RSS

Love You..? Hate You..? Part 5

17 Feb

Love You..? Hate You..? Part 5

Title         : Love You..? Hate You..? Part 5

Author     : Shin Zia

Genre      : Romance, Comedy

Cast         :

       Song Kyung-Il (History)

       Park Bo Young (OC)

       Other cast

***

Annyeong…

Aku datang lagi readersdeul. Pada nunggu lanjutan kisah Kyung-il dan Bo young kan??? *ga tuch! #gubrag

Oke dech.. ini lanjutannya. Kayaknya 2 atau 3 part lagi baru selesai nich. Gapapa yah! mudah mudahan readersdeul ga pada bosen sama ceritanya yang makin gaje.

Oke dech! Selamat membaca…

***

‘Kalau kau masih berani menemui Injoo! Maka aku akan meminta appa untuk menikahkan kita besok!’ ancam Bo Young.

‘MWO?’

Kyung-il membulatkan matanya. Dia hanya bisa menatap Bo young yang hari itu tampak benar-benar berbeda dari biasanya.

‘Apa kata-kataku kurang jelas?’ tanya Bo young yang tampak sangat kesal. Membuat Kyung-il hanya bisa diam mematung.

Bo young melepaskan genggaman tangannya di kerah baju Kyung-il dan meninggalkan namja yang kini tampak bingung dengan perubahan sikapnya yang tiba-tiba itu.

‘Enak saja kau mau terus dekat dengan Injoo!’ gumam Bo young sembari berjalan meninggalkan Kyung-il. ‘Kau itu tunanganku! Jadi jangan harap bisa dekat dengan yeoja lain selain aku!’ lanjutnya masih tampak kesal dengan apa yang tadi dilihatnya dikampus.

Kyung-il masih mematung dan hanya menatap punggung Bo young yang semakin lama semakin menjauh dan akhirnya menghilang ditikungan jalan.

Perlahan dia duduk dikursi yang ada didekatnya dengan wajah yang tampak masih bingung. Tangannya meraba bibirnya yang tadi tiba-tiba diserang Bo young.

Degdeg! Degdeg!

Dirasakannya detak jantungnya yang semakin lama semakin berdetak lebih cepat setiap mengingat kejadian beberapa menit yang lalu. Kedua sudut bibirnya pun tertarik keatas dan membentuk senyumannya yang paling menawan.

‘Gwieopne! Nae yakun!’ (lucunya! Tunanganku!) katanya terlihat senang dengan pandangan beralih ketempat dimana Bo young akhirnya menghilang tadi.

Diraihnya ponselnya yang tadi dimasukan kedalam saku kemejanya. Ditekannya kombinasi nomer yang sepertinya sudah sangat dihapalnya. Dan…

‘Injoo-ya! Na-ya! … Gomawo! … Eo! … Ehm! Akhirnya dia mengakuinya! … Geurae! Sampai ketemu dikampus besok!’ akhir Kyung-il.

Ditutupnya sambungan telpon itu, dan dia segera pulang ke rumahnya.

***

Bo young masuk kerumahnya dan langsung melemparkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu. Dia kembali mendengus kesal. Wajahnya masih ditekuknya. Dia benar-benar terlihat sedang dalam keadaan emosi yang tidak baik. *eo??????

‘Wae geurae?’ tanya Jung soo yang saat itu sedang membaca koran tepat dihadapan adiknya yang terlihat kesal itu.

Bo young menatap kakaknya itu dan mendesah. ‘Song Kyung-il!’ jawabnya pendek.

Jung soo mengerutkan alisnya. ‘Tto?’ (lagi) tanyanya. Ini bukan pertama kalinya Bo young pulang dan terlihat kesal karena tunangannya itu. Hanya saja, entah kenapa hari itu Jung soo melihat ada yang lain dengan kekesalan adiknya itu. Entah apa, hanya saja…

Bo young menarik nafas panjang dan menegakkan tubuhnya. ‘Oppa! Kalau aku menikah lebih dulu darimu apa kau tak keberatan?’ tanyanya masih dengan wajah kesalnya.

Jung soo membulatkan matanya dan hanya bisa menatap adiknya tak percaya. Bahkan tak ada kata yang dikeluarkannya saking terkejutnya.

‘Ish! Dasar Kyung-il menyebalkan!’ lanjut Bo young yang tak mempedulikan ekspresi wajah kakaknya yang masih terlihat shock dengan apa yang baru saja dikatakannya.

‘Aku benci melihatnya terus saja dekat dengan yeoja-yeoja genit yang ada dikampus!’ Bo young mulai mengeluarkan apa yang dirasakannya. ‘Bukankah dia sudah bertunangan denganku? Enak sekali dia kalau masih saja terus seperti itu! Sedang aku?’

Jung soo terdiam. Perlahan dia mulai tersenyum melihat adiknya yang tanpa sadar mengatakan isi hatinya yang cemburu melihat Kyung-il dekat dengan yeoja lain selain dia. Ternyata adiknya itu sudah mulai menyadari rasa cintanya pada namja yang jelas-jelas ditolaknya dihari pertunangannya sendiri.

‘Dia bahkan membuatku tak bisa pergi dengan Joongki oppa liburan kemarin! Dan sekarang dia masih…’

Jung soo terkekeh mendengar penjelasan adiknya yang masih saja mengeluarkan unek-unek yang ada dalam hatinya.

‘Youngie-ya!’ potong Jung soo masih tersenyum. ‘Apa kau menyukai Kyung-il?’ lanjutnya.

Raut wajah Bo young seketika itu berubah semakin kesal. ‘Ani!’ jawabnya tegas.

‘Jinjja?’ tanya Jung soo memastikan.

‘Eo!’ jawab Bo young cepat. ‘Na Kyung-il shireo! Wanjeon shireo!’ (Aku tak suka Kyung-il! Benar-benar tak suka) lanjutnya terlihat kesal, membuat Jung soo semakin melebarkan senyumnya.

‘Arraseo!’ ujar Jung soo kembali membuka koran yang tadi sempat ditutupnya. ‘Kalau begitu, kau tak perlu menikah dengannya!’

‘MWO?’ protes Bo young menatap kakaknya kesal. ‘Wae?’

‘Bukankah kau tak suka dengannya?’ tanya Jung soo lagi. ‘Lalu untuk apa kalian menikah kalau kau sama sekali tidak menyukainya?’

‘Aish!’ Bo young masih tampak tak terima dengan penjelasan kakaknya.

‘Oppa! Neon arro? (apa kau tahu) kalau aku tak menikah dengan dia, dia pasti akan mendekati semua yeoja genit itu! Dan kau tahu, itu membuatku ingin sekali memakannya hidup-hidup setiap kali dia mendekati yeoja-yeoja itu!’ papar Bo young terlihat seperti seorang gadis yang memang sedang dibakar api cemburu.

Jung soo semakin melebarkan senyumnya. ‘Arraseo!’ ujarnya masih mengulum senyum. ‘Ternyata kau memang sangat menyukai tunanganmu itu!’

‘Aish! ANIRANIKA!’ kesal Bo young yang langsung beranjak meninggalkan kakaknya yang sepertinya membuatnya semakin kesal.

Dia langsung masuk ke kamarnya dan menutup pintu dengan cukup keras.

‘Apanya yang suka?’ Bo young masih terus meneruskan kekesalannya. ‘Sampai kapan pun aku tidak akan pernah menyukai namja mesum menyebalkan seperti dia!’

Kyung-il masih terus tersenyum hingga dia sampai dirumahnya. Sikap Bo young padanya tadi, membuatnya benar-benar yakin kalau gadis itu mulai menyukainya.

Dia merebahkan tubuhnya diatas ranjangnya dan kembali mengingat kejadian ditaman lagi. Dia kembali terkekeh dengan wajah yang memerah.

Dddrrrrttttt……

Kyung-il segera meraih ponselnya. Dia langsung menegakan tubuhnya ketika melihat nama yang terpampang dilayar ponselnya.

Dia sedikit berdehem dan mengangkatnya.

‘Yeobeoseyo!’

‘Kapan kau akan mengembalikan cincinku?’

Kyung-il hanya tersenyum mendengar suara Bo young yang masih saja terdengar kesal. Berbanding terbalik dengan perasaannya yang tadi dikeluarkannya.

‘Wae? Bukankah kau bilang agar aku memberikannya pada Injoo! Eo?’

‘Aish! Tut.. tut… tut’

Kyung-il menatap ponselnya dengan senyum makin lebar ketika tiba-tiba Bo young menutupnya karena kesal.

‘Gwieopta!’ katanya.

***

Pagi sekali Bo young sudah berada didepan kelas Kyung-il, menunggu tunangannya itu datang. Dia masih menunjukan wajah kesalnya.

‘Chagi-ya!’ Bo young langsung menoleh ke sumber suara ketika Kyung-il yang baru saja datang memanggilnya. Sejak kejadian kemarin *saat dia mencium Kyung-il tiba-tiba* Bo young sepertinya sudah tidak memperdulikan lagi pandangan semua orang yang akan menatapnya karena sebutan dari namja yang kini sudah berdiri dihadapannya itu.

‘Mana cincinku?’ tanya Bo young tanpa basa-basi.

Kyung-il hanya tersenyum dan mengangkat bahunya.

‘Mana?’ tanya Bo young lagi sembari mengulurkan tangannya meminta Kyung-il agar mengembalikan cincinnya padanya.

‘Eobseo!’ jawab Kyung-il enteng. Dia mulai berjalan meninggalkan Bo young yang kemudian mengikuti langkahnya.

‘Apa maksudnya?’ tanya Bo young bingung.

‘Bukankah kemarin kau bilang padaku untuk memberikannya pada Injoo?’ tanya Kyung-il yang kini kembali menghadap Bo young.

‘MWO?’

Kyung-il hanya mengangguk dan tersenyum. Dia kembali melangkah meninggalkan Bo young. Dalam hatinya dia begitu senang setiap kali membuat gadis itu kesal. Karena dengan begitu, gadis itu akan terus mengikutinya dan terus menunjukan wajahnya yang terlihat begitu menggemaskan ketika sedang kesal seperti itu.

‘YA!’ teriak Bo young yang berhasil membuat Kyung-il menghentikan langkahnya dan kembali menoleh ke arahnya.

Namja itu kemudian hanya mengangkat bahunya sembari tersenyum dan kembali melangkah meninggalkan Bo young yang masih terlihat begitu kesal.

***

Begitulah setiap pagi. Bo young selalu mencari Kyung-il untu meminta namja itu mengembalikan cincinnya. Dan jawaban Kyung-il masih sama.

***

Bo young masih terdiam dikamarnya. Entah kenapa tapi bayangan ketika Kyung-il sedang mencium Injoo beberapa hari yang lalu terus membayanginya. Dia merasa kesal dengan ingatannya itu.

Belum lagi cincin pertunangannya yang katanya sudah diberikan Kyung-il pada Injoo. Membuatnya semakin gusar dan ingin sekali memakan namja itu hidup-hidup.

Jung soo yang sedari tadi sudah berada diambang pintu kamar Bo young dan memperhatikan adiknya itu, kemudian masuk dan langsung duduk disamping gadis kecil itu.

‘Kau kenapa?’ tanya Jung soo sembari membelai kepala adiknya.

Bo young hanya menatapa kakaknya itu dan memasang wajah masamnya. Dia tariknya nafas panjang. Dan…

‘Apa kali ini masih Kyung-il lagi?’ tanyanya lagi.

Bo young tak menjawabnya dan hanya menyandarkan kepalanya dibahu Jung soo.

Jung soo pun hanya membiarkan adiknya itu terus bersandar dibahunya. Sesekali dia bisa mendengar kalau adiknya itu menarik nafas panjang.

‘Ni Banji…’ (cincinmu) Jung soo menggantung kata-katanya dan menunjuk jari manis Bo young yang kini polos. ‘Eotti?’ lanjutnya. Sejak hari pertunangannya dengan Kyung-il, walau pun Bo young jelas-jelas menolaknya, tapi gadis itu tidak pernah melepas cincin pertunangannya.

‘Aku berikan pada Kyung-il!’ jawab Bo young kesal. Membuat Jung soo sedikit menyipitkan matanya.

‘Aku memberikan cincin itu agar dia memberikannya pada gadis yang sekarang sedang dikencaninya!’ lanjut Bo young memaparkan. Membuat Jung soo membulatkan matanya tak percaya.

‘Ya! Kau mau memutuskan pertunanganmu dengannya?’ tanya Jung soo sedikit bingung dengan sikap adiknya. Bukankah tadi dia bilang ingin segera menikah dengan tunangannya itu? Tapi kenapa dia memberikan cincin pertunangannya untuk diberikan pada orang lain?

‘Ani!’ jawab Bo young tegas. ‘Aku mengancamnya!’

‘Mengancam?’

‘Eo! Kalau dia masih berani mendekati yeoja lain, maka aku akan meminta appa untuk sgera menikahkan kami!’

‘Mwo?’

‘Aish! OPPA!’ kesal Bo young karena kakaknya itu masih saja terus bertanya padanya. ‘Kenapa hari ini kau banyak sekali…’

‘Ya!’ potong Jung soo sedikit membentak adiknya. ‘Bukankah dengan memberikan cincin itu pada Kyung-il berarti kau membebaskannya untuk jalan dengan yeoja lain?’ tanyanya.

‘Bukankah dengan begitu berarti kau memutuskan pertunangan kalian karena kau mengembalikan cincin itu padanya?’ lanjutnya membuat raut wajah Bo young seketika itu berubah.

Bo young menatap kakaknya dengan wajah yang mulai memucat. Dia memutar otaknya. Semua yang dikatakan kakaknya benar. Dengan mengembalikan cincin itu pada Kyung-il, berarti dia sudah memutuskan pertunangannya dengan namja itu dan membuat namja itu bebas untuk mendekati yeoja lain selain dia.

‘Oppa…’ Bo young menatap kakaknya bingung. ‘Eotteohke?’ lanjutnya terlihat semakin cemas. ‘Kalau Kyung-il benar-benar memberikan cincin itu pada yeoja lain…’

***

Malam itu, Bo young benar-benar tak bisa memejamkan matanya mengingat apa yang dikatakan Jung soo sore tadi.

‘Kalau Kyung-il benar-benar memberikannya pada Injoo…’ tanya Bo young pada dirinya sendiri.

‘Ah! Aniya! Aniya!’ bantahnya kemudian. Dia maih terus mondar-mandir memikirkan semua yang dikatakan Jung soo.

Berkali-kali dia bergumam menanyakan kemungkinan itu, tapi kemudian dia menggelengkan kepalanya berkali-kali menepis semua pikirannya itu.

‘Aniya! Aniya!’ sangkalnya lagi. Dia benar-benar terlihat gelisah. Entah kenapa, tapi dilubuk hatinya yang paling dalam, Bo young merasa takut kalau apa yang dikatakan kakaknya tadi benar.

Di tempat lain, di waktu yang sama………

Kyung-il masih saja menatap cincin milik Bo young sembari sesekali tersenyum. Dia masih belum ingin mengembalikan cincin itu pada gadis itu, karena dengan begitu, setiap pagi gadis itu akan datang mencarinya untuk memintanya mengembalikannya.

Dan lagi, cincin itu mengingatkannya pada kejadian dimana Bo young menciumnya.

‘Cincin siapa?’ tanya Joongki ketika melihat adiknya tersenyum sendiri sembari memainkan cincin ditangannya.

Kyung-il hanya tersenyum dan memasukan cincin itu kedalam sebuah kotak kecil berbentuk segiempat.

‘Apa kau akan melamar tunanganmu dengan cincin itu?’ tanya Joongki lagi begitu melihat adiknya memasukkan cincin itu dalam sebuah kotak.

‘Ini cincin pertunangan milik Bo young!’ jawab Kyung-il sembari memasukan kotak cincin itu dalam saku celananya.

Joongki membulatkan matanya. ‘Apa Bo young memutuskan pertunangan kalian?’ tanyanya kemudian.

‘Ani hyung!’ jawab Kyung-il cepat. ‘Aku hanya…’

‘Wah! Apa aku harus meminta abeoji untuk menjodohkan gadis itu denganku?’ potong Joongki menggoda adinya.

‘Ya! Hyung!’ Kyung-il langsung menunjukan wajah protesnya pada kakaknya itu.

Joongki terkekeh melihat sikap adiknya itu. ‘Wae? Bukankah dulu kau juga menolak untuk dijodohkan dengannya?’ tanya Joongki lagi.

Flashback

Dihari dimana Kyung-il dan Bo young bertengkar karena rencana perjodohan mereka…

‘Kau yakin kalau Bo young mengatakan kalau dia menyukaiku?’ tanya Joongki yang saat itu sedang berbicara dengan Jung soo di telpon.

‘Eo! Dan sepertinya Youngie akan menolak perjodohan antara dirinya dengan adikmu!’ jawab Jung soo dari ujung ponsel.

Joongki terkekeh. ‘Apa kau tahu kalau sebenarnya mereka saling menyukai sejak mereka masih kecil?’ tanya Joongki lagi mengingat betapa dekatnya Kyung-il dan Bo young sejak kecil. Walau mereka berdua memang selalu bertengkar, tapi Joongki yang begitu mengenal adiknya tahu kalau sebenarnya adiknya itu sangat menyayangi gadis yang usianya 3 tahun dibawahnya itu.

‘Arro!’ jawab Jung soo yang juga sangat mengenal Bo young.

‘Geurae! Aku akan membuat Kyung-il menyetujui pertunangan itu!’ ujar Joongki penuh percaya diri.

‘Kau cukup katakan saja iya pada Bo young!’ akhirnya.

Joongki menutup sambungan telponnya dan tersenyum lebar. Tak lama setelah itu, Kyung-il kembali dari kampusnya dan terlihat kesal.

‘Wasseo?’ tanya Joongki langsung menghampiri adiknya yang terlihat kesal itu.

Tak ada jawaban dari Kyung-il. Namja berumur 22 tahun itu memang selalu terlihat manja dihadapan kakaknya yang hanya terpaut 2 tahun itu.

‘Kau mau kemana?’ tanya Joongki ketika melihat adiknya beranjak dari tempatya duduk.

‘Nae bang!’ (kamarku) jawabnya pendek.

‘Jangan lupa kalau nanti malam kita akan berkunjung kerumah Park ahjussi untuk membicarakan perjodohanmu dengan…’

‘An-kka!’ (aku tak akan pergi) potong Kyung-il kesal.

‘Wae?’

Kyung-il menarik nafas panjang dan kembali duduk didekat kakaknya.’Sampai kapan pun aku tidak akan bertunangan dengan gadis yang bisanya hanya marah-marah itu!’ jawabnya. Dari nada suaranya, terdengar jelas kalau Kyung-il masih kesal dengan gadis yang akan dijodohkan dengannya itu.

Joongki kemudian menganggukan kepalanya. ‘Geurae! Kalau begitu…’ Joongki menggantung kata-katanya.

‘Aku akan menggantikanmu untuk dijodohkan dengan gadis manis itu!’ lanjutnya.

‘MWO?’ Kyung-il langsung menegakkan duduknya dengan mata membulat menatap kakaknya. ‘Andwae!’ lanjutnya.

‘Wae?’ tanya Joongki. ‘Bukankah kau akan menolaknya?’

‘Andwae!’ ulang Kyung-il tampak tak rela.

‘Wae?’ tanya Joongki lagi.

Kyung-il terlihat bingung dan sedikit kikuk. ‘Andwae! Dia… dia…’ Kyung-il semakin terlihat salah tingkah saat itu. Hingga…

‘Ka… Kau mau membuatnya semakin menindasku?’ lanjutnya yang akhirnya menemukan alasan yang tepat untuk menutupi hatinya yang sebenarnya sangat menyukai gadis yang akan dijodohkan dengannya itu.

‘Eo?’ Joongki pura-pura tak mengerti dengan maksud adiknya itu. ‘Apa maksudmu? Menindas?’ tanya Joongki lagi.

Kyung-il seperti menemukan alasan yang tepat mendengar pertanyaan yang dilontarkan kakaknya itu. ‘Dia akan merasa kalau dia lebih berkuasa jika dia jadi kakak iparku!’ papar Kyung-il. Dia yakin kalau kakaknya akan lebih mendengarkan keluhannya itu.

Joongki terdiam dan tampak berpikir. ‘Geurae!’ ujar Joongki. ‘Kita tolak saja perjodohan itu!’ lanjutnya menyetujui perkataan adiknya.

‘Yah! Walau aku yakin kalau abeoji akan kecewa dengan keputusan kita!’ akhir Joongki sembari menepuk pundak adiknya. Membuat Kyung-il terdiam.

Selain Bo young, abeoji adalah kelemahan Kyung-il yang lain. Dia akan menjadi patuh dan penurut jika sudah berhubungan dengan ayahnya yang selama hampir 15 tahun terakhi ini merawat mereka sendiri.

Kyung-il tampak sedang berpikir. Yang dikatakan Joongki benar. Dia tidak mungkin mengecewakan abeojinya yang selama ini selalu saja menuruti semua permintaannya.

‘Kalau kau memang tidak ingin dijodohkan dengan Bo young, maka aku akan…’

‘Halkeyo!’ (aku akan melakukannya!) potong Kyung-il yang tak lagi memikirkan kekesalannya pada Bo young.

‘Kalau kau memang tidak ingin dijodohkan, aku akan…’

‘Aniyo!’ potong Kyung-il mantap. ‘Aku akan menerimanya! Perjodohan itu!’ sambungnya. Dia langsung beranjak dari tempatnya duduk.

‘Kalau sudah siap untuk berangkat, panggil aku!’

Kyung-il langsung masuk ke kamarnya.

Joongki menatap adiknya dan tersenyum. Dia pun langsung menghubungi Jung soo untuk mengatakan kalau Kyung-il, adiknya, akan menerima perjodohan itu.

Flashback end

Kyung-il tersenyum. ‘Gomawo!’ ujarnya kemudian kepada kakaknya. Membuat Joongki balas tersenyum dan menganggukan kepalanya.

***

Pagi itu, sekali lagi Bo young menghampiri Kyung-il dikelasnya untuk meminta cincinnya. Dan lagi-lagi Kyung-il mengatakan kalau cinicn itu sudah diberikannya pada Injoo.

‘Eotteohke?’ tanya Kyung-il sembari mengangkat bahunya. ‘Cincin itu sudah tidak ada ditanganku!’ lanjutnya masih berbohong pada Bo young. ‘Kau yang memintaku untuk memberikannya pada Injoo kan?’

Bo young hanya menatap Kyung-il sembari menggigit jarinya dan memasang wajah bingung. Dia hanya mondar-mandir dihadapan tunangannya itu sembari berpikir. Dia tidak bisa menyembunyikan wajah cemasnya. Takut-takut kalau Kyung-il benar-benar memberikan cincinnya pada Injoo.

‘Kalau kau tak percaya…’ Kyung-il menatap Bo young yang masih berdiri dihadapannya itu. ‘Kau boleh menanyakannya pada Injoo!’ lanjutnya.

Bo young menatap Kyung-il lekat. ‘Haruskah aku menanyakannya pada Injoo?’ tanyanya dalam hati sembari menatap Kyung-il yang masih tersenyum dihadapannya. ‘Haruskah seperti itu?’ tanyanya lagi yang masih terlihat ragu.

‘Kka!’ saran Kyung-il sembari melangkah meninggalkan Bo young yang masih saja terlihat bingung.

Bo young kini terdiam dan terlihat panik. Dia bahkan tidak tahu harus menyusul Kyung-il atau langsung menemui Injoo untuk menanyakan cincinnya itu.

Semua yang dikatakan jung soo padanya kemarin pun kembali terngiang ditelinganya. Membuatnya semakin cemas.

Bo young kembali ke kelasnya dengan bimbang. Antara diam atai bertanya tentang cincinnya pada Injoo. Dia terlihat gugup dan salah tingkah. Bahkan ketika bertemu dengan Injoo dikelasnya. Dia malah tidak bicara apa-apa pada teman satu kelasnya itu.

Sejujurnya, dia ingin bertanya tentang cincin itu pada Injoo. Hanya saja, dia terlalu takut. Takut kalau cincin itu benar-benar ada ditangan ditemannya itu karena Kyung-il memang sudah memberikannya padanya.

Kejadian itu berulang berhari-hari. Hampir setiap pagi, Bo young akan mencari Kyung-il ke kelasnya hanya untuk meminta kembali cincinnya. Dan jawaban Kyung-il pun tetap sama.

Hingga setelah 1 minggu…

Kyung-il masih terus mengatakan kalau cincin itu sudah diberikannya pada Injoo. Dia juga masih menantang Bo young untuk menanyakannya langsung pada Injoo tentang benda bulat berwarna silver itu.

Bo young menatap Kyung-il sekali lagi. Mencoba meyakinkan dirinya kalau inilah satu-satunya cara agar dia bisa mengambil kembali cincin yang ternyata begitu berarti baginya ketika benda itu sudah tak lagi berada ditangannya.

Kyung-il memberi isyarat dengan tangannya mempersilahkan Bo young untuk pergi menemui Injoo.

Dengan ragu, Bo young membalik tubuhnya dan mulai berjalan menuju kelasnya. Perlahan, dia melangkah untuk menemui Injoo dan mencoba memberanikan diri untuk menanyakannya pada teman yang membuatnya menyadari tentang perasaannya pada Kyung-il itu.

***

Kyung-il masih duduk dikelasnya ketika Hyorin tiba-tiba datang ke kelasnya.

‘Kyung-il sunbae!’

‘Eo? Hyorin-a! Wae? Tumben sekali kau mencariku? Apa kau tidak bersama… Eh, kau mau membawaku kemana?’

Hyorin yang baru saja datang langsung saja menarik Kyung-il. gadis itu terlihat sedikit panik dan dengan tergesa-gesa menarik namja yang adalah tunangan dari sahabatnya itu.

‘Hyorin-a! Kau mau bawa aku keman… ‘

Kata-kata Kyung-il terhenti. Dibulatkannya kedua bola matanya ketika melihat dua orang gadis sedang duduk berdua dan tampak sedang berbicara serius.

‘Bo young…….????’

TBC…

***

Segitu dulu yah readersdeul. Mian kalau masih banyak typo dan aku postingnya lama. Tiap hari mainan Paracetamol di lab bikin pusing. Jadi kelupaan lanjutin ff ini.

Oke dech. Silahkan di komen…

Annyeong…

 
44 Komentar

Ditulis oleh pada 17 Februari 2014 in FF

 

Tag: , , ,

44 responses to “Love You..? Hate You..? Part 5

  1. qyunyuk

    17 Februari 2014 at 6:07 pm

    ahhh penasaran!!!!
    lanjut chingu….

     
  2. Winchiwon yoonwonited

    17 Februari 2014 at 6:24 pm

    Lanjut

     
  3. hanami

    17 Februari 2014 at 11:35 pm

    kyung il jail bgt akhh thor isi ff nya kurang bnyak pi mkin bkin q penasaran

     
  4. hwangtastic

    17 Februari 2014 at 11:58 pm

    lanjut thor
    tbc nya pake di tulis diwaktu yg gk tepat 😀
    lanjuttttt!!

     
  5. zysha moe

    18 Februari 2014 at 12:12 am

    Update kilat dong 😀

     
  6. octhaviee

    18 Februari 2014 at 12:36 am

    Lagi seru-serunya malah tbc ,
    Ditunggu kelanjutannya ya
    Bo Young akhirnya jatuh cinta juga sama Kyung-Il .. Hohoho
    Lanjut chingu ,
    Keep writing

     
  7. shahyun

    18 Februari 2014 at 12:53 am

    Ish penasaran . Buat kyung~il yg cemburu dong ya ya ya . Pasti seru hehehe

     
  8. @PanDyah7

    18 Februari 2014 at 1:26 am

    ahh… seru

     
  9. ruunachy

    18 Februari 2014 at 2:26 am

    semoga boyoung gak jambak2an dengan injoo, hahaha…..

     
  10. susi501

    18 Februari 2014 at 3:50 am

    Penasaran,ditunggu next chaper nya yah author.

     
  11. jelitalee3424

    18 Februari 2014 at 5:05 am

    ah kok mesti ada sih TBC 😥

     
  12. Rianty

    18 Februari 2014 at 5:19 am

    kkekkekke,, dasar pasangan aneh,,
    bilang tidak suka tapi saling mencintai.., berasa ke sinetron,,

    #kajja Thor lanjutin,,

     
  13. Aeyon

    18 Februari 2014 at 5:47 am

    aku readers baru, salam kenal. ff kamu Keren thor. lanjut thor. 🙂

     
  14. ranny

    18 Februari 2014 at 5:48 am

    lanjut thor..
    Aku ska ama ffnya..

     
  15. kartika hutabalian

    18 Februari 2014 at 5:49 am

    Wah..
    Benarbenar di tunggu part ini

    Part ini ternyata bikin mereka meyadari kalau mereka suka..

    Seru banget…
    Lanjut…

     
  16. eunhyuk

    18 Februari 2014 at 7:11 am

    yah lagi seru2 nya bersambung,lanjut thor

     
  17. Nadhia

    18 Februari 2014 at 7:16 am

    Mian baru coment. Baca mulai awal ampe skrng gk bosen2. Yang part ini bikin penasaran ?
    Mian klo coment.a gaje.. Hehe

     
  18. venny98

    18 Februari 2014 at 7:36 am

    Wahhh akhirnya setelah di tunggu” muncul juga 😀
    Lanjutnya jangan lama” thorr

     
  19. Nurlela

    18 Februari 2014 at 8:23 am

    Gantian ath kyung il dibikin cemburu ma bo young….pasti seru tuh…♥
    joonki oppa bantuin bo young ath jailin kyung il…

     
  20. mio

    18 Februari 2014 at 9:18 am

    kenapa part ini begitu bertele2

     
  21. lee haernie

    18 Februari 2014 at 10:26 am

    d.lanjut juga ,
    boyoung ngomongin apa ya ?

     
  22. veronica lee

    18 Februari 2014 at 10:52 am

    wah seru tuh thor. Di tunggu lanjutanya. Jangan kelamaen ya thor.. Gomawo

     
  23. vany

    18 Februari 2014 at 11:14 am

    huwaaaa><, penasaran author lanjutin lagi cepetan…pleaseeee^^ keep writing nde^^

     
  24. Pho

    18 Februari 2014 at 11:21 am

    Wah makin seru & makin penasaran nih. Lanjut thor segera yaa..

     
  25. umi_ali

    18 Februari 2014 at 12:47 pm

    Whua, apa yaaah yg diomongin ama ama boyoung
    Dan ngak nyangka aja klo tyta kyung iljg sama , wkwkwkw

     
  26. untci

    18 Februari 2014 at 12:52 pm

    Aish penasaran

     
  27. Kasma libhy

    18 Februari 2014 at 1:34 pm

    Next thorr….. ^_^

     
  28. nana~~

    18 Februari 2014 at 1:40 pm

    ih bikin penasaran 😦
    next~~ cepet ya thor:D

     
  29. heeyeon

    18 Februari 2014 at 2:54 pm

    bagus ff ng

     
  30. neezhaa

    18 Februari 2014 at 5:06 pm

    Laah lg pda ngpan tuch!!
    Dtnggu kelanjtnnya^^

     
  31. lia

    19 Februari 2014 at 8:54 am

    kyung il jail banget sama bo young ,yah tbc
    post kilat ya…ya..ya..?

     
  32. dina

    19 Februari 2014 at 9:55 am

    Sumpah..lucu bangeddd sich ƞȋ̝̊♓ story..ampe ketawa bacanya…

     
  33. moshi-moshi

    19 Februari 2014 at 12:53 pm

    Ijin baca, 🙂
    Lnjutnya jgn lama2 ya thor, ^^

     
  34. melanifani

    19 Februari 2014 at 2:29 pm

    Lanjuuuuuuuuuuut (^_^)

     
  35. Wanda Salsabilla

    20 Februari 2014 at 1:16 pm

    seru,penasaran thor jgn lama2 ya

     
  36. Renna

    21 Februari 2014 at 11:45 am

    Lanjutt min, jangan lama2 udah keburu kepoh

     
  37. TRizy

    21 Februari 2014 at 12:51 pm

    seru,,, lucu dan bikin gemesss,,, OO ooo,,, endingnya napa tuch?? Bo young kayaknya,, mau . . . . . . .
    next part ditunggu,,, cepet dipublish ne ^^

     
  38. Kyumee

    22 Februari 2014 at 4:23 am

    Next

     
  39. yuhuufams

    23 Februari 2014 at 7:42 am

    Reblogged this on yuhuufams.

     
  40. Jia Jung

    23 Februari 2014 at 11:55 pm

    Nah kan Bo Young nekat..
    Lagian Kyung jail bgt si..
    Kalo Young tau Kyung cuma ngerjain doang pasti bakalan ada PD III ni..

    Jia Jung

     
  41. rightside17

    24 Februari 2014 at 11:05 am

    Duh makin seru aja nih

     
  42. hinata

    25 Februari 2014 at 2:48 am

    Tbc d saat yg tdk tepat
    😛
    Next

     
  43. Nabiritata

    26 Februari 2014 at 5:49 am

    mereka lucu yak??sama sama childish dan gampang banget disetir sama kakak kakaknya

     
  44. myeondeong

    26 Februari 2014 at 9:12 pm

    Kyung-il2 msh ajjj dia ngerjain bo young ,, ;; wduh bneran tuh bo yoong nanyain lngsung k injoo wahhh bakalan ada yg jmbak2an nih :p

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: