yang dilakukannya terakhir kali padamu!’ lanjutnya.

‘Gomawo oppa!’ ujar jiyeon sedikit lega.

 

Di rumah sakit….

Min kyung duduk di tepi ranjang kamar rumah sakit yang sudah hampir 1 tahun ini di tempatinya. Dinding berwarna putih, seprai biru muda, min kyung mengamati setiap sudut ruangan itu.

‘Geurae!’ ujarnya yang masih terus menatap berkeliling. ‘Jika aku harus kembali tinggal diruangan ini nanti… tak mengapa!’

‘Tapi aku tidak akan pernah membuatmu bahagia setelah meninggalkan aku!’

Min kyung menatap bayangan dirinya dicermin. Seringai menakutkan terukir dibibirnya. Wajahnya terlihat lebih tirus. Dan berat tubuhnya yang berkurang banyak, membuatnya terlihat begitu lusuh.

 

….

TBC

 

 

 

Annyeong readersdeul…

Mianhaeyo.. jeongmal cwiseonghamnida..

Janjiku meleset lagi sehari..

Mian kalau ceritanya makin gaje..

Ehm… TBC lagi nya juga mian…

Ini aku tulis cuman 2 hari… jadi berantakan…

Oke jangan lupa kometar..

Dan buat lanjutannya zia ga kan janji apa-apa lagi ah… (berhubung zia suka kelupaan). Tapi bakalan zia update kilat ko.

 

Annyeong….

Iklan
 
34 Komentar

Ditulis oleh pada 16 Oktober 2014 in FF

 

Tag: , , ,

34 responses to “I’ll Never Stop part 4

  1. choi sena

    16 Oktober 2014 at 3:00 pm

    ada apa dengan ji yunho?

     
  2. meilasari

    16 Oktober 2014 at 3:05 pm

    waduh min kyung mau ngapain tuh?
    mau berauat jahat ke jiyeon kah?
    padahal mereka sbntr lagi mau nikah *donghae,jiyeon*
    lanjutkan crt.a eonni . .
    ^^

     
  3. aryarachel3022

    16 Oktober 2014 at 3:07 pm

    ok thour ak ska cmn kok TBC dikira dah END emz …. pnasarin pngen tau lanjutannya d tnggu nextnya thour

     
  4. iineey

    16 Oktober 2014 at 3:27 pm

    Cukhaeee haeji bakal nikah
    Tp minkyung kyknya lom bisa nerima kenyataan tuh, dy masih ga rela aja jiyeon sama donghae
    Next lagi yaa

     
  5. djeany

    16 Oktober 2014 at 3:30 pm

    hampir sebulanan ni ubdatenya.wah donghae kok lama betul nikahin jiyeonnya knp hrus nyampe 1 thn.eh sminggu lgi malah ada penghalang lagiii..

     
  6. mrslim91

    16 Oktober 2014 at 3:35 pm

    Omo knp brsambung spt itu.. kykx minkyung jd makin jahat.. jebak jgn buat dy skiti jiyi lg jebal.. tlg buat haeji bahagia jebal jebal.. omo moment romantis haeji blm ada ya.. kekekek.. mdh2an next partx namjax minkyung muncul biar ga ganggu jiyi lg.. jebal haeji jd nikah ya.. n bahagia pastix..

     
  7. raya.jiyeon

    16 Oktober 2014 at 4:12 pm

    waduh kyk x minkyung gak ada sadar2 x apa yg bkln dia lakuin lg k jiyi kali ini……mmmm ji yunho siapa dia apa dia pnyebab minkyung sperti ini …next ya

     
  8. park fitry

    16 Oktober 2014 at 4:50 pm

    ihhh minkyung kaga sadar2 tuh orang-_-
    donghae jagain jiyeon terussssa jgn sampe minkyung celakain jiy lagi >< uuhhhh author Kenapa makin seruuuu(y)
    next ditunggu^^

     
  9. Ayunie CLOUDsweetJEWEL

    16 Oktober 2014 at 10:27 pm

    Eh, Min Kyung belum tobat ternyata. Aduh, Jiyeon dan Dong Hae harus hati-hati nich ma Min Kyung.

     
  10. Rhea Rose

    16 Oktober 2014 at 11:32 pm

    Hayya minkyung hrus dpnjara aj..
    M0ment d0ngji ny kurang bgt thor,, next ny gpl ya 😀

     
  11. 12121996

    17 Oktober 2014 at 1:40 am

    waah seru akhirx jiyeon donghae nikah
    harusx minkyung dipenjara
    lanjut thor

     
  12. dyah babydino

    17 Oktober 2014 at 4:16 am

    minkyung gk ada kapoknya bakal ngerencanain apa lg.buat hidup jiyeon&donghae..ini semua karena ji yunho ilang kemana sih orang

     
  13. pacarnya bo-bo-ho

    17 Oktober 2014 at 7:48 am

    aduhh part ini bikin gemes, lanjutannya ditunggu! jiyeeeonnnn

     
  14. alma puteri

    17 Oktober 2014 at 8:00 am

    next eon….
    minkyung serem banget. ..

     
  15. christiejaena480

    17 Oktober 2014 at 8:59 am

    Sepertinya min kyung belum sembuh itu.
    Cinta merubah menjadi dendam…menakutkan.

     
  16. phieea

    17 Oktober 2014 at 12:05 pm

    jangan bilang Min Kyung mau bunuh Jiyeon lagi…
    ya ampun, masa iya jiyeon g boleh bahagia sih

     
  17. olv

    17 Oktober 2014 at 1:26 pm

    cepet banget alur nya
    romance nya kurang dpt thor

     
  18. anggienabila

    17 Oktober 2014 at 2:26 pm

    tunggu…min kyu mau balas dendam lagi?

     
  19. wolgwang96

    17 Oktober 2014 at 5:33 pm

    aiishh, jahat banget sih Min Kyung itu, nyebelin banget sumpah
    tapi bagus kok thor,,, ditunggu ya next chapnya, kalo bisa buang aja tuh si minkyungnya di chap berikutnya
    hhehhehe
    Fighting authornim !!!

     
  20. Opik

    18 Oktober 2014 at 4:20 am

    10000 daebbak good

     
  21. dezztie soha'alikaif zahrotussita

    18 Oktober 2014 at 6:59 am

    diiiiiich
    minkyung jahat bingiittttzzzz dech… 😦
    yntung aja jiyi ga knpa”!!! 🙂
    hwaaaa
    Haej mai married????kok cpet bnget ya proses_ny!!!gak da moment rmnatis Haeji_ny niiiich… 😦 hehehe
    mau moment Haeji-ny doooonk chinguuu… 🙂
    spertinya min kyung blum smbuh dech!!mlah parah bnget gila_ny…
    smga Jiyi gak d clkain lgi…
    neeeext chingu… 🙂

     
  22. sonya

    18 Oktober 2014 at 1:48 pm

    Minkyung tega bener dooohh emang masa lalu minkyung kaya apa sih :c penasaraaaaaannnn

     
  23. Sila

    29 Oktober 2014 at 2:47 pm

    Nc 21+ donghae ma jiyeon jebbal kita para reader nungguin jebbal

     
  24. wolgwang96

    9 November 2014 at 12:39 pm

    thor nextnya kapan niih?
    penasaran banget sama kelanjutannya 😦

     
  25. tarasugarfree

    14 November 2014 at 3:51 pm

    Anyyeong!! Mianhae aq baru
    Komentar di chapter ini…
    Lanjut thor…penasran sama
    Next chapternya..

     
  26. era

    16 November 2014 at 2:18 am

    Sampai lumutan ni ff ngga ada kelanjutannya juga . Syang ff daebbak banget . Please kelanjutanya nc 21 haeji couple

     
  27. yeoja

    20 November 2014 at 11:11 am

    Next next kapan ni kelanjutannya udah sebulan lebih

     
  28. ani

    27 November 2014 at 6:39 am

    next palli

     
  29. ernielee_

    9 Desember 2014 at 11:53 am

    minkyung blum sadar juga .
    mengesalkan 》《

     
  30. kpopmystars

    9 Desember 2014 at 12:31 pm

    thanks …like it
    visit me too^^

     
  31. anita

    5 Mei 2015 at 6:40 pm

    minkyung belum sadar juga huft
    HaeJi mau nikah, semoga lancar ><
    next part ^^

     
  32. djeany

    13 Juni 2015 at 9:23 am

    zia,gak aktif lagikah ni blog?

     
    • Shin Zia

      15 Juni 2015 at 7:44 am

      Aktif ko chingu..
      Cuman kemaren lagi sibuk ngurusin hal lain dulu.. Jadi blog ny terbengkalai..

      Zia udah nyiapin beberapa ff baru n ff lanjutan ko..
      Ditunggu aja..

       
  33. raya.jiyeon

    1 April 2016 at 3:24 pm

    knp gak d lanjutin lg ff x …please comback …..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: