RSS

I’ll Never Stop (Part 3)

01 Sep

I’ll Never Stop

Author        : Shin Zia

Title            : I’ll Never Stop (Part 3)

Genre         : Romance, NC

Cast            :

  • Lee Donghae (SUJU)
  • Park Jiyeon (T-Ara)
  • Kang Min Kyung (Davichi)
  • Shin Jongkook (Speed)
  • Other cast, monggo dicari sendiri…

Length        : Long shoot

 

*** ****

Benarkah yang dia katakan… Bahwa tidak semua namja seperti ayahku?

Haruskah aku mempercayainya?

 

 

Beberapa hari setelah donghae memutuskan untuk menjaga jiyeon dengan menjadi bodyguardnya….

 

‘Mau kemana?’ tanya donghae setelah beberapa hari menjadi bodyguard jiyeon.

Jiyeon hanya menatapnya dari ujung matanya. ‘Bukankah kau hanya bertugas mengikutiku dan tak berhak bertanya lee donghae ssi?’ tanya jiyeon yang sepertinya tak ingin menjawab pertanyaan yang bari saja dilontarkan donghae padanya.

Donghae hanya mendesah dan tersenyum. ‘Arraseo!’ jawabnya yang langsung menegakkan tubuhnya dan beranjak mengambil kunci mobilnya.

‘Hari ini aku harus mengantarmu kemana?’ tanyanya kemudian. Layaknya bodyguard dan sopir pribadi yang selalu mengikuti seluruh perintah majikannya, begitulah donghae sekarang.

‘Min Kyung eonni jib!’ jawab jiyeon yang masih asik memakai sepatu kets-nya.

Untuk sejenak donghae terdiam. Bahkan senyum dibibirnya hilang. Selama dia menjaga jiyeon sejak pulang dari rumah sakit 5 hari yang lalu, ini kali pertama gadis itu memintanya untuk mengantarnya ke rumah min kyung.

‘Wae? Apa kau tak mau mengantarku?’ tanya jiyeon begitu melihat senyuman dibibir donghae menghilang. ‘Bukankah kau bilang kau akan mengantarku kemana pun jika aku sudah sembuh? Atau kau lupa dengan…’

‘Geurae!’ potong donghae yang kembali menyunggingkan senyuman dibibirnya. ‘Aku akan menepati janjiku!’ sambungnya yang langsung berjalan keluar meninggalkan jiyeon yang masih menatapnya dengan tajam.

Jiyeon mendesah kesal. Dia lalu menyusul donghae dan kemudian berangkat kerumah min kyung.

Selama perjalanan, jiyeon dan donghae hanya saling diam. Sesekali donghae menatap jiyeon dari kaca spion, dan tersenyum saat mendapati senyuman terukir dibibir gadis yang terkadang selalu terlihat ketakutan itu.

‘Wae usseo?’ tanya jiyeon begitu melihat donghae tersenyum setelah mengamatinya.

‘Aniya!’ jawab donghae yang kembali fokus pada jalanan. ‘Amuto eobseo!’ imbuhnya.

Hening. Keduanya kembali terdiam. Beginilah keadaan jiyeon dan donghae selama 5 hari terakhir ini. Saling diam. Namun tak jarang jiyeon akan menunjukan kekesalannya pada donghae yang selalu saja mengikutinya.

 

30 menit berlalu, akhirnya donghae dan jiyeon sampai dirumah min kyung. Kening jiyeon sedikit berkerut saat donghae tiba-tiba berkata kita sampai. Dia yakin jika dia belum mengatakan pada donghae dimana alamat rumah min kyung. Tapi…

‘Kau tak perlu menatapku seperti itu!’ ujar donghae yang bisa membaca raut wajah jiyeon. ‘Min kyung…. Dia mantan tunanganku!’ lanjut donghae ragu.

Membuat jiyeon membulatkan matanya. Seolah tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan namja yang selalu mengikutinya itu.Apakah itu sebabnya dia sudah tak asing saat min kyung menyebut nama tuan muda lee saat dia dirumah sakit tempo hari.

Donghae terkekeh. ‘Ka! Masuklah!’ titahnya. ‘Bukankah kau datang kemari untuk bertemu dengan min kyung?’

Jiyeon terdiam sejenak. Ditatapnya wajah donghae yang sepertinya tak terluka sedikit pun.

‘Berhenti menatapku seperti itu! Aku jadi merasa jika aku ini menyedihkan jika kau terus menatapku seperti itu!’

Kali ini, donghae segera masuk kedalam mobilnya agar jiyeon segera meninggalkannya. Setelah jiyeon masuk ke dalam rumah, barulah donghae keluar dan kemudian berjaln keliling mengitari rumah yang dulu sering dikunjunginya itu.

 

 

3 jam kemudian…

‘Oppa!’

Donghae segera menolehkan wajahnya saat suara min kyung memanggilnya.

‘Masuklah!’ pintanya. Udara diuar memang cukup dingin mengingat malam yang semakin larut.

Donghae mengikuti langkah min kyung untuk masuk kedalam rumahnya. Disana jiyeon sedang duduk diatas sofa. Dimeja sudah tersedia beberapa botol soju juga snack.

‘Kenapa kau mengatakan pada jiyeon tentang hubungan masa lalu kita oppa?’ tanya min kyung yang kemudian duduk disamping jiyeon dan meneguk segelas kecil soju.

Donghae tersenyum dan kemudian ikut menimun soju yang disuguhkan.

‘Wae? Apa kau keberatan?’ donghae balik bertanya. Saat ini, sebenarnya emosinya sudah tersulut. Tapi, dia masih menunjukan sikap tenangnya dan masih terus menyunggingkan senyuman dibibirnya.

Min kyung terkekeh. ‘Aniya oppa! Na sanggwan eobseo!’ jawabnya sembari beranjak dari tempatnya duduk, dan berjalan menghampiri donghae.

Jiyeon hanya diam saja. Ah, sepertinya gadis itu sudah mabuk. Lihat saja botol-botol soju kosong yang tergeletak dimeja. Donghae yakin jika semua itu jiyeon yang menghabiskannya. Beberapa bulan memperhatikan gadis itu, sedikit banyak donghae tahu akan kebiasaannya.

‘Apa kau sudah menghubunginya dan mengatakan tentang keadaanku sekarang?’ bisik min kyung ditelinga donghae. Matanya terus menatap jiyeon yang sudah mulai tak sadarkan diri.

Donghae menatap min kyung dengan ujung matanya dan kemudian mendorong tubuh gadis itu agar menjauh dari dirinya.

‘Bukankah sudah kukatakan jika dia tidak akan pernah kembali padamu?’ senyum dibibir donghae kini hilang sempurna.

Min kyung tertawa mengejek. ‘Geurae!’ ujarnya. Dia kini berjalan mendekat kearah jiyeon dan kemudian mulai mencium gadis itu, tepat dihadapan donghae.

‘Mmmmmmhhhhhh….’

Dengan segera jiyeon membalas semua perlakuan min kyung padanya.

Min kyung terus bermain dengan bibir jiyeon. Jari-jarinya bahkan dengan lihai mulai bermain disetiap lekuk tubuh jiyeon. Tapi matanya…. Matanya terus menatap ke arah donghae. Terus menatap namja yang selama ini selalu melarangnya dan menasehatinya agar menghentikan semuanya.

Tatapan mengejek dan penuh kemenangan.

Donghae balas menatap min kyung tanpa mengedipkan matanya sama sekali. Dia melihat semua yang dilakukan mantan tunangannya itu pada gadis yang diam-diam diperhatikannya itu.

‘Aaaaahhhhhh…..’

Tangan donghae mengepal saat min kyung melontarkan senyum sinisnya padanya bersamaan dengan lenguhan jiyeon saat gadis itu mencapai orgasme pertamanya.

Diraihnya segelas soju, dihabiskannya dalam sekali teguk. Setelah itu, donghae meninggalkan ruangan itu dan menutup pintu dengan sangat keras.

Donghae melangkahkan kakinya dan segera masuk ke dalam mobilnya.

‘Aaaaaarrrrrrggggghhhhhh!’ teriak donghae begitu dia masuk kedalam mobilnya.

Dadanya terasa terbakar. Marah. Dia benar-benar marah pada gadis yang pernah menjadi tunangannya itu. Berkali-kali dia memukul kemudi untuk melampiaskan kemarahannya.

Dddrrrrttttt….

Donghae meraih ponselnya saat benda persegi empat itu bergetar disaku jasnya.

Aku tidak akan melepaskan jiyeon oppa!

Bahkan jika dia kembali padaku, aku tetap akan menarik jiyeon bersamaku. Dan tak akan pernah melepaskannya.

 

 

Sejak malam itu, donghae jadi lebih pendiam dan tak banyak bicara seperti biasanya. Jika dia merasa sedang marah dan mungkin tak bisa mengontrol emosinya, maka dia hanya akan memata-matai jiyeon dan mengikutinya dari kejauhan. Tapi saat dia merasa jika emosinya cukup stabil, maka dia akan berada disamping gadis itu menemani kemanapun gadis itu memintanya untuk mengantarnya.

Setiap kali jiyeon meminta diantar kerumah min kyung, donghae selalu akan menunggunya dalam mobil. Setiap kali dia memeriksa keadaan jiyeon dan mendapati gadis itu sedang ‘bercinta’ dengan min kyung, saat itu amarahnya kembali tersulut.

Hingga akhirnya 1 bulan berlalu….

 

Donghae sudah sampai didepan rumah jiyeon. Malam ini, donghae yakin jika jiyeon akan memintanya untuk mengantarnya kerumah min kyung.

Donghae menarik nafas panjang untuk menenangkan emosinya yang sudah mulai tersulut bahkan hanya dengan membayangkan apa yang akan dilakukan min kyung pada jiyeon.

‘Apa malam ini kau akan menemui min kyung?’ tanya donghae saat dia baru saja sampai dirumah jiyeon.

‘Eo!’ jawab jiyeon dengan malas. Donghae benar-benar melakukan apa yang dikatakannya. Sejak semua luka ditubuh jiyeon membaik, namja yang selalu tampak tenang itu benar-benar membiarkannya pergi kemana pun, bahkan ketempat min kyung sekali pun.

Yah. 4x dalam seminggu, jiyeon akan menginap dirumah min kyung. Tentu saja untuk memuaskan nafsunya bersama dengan kekasihnya itu.

‘Bisakah kau berhenti melakukan hal gila ini?’ tanya donghae dengan tenang.

Sret!

Dengan segera jiyeon melemparkan tatapan penuh kebencian kearah donghae.

‘Apa hakmu melarangku melakukan hal yang ….’

‘Tidak semua namja seperti ayahmu!’

‘MWO?’ kedua mata jiyeon membulat sempurna saat donghae menyinggung tentang ayahnya.

Donghae yang sedari tadi hanya tertunduk, segera menegakkan kepalanya dan balas menatap jiyeon.

‘Berhentilah selagi kau masih bisa!’ imbuh donghae masih dengan tenang.

BRAK!

Jiyeon menggebrak meja yang ada dihadapannya sembari berdiri. ‘Na ka!’ (Keluar) usir jiyeon yang merasa jika donghae sudah mengusik privasinya.

‘NA KARAGO!’ (Aku bilang keluar!) teriak jiyeon mengusir donghae.

Donghae kembali tersenyum.

‘Geurae! Aku akan pergi!’ jawabnya masih dengan tenang.

Jiyeon terus menatap marah kearah donghae. Nafasnya yang naik turun, menandakan jika dia benar-benar marah pada namja yang selama satu bulan ini selalu menjaganya.

‘Keundae…. Apa kau yakin kau mencintai min kyung?’ tanya donghae yang selalu saja terlihat tenang.

‘Kau yakin jika kau mencintai sesama jenis?’ tanya donghae lagi. ‘Kau yakin kau tidak bisa mencintai lawan jenismu hanya karena kebencian dan rasa takutmu pada ayahmu yang sudah membuat ibumu mati? Kau yakin jika kau tak tertarik sama sekali pada lawan jenismu dan membiarkan dirimu semakin terjerumus dalam kenikamatan yang semu?’

Deg!

Kedua tangan jiyeon mengepal. Kedua matanya sudah memerah karena menahan amarahnya.

Tak jauh berbeda dengan jiyeon. Kini donghae tak lagi menunjukan wajah tenangnya. Wajahnya terihat lebih menakutkan hanya karena senyuman yang selalu terukir dibibirnya hilang.

Donghae melangkahkan kakinya dan kini memposisikan dirinya berdiri tepat dihadapan jiyeon.

‘Apa kau pernah berpikir jika apa yang kau lakukan hanya membuat eommamu kecewa? …. Yang kau lakukan hanya membuat eomma mu semakin bersedih karena telah meninggalkanmu?’

PLAKKKKK!

Sebuah tamparan mendarat mulus dipipi donghae. Membuatnya berhenti bicara.

Donghae menyeka darah segar yang mengalir dari sudut bibirnya. Dia terkekeh dan menatap sinis kearah jiyeon.

‘Apa aku harus melakukan ini agar kau sadar dan berhenti berbuat gila, eo?’

BRAG!

‘Ohhh….’

Donghae mendorong jiyeon hingga tubuhnya terbentur meja dan terhimpit oleh tubuh donghae. Kedua tangan donghae sudah mengunci kedua tangan jiyeon dikedua sisi kiri dan kanannya, membuat gadis itu sulit untuk bergerak.

‘Ap…. Apa yang akan k..kau lakukan donghae ssi?’ tanya jiyeon terbata. Wajah marahnya kini hilang berganti dengan wajah ketakutan yang amat sangat.

Donghae mendekatkan wajahnya ke wajah jiyeon. Membuat gadis itu memalingkan wajahnya karena takut.

Bahkan jiyeon mampu merasakan deru nafas donghae yang menyapu lehernya. Membuat tubuhnya menegang.

‘Haruskah aku melakukan ini…’

Donghae langsung menjilat leher jiyeon perlahan.

‘Aaaaaahhhhhhhhhhhhh………………’ jerit jiyeon saat lidah donghae bermain dilehernya. Kedua matanya terpejam saat benda basah lunak tak bertulang itu merayap dilehernya. Membuat seluruh tubuhnya meremang dan kaku.

‘Atau aku harus melakukan ini…’

‘Aaakkkhhhhh….’

Jiyeon kembali menjerit saat tangan kiri donghae meremas kuat dadanya dari luar bajunya.

‘Yang ini….?

‘Hhhhhmmmmmpppppttttt…..’

 

 

 

 

 

## I’ll Never Stop Part 3 ##

 

Donghae segera melumat kasar bibir jiyeon. Marah. Kemarahannya kali ini sudah tak bisa lagi ditahannya.

‘Mmmmhhhhh….’

Jiyeon terus mendorong tubuh donghae agar menjauh dan melepaskannya. Bahkan dia mulai kehabisan nafas karena ciuman kasar donghae. Tangannya terus mendorong bahu donghae agar namja itu mau melepaskannya dan menghentikan ciumannya.

‘Eugh…!’ dengan sekuat tenaga akhirnya jiyeon mampu mendoron tubuh donghae menjauh dari tubuhnya. Melepaskan ciuman kasarnya dan menyisakan nafas berat antara keduanya.

Donghae menyeka sisa saliva yang membasahi ujung bibirnya dan kemudian menatap jiyeon seolah ingin menelan gadis itu hidup-hidup.

‘Setelah hari ini….’ Donghae menjeda kalimatnya. Dia kembali berjalan mendekat kearah jiyeon dan kembali menghimpit tubuh gadis itu.

‘Aku tidak akan pernah membiarkanmu bertemu dengan min kyung!’ akhir donghae yang kemudian menyeret jiyeon masuk ke dalam kamarnya.

‘Ah…’ jiyeon memekik saat donghae dengan kasar menghempaskan tubuhnya ke ranjang.

Perlahan namun pasti, bayangan appanya yang selalu menyiksanya datang menghampiri jiyeon. Takut. Perlahan rasa takut mulai menguasainya. Sedikit demi sedikit, jiyeon merasa jika dia sedang berhadapan dengan kekejaman appanya. Dan….

Tes.. Tes.. Tes…

Deg!

Donghae tertegun saat bulir-bulir airmata mulai jatuh membasahi kedua pipi jiyeon. Kedua matanya memancaran ketakutan yang amat sangat. Bahkan gadis itu perlahan menarik tubuhnya keujung ranjang dan duduk dengan memeluk lututnya.

Donghae tersadar dan kembali menatap jiyeon. Dia yakin, jika apa yang baru saja dilakukannya pada gadis itulah yang membuat gadis itu terlihat seperti ini.

‘Jiyeon-a!’ tangan donghae terjulur untuk menggapai gadis itu tapi…

‘Aahhhh!’ jerit jiyeon ketakutan. Jiyeon semakin erat memeluk lututnya.

‘Jiyeon-a!’ kali ini donghae mencoba meraih tubuh jiyeon dan mendekat kearah gadis itu. Tapi…

‘KA….. KA…..!’ teriak jiyeon tampak benar-benar ketakutan.

‘Ka…. Ka!’ jiyeon terus bergumam. Airmatanya terus mengalir membasahi wajahnya. Tatapan ketakutan dan tak fokus.

Donghae mendesah. Tak lama setelah itu, secara paksa dia kembali mendekat kearah gadis itu.

‘Aahhh…. Aaahhhh!’ teriak jiyeon ketakutan saat donghae berhasil meraih tubuhnya dan kemudian menariknya dalam pelukannya.

‘NOA! NOA!’ (lepas… lepas…) teriak jiyeon berontak. Mencoba melepaskan dirinya dari dekapan donghae.

Donghae semakin erat memeluk tubuh jiyeon. Memebiarkan gadis itu terus berontak disana, hingga akhirnya kelelahan dan hanya menangis sejadinya.

‘Tak bisakah kau berhenti dengan semua ini eo?’ tanya donghae lembut ditelinga jiyeon. Satu tangannya masih memeluk erat tubuh gadis itu, dan tangan lainnya digunakannya untuk membelai kepala jiyeon.

‘Ku mohon berhentilah!’ mohon donghae sembari menarik tubuh jiyeon dan membuat gadis itu berhadapan dengannya.

‘Jebal!’ sekali lagi donghae memohon. Dihapusnya airmata jiyeon yang masih membasahi kedua pipi gadis itu.

Jiyeon hanya diam dan menatap donghae yang kembali bersikap lembut padanya. Isakannya masih terdengar.

Donghae kembali menarik gadis itu dalam dekapannya. Dia tidak ingin jiyeon takut padanya seperti gadis itu takut pada ayahnya. Didekapnya tubuh mungil jiyeon dan dia terus membelai kepalanya, mencoba menenangkan gadis itu.

‘Ja! Tidurlah!’ perintah donghae yang kemudian beranjak dari tempat tidur jiyeon saat gadis itu mulai tenang.

Donghae meluruskan kaki jiyeon, menahan kepala gadis itu agar terbaring dengan benar, dan setelah itu, menarik selimut menutupi tubuh jiyeon hingga sebatas leher.

‘Aku akan menunggu diluar!’ akhir donghae sebelum meninggalkan kamar jiyeon.

Ceklek!

Donghae berdiri didepan pintu kamar jiyeon. Menyandarkan tubuhnya disana dan mendesah.

‘Bahkan jika aku harus melakukan hal itu agar kau berhenti menemui min kyung,’ donghae menatap pintu kamar jiyeon. ‘Aku akan melakukannya!’

‘Bahkan jika kau harus menjadi namja brengsek demi merubahmu kembali, aku akan melakukannya!’

 

Sepeninggalan donghae, jiyeon terus mencoba memejamkan matanya. Sayangnya, semakin dia mencoba, semakin sulit dia terlelap.

‘Apa kau pernah berpikir jika apa yang kau lakukan hanya membuat eommamu kecewa? …. Yang kau lakukan hanya membuat eomma mu semakin bersedih karena telah meninggalkanmu?’

‘Eugh…!’ jiyeon menutup telinganya saat kalimat yang dikatakan donghae padanya beberapa saat sebelum namja itu menyerangnya kembali terngiang ditelinganya.

‘Apa kau pernah berpikir jika apa yang kau lakukan hanya membuat eommamu kecewa? …. Yang kau lakukan hanya membuat eomma mu semakin bersedih karena telah meninggalkanmu?’

Lagi. Semakin jiyeon menutup telinganya, suara donghae semakin nyaring terdengar olehnya.

‘Eomma…! Eomma…!’ jiyeon menarik tubuhnya dan duduk dengan memeluk lututnya. Perlahan namun pasti, bulir-bulir airmata itu kembali jatuh membasahi kedua pipinya.

Mungkinkah yang dikatakan donghae benar?

‘Mianhaeyo eomma…! Mianhae!’ lirihnya dalam tangis.

Semua yang dikatakan donghae sepertinya membuat jiyeon berpikir. Ibunya. Dia mengingat ibunya dan juga apa yang dikatakan donghae.

 

 

Pagi itu, jiyeon keluar dari kamarnya dan menyiapkan sarapan pagi dirinya dan juga donghae yang sudah menemaninya dan hanya tidur di sofa.

Jiyeon menatap donghae yang masih terlelap disofa dengan seksama.

‘Kenapa kau begitu peduli padaku?’ tanyanya dalam hati sembari mengamati wajah donghae yang masih terlelap.

‘Eum…’

Donghae menggumam dan terusik karena hembusan nafas jiyeon yang menerpa wajahnya.

‘Ireonaseo?’ tanya jiyeon saat donghae mulai membuka matanya.

Donghae hanya mengangguk sembari mengucek matanya. Perlahan ditegakkannya tubuhnya dan kemudian duduk disofa.

‘Ehm…. Gwaenchanna?’ tanya donghae terdengar serak. Walau dia sudah berdehem, tapi tetap saja menyisakan serak disuaranya.

Jiyeon tersenyum dan mengangguk. ‘Jja! Meokja!’ ajak jiyeon sembari berjalan ke arah meja makan.

‘Bisakah kau menemaniku mengunjungi eommaku, donghae ssi?’ tanyanya yang kini sudah duduk dikursi meja makan.

Donghae hanya diam dan menatap jiyeon yang sepertinya sudah tidak ketakutan padanya seperti semalam.

‘Jika kau tidak bisa, aku akan meminta jongkook untuk….’

‘Jam berapa aku harus mengantarmu?’ potong donghae yang mengisyaratkan jika dia bersedia mengantar jiyeon ke makam ibunya.

‘Jam 2 siang!’ jawab jiyeon sembari mulai menyantap sarapannya. Walau sikap yang ditunjukan pada donghae seolah mengisyaratkan jika dia sudah tidak takut, tapi tatapan matanya tetap tidak bisa berbohong jika dia masih takut jika donghae akan menyerangnya tia-tiba sepetri yang dilakukan namja itu semalam.

‘Geurae!’ donghae menghampiri jiyeon dan kemudian duduk dihadapan gadis itu. ‘Aku akan menjemputmu setelah aku menyelesaikan pekerjaan kantorku!’ imbuhnya.

Jiyeon sedikit mendongak untuk menatap donghae.

‘Gomawo!’ lirihnya sebelum akhirnya kembali menunduk dan menekuni sarapannya.

Donghae bergegas meninggalkan rumah jiyeon begitu dia menyelesaikan sarapannya. Kantornya. Dia harus mengurus beberapa pekerjaan yang terkadang dia tinggalkan selama dia menjaga dan mengawasi jiyeon.

Sedang jiyeon, dia mulai membereskan rumahnya yang tampak berantakan hanya karena kejadian semalam.

Satu persatu barang-barang itu dikembalikan ke tempatnya. Hingga dia berdiri didepan meja dimana donghae menyerangnya.

Jiyeon tertegun dan hanya melamun membayangkan kejadian semalam. Tatapan tajam dan penuh amarah yang ditunjukan donghae padanya semalam, begitu menakutkan. Membuatnya merasa jika namja itu bisa memakannya hidup-hidup saat itu juga.

‘Apa kau pernah berpikir jika apa yang kau lakukan hanya membuat eommamu kecewa?

Kalimat itu kembali terdengar ditelinga jiyeon.

‘Apa kau juga kecewa padaku hingga kau marah seperti itu?’ tanya jiyeon sendiri.

Selama donghae berada disampingnya, dia tidak pernah melihat namja itu marah atau kesal padanya meski dia tahu jika donghae selalu akan menatap sebal ke arah min kyung. tapi padanya…

Dddrrrttt….

Lamunan jiyeon terusik dan dia segera meraih ponselnya.

‘Yeoboseyo!’

‘Jiyeon-a!’

Terdengar suara nyaring jongkook dari sebrang sambungan.

‘Wae?’

‘Eiy! Pertanyaan macam apa itu? Kau tidak akan datang ke kampus?’

Jiyeon melirik jam di dinding. Ah, ternyata sudah waktunya dia berangkat kuliah.

‘An-ka!’ (Tidak) jawab jiyeon pendek.

‘Wae? Apa kau sakit? Apa aku harus ke tempat…’

‘Gwaenchanna!’ potong jiyeon sebelum namja cerewet itu melanjutkan pertanyaannya yang tak pernah berujung itu.

‘Hari ini aku akan mengunjungi eomma!’ imbuh jiyeon.

‘Eo? Tumben sekali. Ada apa?’

‘Geunyang….’

Hening. Jiyeon atau pun jongkook tidak ada yang bicara. Pikiran jiyeon kembali pada pertanyaan yang dilontarkan donghae padanya.

‘Apa jongkook pun merasa kecewa padaku?’ tanyanya dalam hati.

‘Jiyeon-a, kenapa diam?’

‘Eo! Aniya!’

‘Geurae! Aku tutup dulu!’

‘Eum! Jongkook-a!’

‘Wae tto…’

‘Gomawo!’

‘Untuk…’

‘Geunyang…’ sahut jiyeon sembari tersenyum.

‘Ish! Kau ini! Geurae! Kkeutno!’

 

Jongkook memutus sambungan telponnya.

Jiyeon menaruh ponselnya dan kembali membereskan rumahnya. Geurae! Jika memang yang dilakukannya selama ini adalah salah, maka dia harus menghentikannya dan mulai memperbaikinya.

 

Tepat pukul 1.30 pm KST donghae datang menjemput jiyeon seperti janjinya. Dengan pakaia yang masih sama dengan yang dipakainya pagi tadi saat dia meninggalkan rumah jiyeon, donghae terlihat ramah dan kembali bersahabat seperti biasanya.

‘Sudah siap?’ tanya donghae saat jiyeon keluar dari kamarnya.

Celana jeans hitam selutut, t-shirt putih dan rambutnya yang diikat ke atas, membuat jiyeon yang selalu tampil seadanya begitu manis.

‘Eum!’ sahutnya yang sepertinya masih menghindar agar tidak bertemu mata dengan donghae.

‘Kaja!’ ajak donghae yang langsung keluar menuju mobilnya.

Selama perjalanan, donghae dan jiyeon hanya saling diam. Jiyeon masih duduk dibelakang dan membuat donghae benar-benar layaknya supir pribadi baginya.

Sesekali donghae menatap jiyeon dari kaca spion. Membuat namja itu terkadang tersenyum melihat gerak gerik gadis yang usianya jauh dibawahnya itu.

Sesampainya diarea pemakaman, jiyeon segera menuju pusara ibunya.

Jiyeon menuangkan segelas soju dan menaruh seikat bunga krisan diatas pusara ibunya. Dia kemudian duduk dan mulai menyandarkan tubuhnya disana.

‘Eomma…. Apa kau kecewa padaku dengan apa yang aku lakukan?’ tanya jiyeon sembari mengusap pusara ibunya.

‘Apa selama ini kau masih terus mengkhawatirkanku disana?’ tanya jiyeon lagi yang mulai menitikkan airmatanya.

Hening. Jiyeon hanya diam dan hanya membiarkan suara angin mengitarinya. Kalimat yang dikatakan donghae padanya seolah menjadi tamparan untuknya. Menamparnya tepat dihatinya, hingga membuatnya mulai berpikir jika yang dilakukannya selama ini salah.

‘Mianhaeyo eomma!’ gumam jiyeon dalam isaknya. ‘Mianhaeyo!’

Donghae menatap jiyeon dari kejauhan dan hanya menghela nafas panjang saat dilihatnya gadis itu kembali terisak.

‘Apa seorang gadis memang sangat suka menangis?’ tanyanya dalam hati. Park jiyeon. Gadis itu sepertinya terlalu banyak menangis dihadapannya. Membuatnya yang tak tahan dengan airmata gadis semakin ingin menjaganya.

 

Hampir 2 jam donghae hanya diam dan membiarkan jiyeon puas menangis dihadapan ibunya. Barulah setelah itu, donghae melihat gadis itu beranjak dan langsung mengikutinya.

Seperti biasanya, donghae membuka pintu belakang mobilnya agar jiyeon bisa masuk. Tapi, tanpa diduganya, jiyeon malah membuka pintu depan dan kemudian duduk dikursi samping pengemudi.

‘Eo?’ donghae menatap jiyeon penuh tanya. Ditutupnya kembali pintu belakang dan kemudian dia segera masuk kedalam mobil.

Donghae terus menatap jiyeon yang masih menghindar berkontak mata dengannya.

‘Ayo…. Jalan!’ ujar jiyeon yang hanya sekilas menoleh ke arah donghae dan kembali menatap lurus ke depan.

Donghae tersenyum. ‘Geurae! Uri jibe kaja!’

Perlahan mobil yang ditumpangi donghae dan jiyeon melaju meninggalkan area pemakaman. Suasana dalam mobil kembali dingin karena tak satu pun dari kedua orang didalamnya memulai pembicaraan.

Dddrrrttt…

Ponsel jiyeon bergetar. Ditatapnya layar ponsel yang menunjukan id penelpon.

Min Kyung Eonni.

Jiyeon melirik ke arah donghae yang sepertinya juga membaca id penelpon. Membuat gadis itu ragu untuk menjawabnya.

Dddrrrttt…

Sekali lagi ponsel jiyeon bergetar. Kang min kyung. Sepertinya gadis itu mencari jiyeon yang sudah beberapa hari tidak datang menemuinya.

‘Wae cheona an-bada?’ (kenapa tak menjawabnya?) tanya donghae tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan.

‘Ah…’ jiyeon tersenyum tipis dan menggeleng.

‘Aku tidak akan mendengarkan pembicaraan kalian. Jadi…’

‘Aniyo!’ potong jiyeon cepat. Entah mengapa, dia tidak ingin donghae marah sehingga dia tidak menjawabnya.

‘Aku hanya mencoba menghindar dari min kyung eonni!’ paparnya. Entah kenapa, dia ingin donghae tahu jika dia sedang menghindari min kyung.

‘Wae?’ tanya donghae lagi. ‘Eum, apa karena aku menyerangmu jadi kau takut jika aku akan menyerangmu lagi jika kau menemui min kyung?’

‘Aniyo!’ jawab jiyeon cepat. ‘Nan geunyang…..’

‘Geurae!’ kali ini donghae yang memotong kalimat jiyeon.

Perjalanan berlanjut dan keduanya kembali diam.

Selama perjalanan, jiyeon terus meyakinkan dirinya jika donghae memang berbeda dengan ayahnya. Bukan berbeda karena dia seperti jongkook sahabatnya yang baginya tidak berbeda dengan seorang yeoja. Tapi donghae memang berbeda. Tidak seperti ayahnya. Setidaknya, itulah yang dipikirkannya setelah kejadian semalam.

 

‘Ja! Sudah sampai!’ ujar donghae yang hanya memarkir mobilnya didepan pintu gerbang rumah jiyeon. Dia tidak membawa mobilnya masuk sampai ke depan pintu rumah gadis itu seperti biasanya.

‘Eum! Gomawoyo!’ lirih jiyeon. Entah kenapa, ada sedikit rasa kecewa saat donghae hanya mengantarnya sampai tempat itu.

‘Kau tidak akan masuk ke dalam rumahmu?’ tanya donghae lagi saat jiyeon masih juga duduk disampingnya tanpa bergerak sedikit pun.

‘Eo?’ jiyeon kini menatap keluar dan terlihat bingung. Membuat donghae tersenyum dan kemudian membukakan sabuk pengaman jiyeon.

‘Ja! Teureoka!’ (Masuklah!) perintah donghae lembut.

‘Eum!’ jiyeon mengangguk dan kemudian keluar dari mobil donghae. Tapi setelah itu pun, dia hanya diam dan menatap donghae. Seolah ada yang ingin disampaikan pada namja itu.

‘Apa masih ada yang kau lupakan?’ tanya donghae melihat sikap jiyeon itu.

‘Eum….’ Jiyeon bergumam ragu. Tapi ….

‘Apa nanti malam kau akan datang menemaniku seperti biasanya?’ akhirnya pertanyaan yang sedari tadi ingin ditanyakan jiyeon keluar juga.

‘Wae? Apa kau mau pergi ke rumah min…’

‘Aniyo!’ potongnya cepat.

Donghae tertawa tanpa suara. ‘Malam ini sepertinya aku harus ke bar!’ jawab donghae. Membuat segurat kekecewaan terpancar dimata jiyeon.

‘Tapi…. Jika sempat aku akan mampir sebentar setelah semua selesai!’ lanjutnya yang kembali membuat senyuman dibibir jiyeon.

‘Aku akan menunggumu!’ ujar jiyeon spontan. Tapi saat dia menyadari apa yang baru saja dikatakannya, dia langsung membalik tubuhnya dan melangkah meninggalkan donghae yang masih terlihat bingung dengan perubahan sikapnya.

 

 

‘Jika saja sikap abeoji sama seperti donghae ssi… bisakah aku merasa bahagia seperti yang aku rasakan sekarang ini?’

Jiyeon tengah berandai-andai tentang sikap ayahnya. Lee donghae. Hanya dengan sebuah kalimat yang menyangkut ibunya, membuat jiyeon berubah drastis.

 

 

‘Jongkook-a!’

‘Eo? Kau darimana saja hyung? Lalu pakaianmu? Apa semalam kau tidak pul…’

‘Bisakah kau lontarkan pertanyaan itu satu per satu jongkook-a?’ potong donghae yang langsung menghempaskan tubuhnya ke sofa dan bersandar disana.

Dilepasnya dasi yang masih menggantung dilehernya, dan dia juga melepas 2 kancing kemeja paling atasnya.

‘Geurae! Kau darimana saja hyung?’ tanya jongkook kemudian.

‘Kantor!’ jawab donghae pendek.

‘Lalu pakaian…’

‘Aku tidak mengganti pakaianku karena semalam aku tidak pulang dan menginap dirumah jiyeon!’ potongnya sebelum jongkook kembali menanyaka pertanyaan yang sama padanya.

‘Ada lagi yang ingin kau tahu?’ kali ini donghae menatap kesal kearah sepupunya itu.

‘Dwaesseo hyung! Kau sudah menjawab semua yang ingin aku tanyakan!’ jawab jongkook yang tak mau membuat kakak sepupunya itu kesal.

Donghae menyandarkan tubuhnya dan mencoba memejamkan matanya. Park jiyeon. Sikap gadis itu seharian ini benar-benar berubah. Benarkah apa yang dilakukannya mampu merubah gadis itu hanya dalam hitungan jam?

‘Jongkook-a! Apa kau tahu apa yang bisa membuat jiyeon berubah dengan cepat?’ tanya donghae tanpa membuka matanya.

‘Wae? Apa ada yang berubah dengan sikapnya?’ tanya jongkook tanpa menjawab pertanyaan donghae.

‘Tak bisakah kau menjawabnya tanpa balik bertanya?’

‘Ah! Mianhae!’

Jongkook terdiam seolah berpikir. ‘Eum… eomma!’ jawabnya kemudian. Membuat donghae membuka matanya dan kemudian menegakkan tubuhnya menatap jongkook.

‘Jiyeon-I eomma!’ ulang jongkook meyakinkan. ‘Sejak kecil, jiyeon tidak pernah ingin eommanya kecewa padanya. Dan siapa pun yang menyinggung tentang eommanya…. Dia bisa mendengarkan orang itu dengan baik!’

Jongkook lalu menghela nafas panjang. berbeda dengan donghae yang seolah mendapat jawaban dari apa yang selalu dipertanyakan seharian ini tentang perubahan sikap jiyeon.

‘Wae?’

‘Aku tidak berani menyinggung eommanya hyung! Aku terlalu malu karena aku tidak bisa menjaga jiyeon seperti yang aku janjikan pada park ahjumma!’

Sekali lagi jongkook menghela nafas panjang.

‘Aku tak bisa menasehati jiyeon dengan menjadikan ibunya sebagai alasan.’ Lanjutnya. ‘Karena selama ini aku hanya bisa mengikuti semua yang diinginkan jiyeon tanpa bisa melarangnya saat itu salah!’

Donghae menatap jongkook. Sepertinya sepupunya itu terlalu mengenal jiyeon dengan baik. Hingga dia tidak bisa bersikap tegas dan membiarkan sahabatnya terus melakukan hal yang diinginkannya tanpa bisa mencegahnya.

*sudah bukan hal baru jika seseorang sangat menyanyangi orang lain, maka dia akan menjadi seseorang yang lemah. Yang hanya akan melakukan dan mengikuti apa yang ingin dilakukan orang itu tanpa bisa melawan atau mencegahnya. Bener kan readersdeul?*

 

 

 

Donghae melirik jam ditangannya. Sudah hampir pukul 1 pagi, dan dia masih duduk dibar melaayani para pelanggan. Terlalu banyak tamu yang datang, membuat dia lupa akan janjinya pada jiyeon.

Sedang di tempat lain, jiyeon masih duduk disofa ruang tamunya, menunggu donghae. Entahlah, apa yang ada dalam pikirannya. Entahlah, apa yang ada dalam hatinya. Entahlah!

Yang dia lakukan hanya menunggu kedatangan namja yang hampir 1 bulan ini selalu memperhatikannya. Ternyata selama ini dia terlalu buta dengan ketakutannya. Hingga dia tidak bisa merasakan perhatian dan kasih sayang yang selalu ditunjukan dan diberikan donghae selama ini. Dan baru hari inilah dia merasa kehilangan namja itu.

Sepi. Biasanya, dia tidak akan merasakannya jika donghae menemaninya. Meskipun mereka tak pernah mengobrol atau bicara banyak, tapi dengan adanya donghae, meski tak pernah bicara banyak, setidaknya dia tidak merasakan sepi seperti yang dirasakannya sekarang.

Ting tong…

‘Eo?’ jiyeon segera menegakkan tubuhnya dan berlari kearah pintu saat dia mendengar suara bel berbunyi. Lee donghae. Akhirnya namja yang sedari tadi ditunggunya itu datang juga, begitu pikirnya.

Ting tong…

Sekali lagi bel berbunyi. Dengan gugup jiyeon berdiri didepan pintu. Dirapihkannya sedikit rambut dan juga pakaiannya sebelum dia meraih gagang pintu dan membukakannya.

‘Wasseoyo?’ tanya jiyeon begitu membuka pintu.

‘Kau sudah menungguku rupanya!’

‘Eo?’ jiyeon terdiam. Bukan. Yang datang bukan lee donghae. Tapi…

‘Kenapa kau tak menjawab telponku tadi siang eum? Apa kau marah padaku?’

Jiyeon menutup pintu dan mengekori langkah min kyung yang baru saja datang dan masuk kedalam rumahnya.

Yah! Kang min kyung yang datang. Gadis yang sedang dicobanya untuk dihindari.

‘Bogosippo!’

Grep!

 

TBC….

**** ****

Ehm… kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya yah….

Annyeong readersdeul… adakah yang nunggu lanjutan kisah Hae-Yeon Couple ini….

Mian baru aku porsting dan kalau ceritanya makin gaje. Komentar dari readersdeul semua masih aku tunggu karena itu bisa bantu aku buat bikin tulisan yang lebih baik…

Gomawo, buat yang udah nyempetin baca tulisanku ini. Sampai ketemu dilast partnya yah.. annyeong….

Iklan
 
41 Komentar

Ditulis oleh pada 1 September 2014 in FF

 

Tag: , , , ,

41 responses to “I’ll Never Stop (Part 3)

  1. mkdJY

    1 September 2014 at 2:51 pm

    Aku mnnti bgt couple ini . Hae yeon .
    Iyabnih lm bgt nunggu klnjtnnya .
    Aku harap di cpt post part kanjutanny yah .heheh
    Aduh minkyung nyebelin bgt!! Donghae ayo dtg . Slmatkan jiyeon dri ksalahan fatalnya biar dia gak terjerumus dan brubah fikiran lg . Huhuuu

     
  2. choi sena

    1 September 2014 at 3:20 pm

    ah.. kenapa agak kurang gregetnya
    tapi apa jiyeon sudah mulai suka sama donghae?

     
  3. Hyunbaek

    1 September 2014 at 4:01 pm

    Seruu thor..

     
  4. Tiara

    1 September 2014 at 4:03 pm

    Daebbak .cerita fress bnget semua konflik dapet .and 100000000 jempol untuk ff ini and couple haeyeon . Kurang panjang setiap part nya . Nc donghae jiyeon banyakin

     
  5. djeany

    1 September 2014 at 4:36 pm

    dtggu banget nii ff,ternyata hitungan satu minggu zia ama q beda ya.kalau q satu minggu itu 7 hri tapi zia ngepostnya mau satu bulanan kalumu ye.hehehe V- jgn marah ya.kira2 sapa ya namja yg buat minkyung kayak gini?smoga jiyi bener2 sadar.cepatlah hae dtang krmh jiyi….

     
  6. Devi Jiyeonnie Wu

    1 September 2014 at 4:45 pm

    Wuaaahh
    Trnyta ampuh Ĵΰƍa ,
    Brrti kelemahan jiyi adlh eomma na,
    Donghae scra tdk lgsg brhasil merubah jiyi ,
    Hmmm minkyung npa sich hrs ganggu jiyi,, (⌣̯̀⌣́)

    Lamaa nunggu ff ni publish,
    Next na cpt y

     
  7. anita

    1 September 2014 at 5:51 pm

    jiyeon kayak nya perlahan udah berubah, berkat donghae..kyknya skrg dia berprilaku manis dihadapan donghae kekeke
    duhh kenapa minkyung datang kerumah jiyeon, donghae kemana?ayo cegah minkyung untuk tdk mengotori pikirannya jiyeon lagi..
    ditunggu next partnya ><

     
  8. rianti

    1 September 2014 at 6:53 pm

    aku suka jongkook,, hahaha. Ayo jiyi jgn trjerumus lagi.

     
  9. dhezy_pjy94

    1 September 2014 at 7:58 pm

    aaa apa yg akan terjadi sma jiyeon thor? Penasaran bnget. Aku suka ko sma couplenya 🙂 ditunggu next partnya 😀

     
  10. rayajiyeon

    1 September 2014 at 9:15 pm

    jiyi x udh mo insyaf eh minkyung tiba2 datang llu apa yg bklm trjadi???? hae cpt lah dtang jngn sampai jiyi kgoda lg sama minkyung…….next ya..

     
  11. zysha moe

    1 September 2014 at 9:22 pm

    Update cepet dong…

     
  12. Ayunie CLOUDsweetJEWEL

    1 September 2014 at 9:29 pm

    Aigo, siapa sich sebenarnya namja yang dicintai Min Kyung? Aduh, bisa2 Jiyeon terpengaruh lagi nich ma Min Kyung. HaeYeon cepetan yadongan aja. Wkwkwk…

     
  13. park fitry

    1 September 2014 at 11:14 pm

    akhirnyaa jiyeon sadar jugaaaa^^
    aiihhhh minkyung mau ngerayu jiyeon lagii !!!!
    ayooo lee donghaee cepet dateng~~

     
  14. teenlite

    1 September 2014 at 11:38 pm

    Akhhh… Aku harap donghae bisa ngerubah jiyeon supya dia gak ngelakuin hal2 gila lagi.. Salut sama perjuangane donghae.. Tp kayaknya g bakalan mudah soalnya minkyung bakalan terus muncul.. Sebel sama minkyung

     
  15. lee haernie / ernielee

    1 September 2014 at 11:53 pm

    aku menunggu ff ini 🙂
    makin daebak aja 🙂

     
  16. yukikaze

    2 September 2014 at 3:10 am

    wah di awal crita disisipkan kisah d part 2 ya? Itu bkin aq ingat lg sm kisah sblmnya.. mantap teman.. 🙂

    Dan akhirx Jiyeon mulai trbuka pikiran dan hatinya ya? tp Si cewek itu gk mau lepasin Jiyeon.. Bs kacau dunia persilatan nih. hehehe… Btw spa sih sbnrnya yg dimaksud Donghae ‘Dia tdk akn prnah kmbali pd Min Kyung’? Penasaran. (Apa sblmx sdh prnh dceritkan ya?) 😀

     
  17. Sonya

    2 September 2014 at 3:33 am

    Jiyeon berubah ? Kalau di real rasany tba2 brubah gitu agak anek/? Yahh geli pasti wwkwk ya moga haeji bahagia

     
  18. dyah babydino

    2 September 2014 at 4:11 am

    jiyeon udah mulai berubah tapi minkyung bakal jd penghalang..donghae jgn lelah tuk membawa jiyeon ke tempat lebih baik nextt

     
  19. pacarnya bo-bo-ho

    2 September 2014 at 4:24 am

    duhh Jiyeon – Minkyung nih…anjerrr…terang2an banget ngelakuinnya ya -___-
    untung dongahe udah niat buat jiyeon sadar! kamu tuh suka ama cowok jiyeon, cowok! 😀

    ancamannya ternyata ibunya yaw…uhuhu 😀
    next part ditunggu

     
  20. Shin Zia

    2 September 2014 at 4:57 am

    Reblogged this on Yadong Fanfic Indo.

     
  21. olv

    2 September 2014 at 5:53 am

    min kyung menganggu banget sih

     
  22. christiejaena480

    2 September 2014 at 8:06 am

    Jungkook rupanya cintamu bertepuk sebelah tangan. Jiyeon kurasa mulai suka sama Hae, dan kenapa Hae lupa janjinya sama Jiyeon.
    Jiyeon akankah tergoda lagi sama Min kyung? Benar benar napeun yeoja Min Kyung ini.

     
  23. wolgwang96

    2 September 2014 at 10:01 am

    akhirnya keluar juga thor heehehe
    di tunggu ya chap selanjutnya
    thor endingnya buat jiyeon sama donghae dong,,,, buang aja si minjyung nyaaa kelaut sekaliann,, jahat banget siihh
    jangan lama-lama next chapnya hhhehehe
    mangat kaka !!!!

     
  24. ANisa

    2 September 2014 at 11:29 am

    Next thor,
    aku bru bca part ini dan seru.!

     
  25. 12121996

    2 September 2014 at 12:10 pm

    aaahhhhh seru jiyeon mulai suka ma donghae
    ditunngu kelanjutnya thor

     
  26. venNy98

    2 September 2014 at 12:28 pm

    Uwaaa.. Makin penasaran thor XD
    Jiyeon udah suka donghae nih.. Tp abis gini ada konflik lagi._.

    Next jangan lama” thor:D fighting!

     
  27. Darti

    2 September 2014 at 12:41 pm

    Ayooo donghae jiyeon lanjut…

     
  28. 97queeny

    2 September 2014 at 3:23 pm

    jiyeon mau move on ehh malah minkyung yg datang. ini kalau donghae lihat berabe lagi atuh…
    ditunggu lanjutannya 😉

     
  29. iineey

    2 September 2014 at 3:27 pm

    Waduhh yg dateng malah min kyung, eottokheee…. donghae mana? Cepet dtg donkk sebelum jiyeon terjerumus lagi
    Padahal jiyeon sepertinya udh mulai sadar dan udh mulai suka sama donghae
    Next lagi yaaa

     
  30. elma ingga

    2 September 2014 at 11:10 pm

    ya kenap harus ..ada min kyung lagi
    next part

     
  31. alma puteri

    2 September 2014 at 11:44 pm

    penasaran penasaran…..
    kyaknya jiyinya udah mulai suka deh….

     
  32. Vivin

    3 September 2014 at 7:13 am

    Daebbak next.jebal next

     
  33. usiezuhra

    3 September 2014 at 11:35 am

    Makin seru ceritanya
    Next jgn lama y thor 😉

     
  34. nima

    3 September 2014 at 2:56 pm

    Huaaaaaa,, akirnya diposting juga part lanjutannya,, janjinya kan gak slama ini posting lanjutannya,,tpi gpp lah,sudah terobati,, jgn lama2 ya posting lanjutannya,gomawoooo,,

     
  35. Eraelf

    4 September 2014 at 7:03 am

    Next palli jebal .lg seeruuu. Nc jiyeon donghae kurang ne

     
  36. dezztie soha'alikaif zahrotussita

    11 September 2014 at 3:37 pm

    hwaaaa
    akhir_ny lanjut juga… 🙂
    q tunguuuu loh…hehe
    aigoooo
    udah donk chingu jngan buat scane minkyung brcinta ma jiyi lagi,,,GAK RELA SUMPAH!!!law bercinta Haeppa bleh dech bnget malah#Plakk otak ydongkumat#Kkkk
    aisssshhhh
    minkyung knpa harus dtang krmah jiyi d aat tdak ada haeppa!!!
    haeppa palliiiiii sgra k rmah jiyi,,slamtkan jiyi dri pngauh minkyung lagiiiii…. 😦
    chingu bnyakin moment HAEJI COUPLE_ny donk….. 🙂
    neeeext palliiiiiii qtunggu loch… 😉

     
  37. salsa

    15 September 2014 at 11:48 am

    Pnsrn bnget ama klnjutnyaa , d tnggu ya ^^

     
  38. AnzelinaCha

    21 September 2014 at 3:40 am

    Jiyeon sepertinya sudah mulai berubah. 🙂
    Penasaran sama kelanjutannya.

     
  39. opick

    30 September 2014 at 7:08 am

    ayo thor lanjutin donk part 4nya

     
  40. DELLA

    4 Oktober 2014 at 12:44 pm

    KAPAN DILANJUTIN THOR 1 BULAN LEBIH

     
  41. mrslim91

    15 Oktober 2014 at 3:39 pm

    Thornim wkt aku ktmu nih ff aku udh bc tp blm comment krn hp yg rusak wkt itu.. ini br bs comment lwt hp yg lain.. kekke.. omo haepa sadis jg ya.. mdh2an haepa tdr sm jiyi aja biar minkyung nyerah. Kekekeke.. jd jijik liat minkyung krjx bkn emosi aja d.. huff

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: