RSS

Grave Digger

11 Mar

Grave Digger

Author       : Shin Zia

Title            : Grave Digger ( Penggali Kubur )

Genre         : Thriller… mungkin

Cast            :

         Kim Himchan (BAP)

         Park Jiyeon (T-Ara)

         Other Cast

***

Annyeong.. Ini FF thriller pertama aku. Ga tau kenapa, tiba-tiba tadi siang pas lagi ga ada kerjaan di lab kepikiran buat bikin FF genre gini. Mian kalau feel n sisi thrillernya nya ga dapet. Masih belajar.

Oke dech. Selamat membaca! Jangan lupa tinggalkan komentar dan mohon jangan dibash.

Warning!!! Typonya masih bejibun..

***

Langit mendung sore itu menambah suasana pedih dihati Park Jiyeon. Tanpa penyebab yang jelas, Park Jungsoo, kakak dan juga keluarganya satu-satunya meninggal.

Banyak orang yang tidak menyangka kalau Jungsoo akan meninggal diusianya yang baru menginjak 30 tahun. Tak ada yang tahu kenapa hal itu terjadi. Padahal, belum 1 bulan Park Jun Gyu, ayahnya pun meninggal dunia.

Jiyeon berdiri dibawah pohon besar yang tidak jauh dari tempat yang kini menjadi peristirahatan terakhir kakaknya. Butir-butir airmata masih terus membasahi kedua pipinya. Walau dia terus menunjukan wajah tenangnya, tapi airmatanya tak bisa berbohong.

Dia hanya menatap seorang namja yang kini berdiri tak jauh dari makam kakaknya. Namja berwajah manis, yang sudah berada jauh sebelum jenazah datang. Namja yang bekerja sebagai penggali kubur. Kim Himchan.

Sekilas Jiyeon menatap himchan yang masih berdiri tak jauh dari makam kakaknya yang kini dipenuhi banyak orang yang datang mengantarnya untuk yang terakhir kalinya. Sebuah senyum terukir tipis dibibirnya.

Ini adalah kali ketiga jiyeon bertemu dengan himchan. Pertama kali, ketika dia baru datang ke desa itu. Kedua ketika dia datang ke pemakaman ayahnya yang meninggal karena serangan jantung. Dan kali ini, kakaknya.

Skip time…

Jiyeon hanya terdiam dikamarnya. Kini, dia hanya tinggal bersama dengan pembantu dan penjaga rumahnya. Ibunya, sudah meninggal sejak gadis itu berusia 7 tahun. Gadis pendiam yang selalu menyendiri itu kini terlihat semakin kesepian sejak appa, juga kakaknya, keluarga satu-satunya meninggal dengan alasan yang tak jelas.

Rumah besar itu, kini terasa begitu sepi. Tak ada lagi canda tawa jungsoo yang memang memiliki karakter yang jauh berbeda dengan jiyeon. Dia lebih ramah dan periang. Sedang jiyeon, lebih terkesan tertutup dan pendiam.

‘Agassi! Sudah waktunya makan!’ panggil Kim ahjumma, pembantu keluarga park sejak kedua orang tua jiyeon menikah.

‘Agassi!’ sekali lagi Kim ahjumma memanggil dan mengetuk pintu kamar jiyeon. Tak ada jawaban.

Kim ahjumma meninggalkan gadis yang baru saja ditinggalkan keluarganya itu. Dia bisa mengerti apa yang dirasakan jiyeon, karena dia juga pernah mengalami hal sama ketika ayahnya meninggal 20 tahun yang lalu.

Jiyeon menatap foto kakaknya yang masih berada diatas mejanya. Perlahan tangannya meraih bingkai foto itu dan menyentuhnya. Perlahan, airmata kembali jatuh membasahi wajah cantiknya.

‘Oppa!’ lirihnya yang kini mendekap foto itu erat sembari menangis. ‘Op.. pa! op.. paa!’ panggilnya sembari terisak. Airmatanya berjatuhan. Gadis itu tampak begitu kehilangan. Wajahnya terlihat begitu sedih. Dia tampaknya begitu terpukul dengan kepergian kakaknya itu.

‘Oppa!’ sekali lagi jiyeon memanggil kakaknya yang kini hanya bisa ditatapnya lewat bingkai foto.

***

Himchan terduduk dirumahnya yang tak jauh dari tempat pemakaman. Lagi. Hari ini dia harus melakukan pekerjaan yang hampir tak ada seorang pun yang mau melakukannya didesa tempatnya tinggal.

Walau berat, himchan sangat menyukai pekerjaannya ini. Baginya, menggali kubur bagi seseorang yang sudah meninggal, sama dengan membangun sebuah rumah baru yang akan ditempati selamanya. Walau dia tahu, hanya jasad mereka yang mati yang tertinggal, tapi dia tetap merasa sedang dan tak terbebani dengan pekerjaannya itu.

Hujan mulai turun membasahi desa yang cukup jauh dari perkotaan itu. Rumah sakit, hanya ada satu disana. Dan untuk mencapainya, butuh waktu sekitar 2 jam dengan mobil, baru mereka akan sampai. Maka tak jarang banyak orang yang meninggal didesa itu karena sakit. karena tenaga medis tidak ada disana. *anggap himchan ma jiyeon tinggal didaerah yang sangat terpencil dan jauh dari keramaian kota.

Himcan merebahkan tubuhnya untuk sekedar beristirahat. Hari ini, putra sulung keluarga Park, Park Jungsoo meninggal. Saat mendengar berita itu, awalnya himchan tidak percaya. Tapi kemudian saat bibinya datang dan memintanya untuk menggalikan sebuah kuburan, dia baru percaya.

Himchan tidak begitu dekat dengan jungsoo yang seumuran dengannya. Dia hanya tahu tentang putra tuan park itu dari bibinya. Walau beberapa kali dia sempat bertemu dengannya, tapi dia tidak pernah berbicara panjang lebar.

Terakhir kali dia bertemu dengan jungsoo, sehari sebelum ayahnya meninggal. Entah ada firasat dari mana, tapi jungsoo memintanya menggalikan sebuah kuburan tepat dihari kematian ayahnya sebelum ayahnya mati.

Tadinya himchan ingin menanyakan untuk siapa kuburan itu nantinya, karena setahunya, tak ada warga yang mati. Tapi himchan mengurungkannya. Dia tahu dimana tempatnya. Dia hanya seorang penggali kubur, sedang jungsoo, putra dari pemilik hampir seperempat tanah yang ada didesa.

Himchan semakin terkejut saat mengetahui kalau keesokan harinya yang dimakamkan adalah tuan Park. Terakhir yang dia dengar dari bibinya yang sudah hampir 30 tahun bekerja dirumah keluarga park, tuan park meninggal karena serangan jantung.

Jungsoo sudah tak ada. Kini hanya tinggal jiyeon. Gadis yang selalu dilihat himchan berdiri dibawah pohon besar yang berada ditengah pemakaman setiap kali ada yang meninggal. Ah, bukan. Himchan baru tiga kali melihatnya. Pertama kali, 4 bulan yang lalu, ketika gadis itu baru datang dari seoul, 1 bulan yang lalu ketika ayahnya, tuan park meninggal. Dan tadi sore, saat pemakaman jungsoo.

Gadis berkulit putih dengan wajah yang selalu menunjukan ekspresi tenang, bahkan saat mengantar jasad ayahnya (1 bulan yang lalu) dan kakaknya (sore tadi). Gadis yang sejak pertama kali dilihatnya, diam-diam sudah mencuri hatinya.

Gadis yang baginya bagaikan langit yang tak mungkin digapainya. Gadis yang selama ini ingin selalu ditemuinya. Hanya saja, gadis itu hanya akan muncul jika dia sedang menggali sebuah kuburan. Himchan bahkan pernah berharap jika orang-orang didesa lebih cepat mati. Karena dengan begitu dia bisa bertemu dengan gadis itu.

Himchan menegakkan tubuhnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya. ‘Aniya! Aniya!’ katanya yang masih meggeleng. ‘Kenapa aku jadi berharap orang-orang cepat mati?’ tanyanya pada dirinya sendiri.

Dia kemudian terkekeh, mengingat kegilaan yang baru saja melintas dikepalanya. Hanya karena ingin bertemu dengan seorang gadis, dia mengharapkan kematian orang lain. Tapi… apa itu salah?

***

3 minggu berselang, Jiyeon kembali menjalani rutinitasnya seperti biasanya. tak ada yang berubah dari gadis itu. karena sejak awal, dia memang seorang penyendiri. Yang seolah memiliki dunianya sendiri, dan tak ada seorang pun yang bisa memasukinya.

Gadis itu melangkahkan kakinya menuju taman pemakaman yang berada diatas bukit. Hari ini, tuan choi, penjaga peternakan milik jiyeon meninggal dan akan dikuburkan disana. Seperti biasanya, dia berdiri dibawah pohon yang berada tepat ditengah-tengah area pemakaman.

Dari kejauhan, himchan yang sudah menggalikan sebuah kuburan berdiri dan menatap pohon dimana jiyeon berada. Ditatapnya lekat gadis yang selalu menunjukan ekspresi tenang itu lekat. Dan saat itu, senyum tipis terukir dibibirnya.

‘Aku tahu kau akan datang!’ ujarnya dalam hati.

***

Jiyeon terduduk dikamarnya. Hari itu, untuk kesekian kalinya dia bertemu dengan himchan. Namja yang bekerja sebagai penggali kubur didesanya.

Jiyeon kembali meraih foto junsoo yang masih berada ditempatnya.

‘Oppa!’ panggil jiyeon menatap foto ditangannya. ‘Gomawo!’ lanjutnya dengan senyuman yang tersunggging dibibirnya. Senyuman yang tak pernah ditunjukannya pada orang lain. Hanya pada jungsoo, ketika namja itu masih hidup. Dan kini, pada fotonya.

Entah kenapa, sejak kematian jungsoo, desa yang ditempati jiyeon bagai terkena kutukan. Satu per satu orang mati tanpa sebab. Sama seperti kematian jungsoo dan juga kematian tuan choi.

Semua orang kini bahkan takut untuk keluar jika malam sudah menjelang. Rumor tentang hantu jungsoo yang mati penasaran pun akhirnya tersebar. Membuat suasana malam desa itu semakin mencekam.

Kim ahjumma melangkahkan kakinya untuk kembali kerumahnya. Tidak seperti penduduk lain, dia tidak terpengaruh dan sepertinya tidak takut dengan rumor yang beredar.

Dia melangkahkan kakinya dengan santai. Dia yang mengenal betul mendiang jungsoo, yakin bahwa tuan mudanya itu tidak mungkin menjadi hantu dan menjadi penyebab kematian orang-orang didesanya.

Sampai…

SRET!

‘Ah!’ jerit kim ahjumma ketika tiba-tiba kakinya menginjak tali dan kemudian tali itu mengikat kakinya dan menariknya hingga tergantung disebuah pohon besar.

‘Toajuseyo!’ (Tolong) teriak kim ahjumma yang panik.

‘Toajuseyo!’ ulangnya sembari menggoyangkan tubuhnya yang kini terikat terbalik.

Perlahan terdengar suara langkah kaki mendekat. Kim ahjumma yang sedari tadi terus bergerak panik, kini merasa lega melihat sosok yang kini datang menghampirinya.

‘Ah, syukurlah!’ ujar kim ahjumma tenang. ‘Bisakah kau…’

Kim ahjumma terdiam ketika sosok yang dikenalnya itu mengeluarkan sebilah pisau dan siap menebas tali sebuah tali yang ternyata terhubung dengan tali yang mengikatnya.

‘Apa yang akan kau lakukan?’ tanya kim ahjumma panik. Kali ini kepanikannya melebihi tadi saat kakinya baru saja terikat.

Sosok itu menyeringai kearah kim ahjumma. Siapapun akan tahu apa yang akan terjadi jika tali itu diputus begitu saja. Kim ahjumma akan jatuh dengan kepala terlebih dahulu. Dan dengan ketinggian sekitar 1,5 meter, maka yang akan terjadi pada kim ahjumma adalah…

‘Andwae! Andwae!’ teriak kim ahjumma histeris.

Seringai semakin terlihat jelas diwajah sosok itu.

‘Mianhaeyo!’ ujarnya pada kim ahjumma yang masih memohon.

SRET!

‘ANDW….’

BRUG!

Teriakan kim ahjumma terhenti tepat ketika kepalanya jatuh ketanah berbatu dan kemudian mengeluarkan banyak darah.

Melihat darah yang mengalir, sosok itu melangkah mendekat kearah kim ahjumma yang sepertinya masih bernafas.

‘Ni… niga…’ ucap kim ahjumma terbata.

‘Mianhaeyo!’ ulangnya sembari mengambil sebuah batu dan siap memukulkannya ke kepala kim ahjumma yang sepertinya memang masih hidup.

‘Hanya ini satu-satunya cara agar aku bisa melihatnya!’ lanjutnya sebelum akhirnya memukulkan batu yang berada ditangannya. Memastikan kematian yeoja paruh baya itu dengan tangannya sendiri.

Seringai kembali terukir dibibirnya. ‘Kita akan bertemu lagi besok!’

End….

***

Oke dech..

Makasih buat yang udah mampir dan nyempetin baca ff gaje ini. Oia, buat yang nunggu lanjutan ff aku yang masih gantung, ditunggu aja. Aku usahain update tiap hari..

Annyeong…

Iklan
 
31 Komentar

Ditulis oleh pada 11 Maret 2014 in FF

 

Tag: , ,

31 responses to “Grave Digger

  1. Shin Zia

    11 Maret 2014 at 12:28 pm

    Ada yang mau minta dilanjut ga yah Grave Digger ini…

     
    • dongrim

      12 Maret 2014 at 3:06 am

      sequel dong, banyak yang nunggu loh……

       
    • Lim Minji

      12 Maret 2014 at 2:44 pm

      Lanjut sequel sequel!!! Jangan lupa yg lainnya juga sequel!!!

       
  2. ChoKyu

    11 Maret 2014 at 12:48 pm

    Yg ngebunuh kim ajhumma si himchan??

     
  3. pitriameinarti@yahoo.co.id

    11 Maret 2014 at 1:27 pm

    jadi himchan yang membunuh hanya dia mau melihat jiyeon , kan ada cara lain mau ngedeketin jiyeon , ya kok end sh aku mw sequel.a 🙂

     
  4. Kim hyun sang

    11 Maret 2014 at 1:38 pm

    Jd yg ngbunuh kim ajhumma tuch himchan atw jiyoen ? ?

     
  5. parkFirty

    11 Maret 2014 at 2:20 pm

    mwo??? jadi himchan yg bunuh orang” didesa cuma biar bisa liat jiyeon?? (⊙o⊙) Daebakk jarang” ada ff himchan jadi penggali kuburan~~ wkwk

     
  6. dyah babydino

    11 Maret 2014 at 2:41 pm

    ceritanya ngegantung tp seru aduh himcan kok sadis banget..dibikin skuelnya dong thor biar gk penasaran heee gomawo.

     
  7. devi jiyeonnie

    11 Maret 2014 at 3:23 pm

    Bgs bgt ide crita naa,,
    Ni FF sungguh Deabak .. ^^
    Lanjutin yaaaa

     
  8. necha45

    11 Maret 2014 at 3:51 pm

    bgus thor ffnya..
    annyeong author yg keceh,aku reader baru dsni ^^
    salam knal…

    thor bisa request ff ga?
    bkin ff yg pairingnya kyuzy dong?!
    pgen bgt baca ff buatan author yg pake castnya mereka,…
    dibls thor
    gomaweo (*^-^)

    방갑다 author-nim

     
  9. necha45

    11 Maret 2014 at 3:57 pm

    ffnya bgus..
    annyeong thor,aku reader baru dsni?!
    salam kenal ^^

    thor bisa request ff ga?
    bkin ff yg pairingnya kyuzy dong thor?!
    pengen bgt baca ff buatan author yg pake castny mrka..
    dibls ya thor..
    gomaweo *bow bareng baro

    방갑다 author-nim ^^v

     
    • Shin Zia

      11 Maret 2014 at 10:42 pm

      Tinggal ke Request Corner aja..
      disana udah aku tulis cara buat request ff gimana. 🙂

       
  10. iwulkyu

    11 Maret 2014 at 5:03 pm

    Wah..di lanjut dong thor..
    Jrang” ad ide FF kya gni ^^
    dtgu ya lanjutan’a 🙂

     
  11. Astikarina Sari

    11 Maret 2014 at 5:04 pm

    Serem cinggu, kasian yg dibunuhnya, but need sequelllllllllll

     
  12. Rinie moet

    11 Maret 2014 at 11:43 pm

    Apa mungkin yg bunuh orng2 itu Himchan??? Koq udh end sech kan msh blum tau cpa yg ngebunuh orng2?

     
  13. Nadhia

    12 Maret 2014 at 8:03 am

    Waduh himchan parah banget !!! Masa mau ketdmu jiyeon aja harus ngebunuh orang >_<

     
  14. susi501

    12 Maret 2014 at 10:02 am

    Gantung,butuh sequel.

     
  15. nia joe or ljoe

    12 Maret 2014 at 11:10 am

    Kurasa Himchan yg bunuh Kim ajuma…
    Tp bisa jadi juga Jiyeon*PLAK
    Ihhhh,,serem sekali klo disukai org macam Himchan..
    Hnya krna ingin melihatnya ia malah psycho kyk gtu…
    Sequel yaaaaa

     
  16. dhietta

    13 Maret 2014 at 1:28 am

    Squell thorr ,,, sumpah nihh ff bikin deg degan .

     
  17. djeany

    13 Maret 2014 at 8:06 am

    knp udah tamat.sequell donk.antara himchan or jiyeon.gila kl bgtu lama2 penduduk desa pd habis smua.pdhal mereka kayakx saling suka knp gak bertemu scara wajar.

     
  18. Ling_Key

    13 Maret 2014 at 10:51 pm

    Jiyeon ya yang ngebunuh? Karena tadi dia sempat berterimakasih ma Jungsoo. Mungkin dy seakan mendapatkan wangsit gitu buat ngebunuh. Ataukah Himchan yang berubah jadi psycho?0_0

     
  19. Septian dewi

    14 Maret 2014 at 6:06 am

    Sequel dong thor, ini trlalu sngkat critanya

     
  20. Joon

    14 Maret 2014 at 7:38 am

    Lagi seru2nya malah udh end.sequel donk…pnsaran nih

     
  21. pacarluhan

    14 Maret 2014 at 10:17 am

    widiiiww sadis thor-_-

     
  22. vieyoungie

    14 Maret 2014 at 2:34 pm

    huwahh serem.. masak ada pembunuhan gtu..
    jangan” himchan atau jiyeon ?

     
  23. chocobanana

    15 Maret 2014 at 4:14 am

    lagi seru2 baca eh malah udh end aja. gantung pula siapa pembunuh di balik smua ini?? himchan kah? apa jiyeon? ikhhh serem dh gara2 mau ketemu orang yg disuka kudu pake cara ekstrim ngorbanin nyawa..emg ga ad cara yg lbh wajar kah? uuu butuh sequel thor~ *puppy eyes*

     
  24. myeondeong

    16 Maret 2014 at 1:49 am

    Curiga nih ,, yg ngebunuh warga desa antara himchan sama jiyeon ,, sekuel dong thor , penasaran siapa yg ngebunuh wrga desa ,, soalnya himchan+jiyeon sama2 punya motif ngebunuh warga desa . Supaya bisa ngeliat msing2 ,, dtunggu sekuelnya yaaa :p

     
  25. NO NAME

    21 Maret 2014 at 2:59 pm

    himchan yang bunuh bukan? ini kaya test psikopat elah

     
  26. ♔ 97queeny ♔

    25 Maret 2014 at 12:41 am

    Ohmigot!! semua kematian misterius itu di sebabkan oleh himchan?? krn obsesinya ke jiyeon, cuma krn pingin liat jiyeon. michingeun >_< dia bahkan tega ngebunuh bibinya sendiri #surem
    waha, idenya daebak!! hime jadi penggali kubur XD perasaan kemaren" msh BYG aja yg berpindah profesi jadi penggali kubur, ternyata himchan juga ikutin jeja beralih profesi lol

     
  27. kyeon

    18 April 2014 at 6:57 am

    Squel thor… siapa pembunuhnya… jangan2 jiyeon?????

     
  28. diah.dimin

    7 Februari 2016 at 3:06 pm

    omaigot chan jahat… next

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: