RSS

Love You..? Hate You..? Part 3

04 Feb

Shireo

Love You..? Hate You..? Part 3

Title         : Love You..? Hate You..? Part 3

Author     : Shin Zia

Genre      : Romance, Comedy

Cast         :

       Song Kyung-Il (History)

       Park Bo Young (OC)

       Other cast

***

Annyeong…

Huwaaa… Aku balik lagi…

Mian yah readersdeul kalo aku lama postingnya. Kesengsem sama Song Joongki di running man, jadi ga inget buat lanjutin kisahnya Kyung-il sama Bo young.

Oke dech. Seperti biasa, mian kalau masih banyak typo dan ceritanya gaje. Please jangan di bash yah.

Jangan lupa tinggalkan komentar..

Selamat membaca…

***

Sekarang kau adalah milikku kau tahu itu

Kau boleh menggenggam tanganku

Kau juga boleh memelukku

Tak mengapa

Bisakah kau buka hatimu

 

Cobalah lihat kedalam hatiku

Tersenyumlah seperti itu

Sekarang percayalah padaku

Katakanlah

Kau cukup katakan cinta

 

Tell Me Love – History

***

‘Aku menerimanya!’ potong Kyung-il.

‘MWO?’…… Bo young membulatkan matanya dan menatap ke arah Kyung-il.

‘Aku menerimanya!’ ulang Kyung-il sembari tersenyum menang menatap Bo young.

‘YA!….’

‘Aku menerimanya!’ ulang Kyung-il yang tak menghiraukan teriakan Bo young dan hanya menatap mantap kearah appa dan juga kedua orang tua Bo young.

‘Kau yakin?’ tanya Joongki seolah sangsi dengan keseriusan yang ditunjukan adiknya itu.

‘Eo!’ jawabnya sembari mengangguk mantap.

‘Tapi aku menolaknya!’ potong Bo young sembari menatap kesal kearah Kyung-il.

Gadis itu lalu menatap ayahnya dengan wajah memelas. ‘Appa, jebal! Aku belum ingin menikah sekarang. Keureonika appa…’

‘Aku juga tidak ingin menikah sekarang!’ potong Kyung-il yang lagi-lagi berhasil membuat Bo young semakin kesal. Dan apa yang dikatakan Kyung-il itu pun membuat semua orang yang ada disana menatapnya.

‘Aku baru bisa menikah kalau aku sudah menyelesaikan kuliahku dan juga menyelesaikan wajib militerku appa!’ lanjutnya terdengar begitu mantap dengan keputusannya untuk menerima perjodohan itu. Ditatapnya lagi Seung hoon dan kedua orang tua Bo young dengan tatapan mantap.

‘Aku akan bertunangan dengan Bo young kapan pun appa inginkan. Tapi….’

‘Joha!’ potong Seung hoon sembari menganggukkan kepalanya beberapa kali. Dia lalu menatap Jun gyu.

‘Kau tak keberatan kan hyung kalau putra dan putri kita menikah beberapa tahun lagi?’ tanyanya dengan senyum bahagianya.

‘Eo! Keurae! Kapan pun itu, asal mereka jadi menikah, tak masalah buatku!’ jawab Jun gyu mantap.

‘Keundae appa na…’

‘Kau terima saja saengi-ya!’ lirih Jung soo menggenggam lengan Bo young. Ditatapnya adiknya itu dengan tatapan memohon. Hingga akhirnya Bo young terdiam dan menuruti apa kata kedua orang tuanya.

Hari itu juga, Bo young dan Kyung-il langsung bertunangan dihadapan dua keluarga mereka. Semua tampak senang. Bahkan Kyung-il yang tadi siang masih bersikap kasar pada Bo young pun malah terlihat senang dengan rencana perjodohan itu.

Bo young yang masih kesal dengan apa yang baru saja terjadi, hanya duduk sendiri ditepi balkon sembari menatap langit malam yang cukup cerah saat itu.

‘Mianhae!’

Bo young langsung menoleh ke sumber suara yang kini sudah berdiri disampingnya duduk.

‘Aku melakukannya demi appa!’ lanjut Kyung-il lirih. ‘Aku tak ingin membuat appa kecewa dengan menolak perjodohan ini!’. Kyung-il menatap lurus kearah langit yang sedari tadi masih jadi pusat perhatian Bo young.

‘Lagipula, kita tidak perlu langsung menikah kan?’ lanjutnya tersenyum menatap Bo young.

Bo young mendengus pelan. ‘Seharusnya kau mengatakan alasanmu sejak awal padaku!’ sahut Bo young yang juga merasa sedikit bersalah karena tadi sudah berteriak dan menolak perjodohan itu. Kalau dia tahu Kyung-il menyetujuinya karena tidak ingin mengecewakan appanya, dia juga pasti akan langsung menyetujuinya dan tidak akan membuat kedua orang tuanya malu dihadapan appanya Kyung-il.

Kyung-il terkekeh. ‘Dasar gadis bodoh!’ ujarnya dalam senyum. ‘Apa untuk masalah berbakti pada orang tua saja harus aku ajari?’ tanyanya masih dengan senyuman manisnya.

Bo young terdiam menatap namja yang berdiri disampingnya itu. Selama dia mengenal namja itu, baru kali ini dia bersikap dewasa dan juga lembut seperti itu padanya.

Bo young masih terpaku menatap Kyung-il yang tiba-tiba berubah sedikit lebih bijak. Bahkan perlahan, detakan jantungnya mulai memburu dan semakin cepat.

‘Keundae…’ Kyung-il kini menatap Bo young sembari sedikit tersenyum. ‘Apa kau yakin tidak akan menikah denganku secepatnya?’ lanjutnya kembali menggoda gadis yang kini jadi tunangannya itu.

‘Mwo?’ spontan Bo young membulatkan matanya dan menjauhkan tubuhnya dari Kyung-il berdiri.

Kyung-il kembali mengeluarkan senyum jahilnya. ‘Apa kau tak mau merasakan sentuhanku yang…..’

‘Aaaaarrrrrgggggghhhhhhh!’ teriak Bo young yang langsung berlari meninggalkan Kyung-il sembari menutup telinganya. Membuat semua orang disana terbingung menatap tingkah gadis berumur 19 tahun itu.

‘Ya! Chagi-ya! Eottika?’ goda Kyung-il begitu melihat Bo young berlari meninggalkannya juga meninggalkan ruangan itu.

‘Ah! Shikeureo!’ teriak Bo young mempercepat langkahnya.

Kyung-il terkekeh melihat tingkah Bo young itu. ‘Gwieopta!’ ujarnya yang entah mengapa selalu merasa begitu senang setiap kali mengerjai Bo young.

Kyung-il masih terus tersenyum mengingat tingkah Bo young yang baru saja meninggalkannya. Tapi tak berapa lama, dia terdiam. ‘Mwoya?’ tanyanya pada dirinya sendiri ketika ada sesuatu yang lain yang dia rasakan ketika bersama dengan gadis berpostur mungil itu.

***

Kyung-il tersenyum mengingat kejadian beberapa jam lalu ketika dia berhasil membuat Bo young, gadis yang selalu jadi sasaran kejahilannya mati kutu dihadapan seluruh keluarganya.

‘Kadang kau tampak bodoh, Park Bo young!’ umpatnya yang masih juga tersenyum-senyum sendiri mengingat tingkah Bo young.

‘Keundae, bukankah aku bilang padanya kalau aku tak akan menikahinya walaupun didunia ini sudah tidak ada lagi yeoja selain dia?’ tanya Kyung-il yang akhirnya mengingat semua yang dikatakannya pagi tadi pada Bo young. Belum lagi disana banyak yang mendengar teriakan mereka.

‘Aish!’ Kyung-il mengacak rambutnya frustasi dengan apa yang sudah dilakukannya sendiri.

‘Apa kata mereka jika tahu kalau aku akhirnya bertunangan dengan gadis yang bahkan tak pernah terlihat akur denganku?’ tanya Kyung-il pada dirinya sendiri setelah mnegingat kembali semua kejadian tadi pagi.

‘Andwaegaetta!’ (Ini tak boleh terjadi) ucapnya langsung meraih ponsel ang ditaruhnya diatas lemari kecil didekat tempat tidurnya.

‘Aku harus mengatakan pada Bo young untuk merahasiakan pertunangan ini pada semua orang yang ada dikampus,’ ujarnya yan sedikit panik.

Kyung-il pun akhirnya merutuki kebodohannya yang telah menerima perjodohan itu.

Di tempat lain… Di waktu yang sama…

‘Dasar namja menyebalkan! Kenapa dia tidak mengatakan dulu padaku niatnya itu?’ kesal Bo young yang masih merasa malu dengan sikap yang tadi ditunjukannya dihadapan kedua orang tuanya juga appa Kyung-il.

‘Kau benar-benar sudah membuatku malu dihadapan semua orang yang datang tadi!’ katanya tadi. Bo young masih terus merasa kesal dengan sikap Kyung-il tadi. Tapi kemudian gadis manis itu tersenyum.

‘Ternyata kau tak semenyebalkan yang aku pikirkan!’ katanya mengingat apa yang tadi dilakukan Kyung-il. ‘Tampangmu juga lumayan…’

Bo young menghentikan kata-katanya. ‘Mwoya?’ tanyanya pada diri sendiri ketika mengingat apa yang baru saja melintas dalam benaknya.

‘Ish! Andwae!’ sangkalnya. ‘Aku tak boleh bersimpati padanya hanya karena sikapnya tadi!’

‘Andwae!’

Ddddrrrrrtttttt……

Bo young segera meraih ponselnya ketika terdengar ada sebuah pesan masuk.

Dia sedikit menyipitkan matanya ketika diihatnya nama si pengirim.

‘Kyung-il?’

Dengan segera dibacanya pesan yang dikirimkan ‘tunangan’nya itu.

Senyuma terkembang dibibir gadis mungil itu. ‘Song Kyung-il! Chukkeosseo!’ katanya setelah membalas pesan yang dikirim Kyung-il.

***

Bo young sudah duduk manis didepan kelas Kyung-il sebelum namja yang kini berstatus tunangannya itu datang. Gadis itu tersenyum sendiri dan tampak begitu senang.

Diingatnya lagi pesan yang semalam dikirim Kyung-il untuknya, dan senyum dibibirnya pun semakin lebar.

‘Matilah kau Song Kyung-il!’ kutuknya dalam hati ketika dari kejauhan dilihatnya sosok Kyung-il yang dengan tergesa-gesa berjalan menghampirinya. Senyuman evil pun terukir dibibir gadis kecil itu.

‘Ya! Apa maksudmu dengan meminta apapun sebagai imbalan eo?’ tanya Kyung-il sembari mengatur nafasnya yang sedikit terengah karena tergesa-gesa mencari Bo young tadi.

Bo young hanya tersenyum dan mengangkat bahunya lalu berlalu meninggalkan Kyung-il yang masih mengatur nafasnya.

‘Ya! Ya! Ya! Eottika?’ tanya Kyung-il yang mau tidak mau kini berjalan mengikuti kemana Bo young pergi. ‘Ya! Park Bo young! Aku belum selesai bicara denganmu!’ lanjutnya sembari menarik bahu Bo young menahan langkah gadis itu.

‘Eo, kau bicara padaku, OP-PA?’ tanya Bo young dengan penekanan pada kata oppa dan suara yang agak keras.

‘Ya!’ bentak Kyung-il lirih dan langsung menutup mulut Bo young dengan tangannya. ‘Sejak kapan kau memanggilku dengan sebutan oppa, eo?’ lanjutnya masih dengan suara yang hampir tak terdengar dan penuh penekanan.

Kyung-il benar-benar dibuat kesal dengan sikap Bo young pagi itu.

Dengan segera Bo young menepis tangan Kyung-il yang masih berada dimulutnya. Seringai kembali terukir dibibir gadis itu.

‘Bukankah sekarang kita sudah bertun…’

‘Ya! Ya! Ya!’ potong Kyung-il sebelum Bo young meneruskan kalimatnya. Dia mnegangguk frustasi berkali-kali. ‘Keurae! Katakan aku harus melakukan apa eo?’ tanyanya kemudian yang sudah menyerah pada gadis itu.

Bo young tersenyum senang. ‘Apapun?’ tanyanya kemudian.

‘Eo, apapun!’ jawab Kyung-il yang sepertinya sudah terperangkap dalam kebodohannya sendiri.

Bo young menganggukan kepalanya. ‘Arraseo! Aku akan mengatakannya nanti!’ katanya sambil berlalu. Tapi belum beberapa langkah dia meninggalkan Kyung-il, gadis itu kembali dan berbisik ditelinga Kyung-il.

‘OP-PA!’

Kyung-il membulatkan matanya kesal melihat Bo young yang langsung berlari meninggalkannya setelah berbisik ditelinganya. Ditariknya nafas panjang. Setidaknya Bo young adalah gadis yang selalu melakukan apa yang dikatakannya. Jadi dia tidak khawatir kalau gadis itu akan membocorkan sesuatu yang nantinya juga akan membuatnya malu.

Bo young tersenyum menang setelah meninggalkan setelah meninggalkan Kyung-il. Diraihnya lagi ponselnya dan kembali dibacanya pesan yang tadi malam diterimanya dari ‘tunangan’nya itu.

‘Kau pikir hanya kau yang punya otak licik?’ tanyanya dalam hati sembari masih terus senyum-senyum sendiri. ‘Lihat saja siapa yang akan menang nantinya!’

***

Liburan musim panas akhirnya tiba. Bo young terlihat senang dengan liburannya kali ini karena dia ingat kalau Joongki berjanji akan membawanya ke lokasi pemotretan.

Joongki yang kini bekerja sebagai foto model dan juga artis, selalu mengajak Bo young kemana pun jika gadis yang sudah dianggapnya sebagai adiknya itu libur.

‘Oppa! Kau sudah siap?’ tanya Bo young sembari mengetuk pintu kamar Joongki. Bo young sudah terbiasa dengan suasana rumah Joongki. Sejak kecil dia sering berada disana bermain dengan Joongki dan juga Kyung-il bersama dengan Jung soo yang seumuran dengan Joongki.

Joongki segera keluar dari kamarnya setelah mendengar panggilan dari Bo young. namja yang tinggi badannya dikalahkan oleh adiknya itu terlihat begitu tampan dengan memakai jas berwarna hitam dengan hanya memakai kaos putih didalamnya.

Bo young tretegun menatap Joongki yang hari itu terlihat begitu tampan.

‘Kajja!’ ajak Joongki yang langsung menarik tangan Bo young seperti biasanya. Bo young tersenyum da hanya mengikuti lngkah Joongki.

Dari keajuhan, sepasang mata asik menatap kakak dan juga tunangannya yang terlihat begitu mesra itu. Dia anya terkekeh. Baginya, itu bukan lagi pemandangan yang aneh, keran hampir setiap libur, Bo young pasti akan menjadi ekor Joongki dan terus berada dibelakang kakaknya itu.

‘Dasar!’ ujar Kyung-il masih terus tersenyum melihat sikap Bo young yang tampak begitu senang. Seperti anak kecil yang siap bermain ke kebun binatang.

Kyung-il sudah siap kembali merebahkan tubuhnya dikursi dekat kolam renang dirumahnya. Tapi kemudian, dia mengerling nakal dan langsung berlari menghampiri Joongki dan Bo young yang sedang bersiap untuk berangkat.

Kyung-il menatap Joongki dan Bo young yang duduk berdampingan bergantian. Dia lalu menatap tajam kearah Bo young.

Merasa risih dengan tatapan Kyung-il, Bo young mendengus kesal.

‘Wae tto?’ (apa lagi) tanyanya kesal pada Kyung-il yang masih saja menatapnya tajam.

Kyung-il mendesah. ‘Ya! Bukankah kau sudah bertuangan denganku?’ tanya Kyung-il terlihat sedikit kesal pada Bo young yang selalu menempel pada Joongki.

‘Lalu kenapa kau masih menempel pada hyungku dihadapanku? Apa kau tak bisa menghargai sedikit saja perasaanku chagi-ya?’ tanya Kyung-il yang terlihat cemburu dihadapan Joongki.

‘Mwo?’ Bo young membulatkan matanya setelah mendengar apa yang baru saja dikatakan Kyung-il padanya dihadapan Joongki.

Joongki tak kalah terkejutnya dengan Bo young setelah mendengar perkataan Kyung-il barusan. Tapi kemudian Joongki terkekeh mendengar pengakuan adiknya yang terang-terangan namun terlihat gengsi itu.

‘Apa kau keberatan kalau aku mengajak Bo young bersamaku hari ini?’ tanya Joongki sembari menahan senyumnya melihat sikap adiknya yang terlihat berbeda dari biasanya itu.

Kyung-il langsung menatap Joongki. ‘Aniya hyung! Keundae..’

‘Kalau kau keberatan, aku tidak akan mengajaknya kalau begitu!’

‘Waeeeeeee?’ potong Bo young sebelum Joongki melanjutkan kalimatnya.

‘Bo young-a! Sekarang kau sudah bertunangan denga Kyung-il,’ terang Joongki. ‘Kalau dia tidak mengijinkanmu pergi, jadi kau seharusnya memang tak pergi!’ lanjut Joongki bijak.

‘Keundae, oppa! Nan…’

‘Pergilah!’ potong Kyung-il terlihat kesal. Dia lalu pergi meninggalkan Joongki dan juga Bo young, kembali ke kamarnya.

Joongki menatap punggung Kyung-il dan menarik nafas panjang. Ditatapnya Bo young yang masih berdiri dihadapannya.

‘Saengi-ya! Mianhae!’ katanya sembari memegang bahu Bo young. ‘Kali ini aku tak bisa mengajakmu!’ lanjut Joongki yang kemudian berangkat dan meninggalkan Bo young yang tampak kecewa.

Bo young hanya bisa menatap van yang dipakai Joongki menjauh dan mulai meninggalkan pelataran rumah besar itu. Gadis itu kemudian mendengus kesal dan berjalan menuju kamar Kyung-il.

‘Kyung-il-a!’ panggil Bo young sembari mengetuk intu kamar namja yang sudah membuatnya tak jadi berangkat itu.

‘Kyung-il-a! Bun yeorobwa!’ ulang Bo young kebali mengetuk pintu yang masih juga belum dibuka oleh pemilik kamar.

‘Ish! Dia keman sich!’ kesalnya karena Kyung-il masih juga belum membukakan pintu untuknya.

‘Kyung…’

Ceklek!

Bo young menatap Kyung-il yang kini ada dihadapannya dengan kesal.

‘Kenapa kau masih disini?’ tanya Kyung-il memasang wajah tak berdosa. ‘Bukankah hyung sudah berangkat?’ tanyanya lagi mengingat van Joongki sudah menghilang dari tempat parkir.

Bo young menerobos masuk kekamar Kyung-il dan memasang wajah kesal. ‘Neo ttaemune!’ (Karena kau) jawabnya pendek. Gadis itu langsung menghempaskan tubuhnya disofa yang ada dikamar yang cukup luas itu.

Kyung-il hanya terdiam. Ditutupnya mulutnya agar suara kekehannya tak terdengar oleh ‘tunangan’nya yang terlihat kesal itu.

‘Song Kyung-il!’ tiba-tiba Bo young memanggil Kyung-il dan menegakkan tubuhnya.

‘Kau sedang tidak mengerjaiku kan?’ tanya Bo young yang kini memicingkan matanya menatap Kyung-il yang tampaknya merasa berhasil telah mengerjai Bo young.

‘Menurutmu…’ Kyung-il menggantung kata-katanya dan mengangkat alisnya beberapa kali. Dan beberapa detik kemudian, Kyung-il langsung mengambil langkah seribu, segera meninggalkan Bo young sebelum gadis yang sedang kesal itu mengejarnya dan menyerangnya dengan segala kekuatan yang dimilikinya.

‘YA! SONG KYUNG_IL!!!!!’ teriak Bo young begitu melihat Kyung-il berlari meninggalkannya dengan suara tawa yang cukup keras.

Bo young yang kali itu benar-benar sudah dibuat kesal oleh Kyung-il, terus mencoba menangkap namja yang sudah membuatnya tidak jadi pergi bersama dengan orang yang disukainya itu.

‘Kyung-il-a! KEOGISEO!’ teriak Bo young lagi yang masih terus mengejar Kyung-il.

Kyung-il masih terus berlari sembari terus tertawa dan membuat Bo young semakin kesal.

Tapi kemudian langkah Kyung-il tiba-tiba terhenti dan dia berbalik da berlari kearah Bo young ketika kaki Bo young terantuk kaki meja dan …

‘Aahh…!’ teriak Bo young yang tubuhnya sudah siap jatuh.

GREP!

Dengan segera Kyung-il menangkap tubuh mungil Bo young. tangan kirina berhasil meraih pinggang Bo young, sedang tangan kanannya…

Degdeg! Degdeg!

Bo young dan Kyung-il hanya terdiam dan saling menatap. Beberapa detik kemudian, mata keduanya berpindah ke tangan kanan Kyung-il, yang tanpa sengaja masih menempel tepat di dada kiri Bo young.

Keduanya kembali saling menatap. Dan…

‘Aaaarrrrrrggggghhhhhhh!’ teriak keduanya bersamaan.

TBC…

***

Yup.. akhirnya selesai juga part 3 nich..

Oke oke.. monggo di komen..

Kebetulan lagi tepar dan diem di kostan aja, jadi bisa ngebut bikin ff’nya…

Annyeong..

 
34 Komentar

Ditulis oleh pada 4 Februari 2014 in FF

 

Tag: , , , ,

34 responses to “Love You..? Hate You..? Part 3

  1. heeyeon

    4 Februari 2014 at 4:27 am

    bagus ff nya

     
  2. Winchiwon yoonwonited

    4 Februari 2014 at 7:16 am

    Lanjut

     
  3. kartika hutabalian

    4 Februari 2014 at 7:34 am

    Ah..
    Lucu banget..
    Lanjut..

     
  4. wiwik

    4 Februari 2014 at 7:48 am

    hahahaha kocak thor lanjut…..

     
  5. Rianty

    4 Februari 2014 at 8:32 am

    slama baca ff ini pasti gk bisa nahan ktawa…
    kbetulan aku Ki Aile,, jadi aku bisa bayangin gimana kesel’y Bo Young yg gk jadi pergi brg Joong Ki oppa -_-

     
  6. @PanDyah7

    4 Februari 2014 at 9:09 am

    haha… posisi yg menguntungkan untuk kyung il.

     
  7. venny98

    4 Februari 2014 at 9:36 am

    Bagus thorr(Y) lanjuttt!
    Soalnya aku sukaaa banget ff ini.. Hampir stiap mbuka wp slalu nunggu lanjutan ff ini kekeke

     
  8. yunda

    4 Februari 2014 at 10:17 am

    sumpah kocak abis …
    cocok dech judul m ceritanya

     
  9. Rinie moet

    4 Februari 2014 at 11:20 am

    Wkwkwkwkw gokil. Benci n cinta beda tipis eung

     
  10. Wanda Salsabilla

    4 Februari 2014 at 1:05 pm

    hahaha lucu thor.. next chap jangan lama2 yaa

     
  11. Susi501

    4 Februari 2014 at 2:35 pm

    Lucu banget,,,,,,
    Aku suka,di tunggu next chaper nya yah author. Tapi jangan lama-lama di post nya.

     
  12. hanami

    4 Februari 2014 at 10:04 pm

    kren crita nya mkin pnasarn dan klo bsa isi ff nya di prbnyk

     
  13. mio

    5 Februari 2014 at 8:11 am

    Lucuuu

     
  14. lia

    5 Februari 2014 at 11:23 am

    kekeke XD
    pas baca ketawa trus thor 😀
    selanjutnya jangan lama2 di postnya ya thor 😉

     
  15. lia

    5 Februari 2014 at 11:24 am

    kekeke XD
    pas baca ketawa trus thor 😀
    selanjutnya jangan lama2 di postnya 😉

     
  16. kriss wuu

    5 Februari 2014 at 1:00 pm

    thor ceritanya bagus-bagus semua.. nunggu part selanjutnya nih.. oh ya thor boleh tau ga situs yang lain punya km.. lumayan baca FF nya jadi banyak.. gomawo

     
    • Shin Zia

      5 Februari 2014 at 1:11 pm

      g ad chingu..
      Aq cm pny yg ni aj..
      Gomawo klo ska sm ff aq..
      Aq kbutin dech lnjtin’y..
      😀

       
      • kriss wuu

        7 Februari 2014 at 11:36 am

        iya loh part’a yg banyak 😀 *ngarep. semuanya bagus.. gomawo .. pasti makin seru nih..

         
  17. ruunachy

    5 Februari 2014 at 1:51 pm

    seru… seru…. telapak tangan kyung il pasti terasa pas di buletan dada bo young hahahahahaha….

     
  18. Kyu Li Hyuk

    5 Februari 2014 at 3:12 pm

    Seru FFx thor kajja lanjutkn 🙂

     
  19. yuli

    5 Februari 2014 at 3:39 pm

    Hahaha lucu.
    Seperti mereka sdh saling jatuh cinta tu.
    Lanjut thor.

     
  20. iwulkyu

    5 Februari 2014 at 11:21 pm

    Lanjut thor

     
  21. eunhyuk

    6 Februari 2014 at 4:47 am

    bagus thor, mereka dah mulai suka tpi pada masih mengelak aja,di tunggu kelanjutan nya thor

     
  22. vany

    6 Februari 2014 at 6:07 pm

    author next,next,next…seru bangeett^^

     
  23. Ryeongkie92

    6 Februari 2014 at 9:31 pm

    Cerita.a makin seru nie
    Lanjut min tp gag pake lama yaph hhehehe

     
  24. rightside17

    7 Februari 2014 at 10:54 am

    Hahaha,sial bgt kepegang tuh,haha,next

     
  25. min hyun94

    11 Februari 2014 at 9:37 am

    ha… ceritanya bagus. kyung il ma bo young kayak anjing ma kucing aja bertengkar mulu. tapi lucu banget kalo liat mereka bertengkar terus, kesannya malah makin romantis aj, apa lagi kalo kyung il yang cemburu saat bo young ma joong ki ha…
    lanjutannya di tunggu ya min 🙂

     
  26. qyunyuk

    17 Februari 2014 at 5:44 pm

    aku ngebayangin adegan kyungil salah pegang itu loh..
    ga nahan, ketawa mulu sayah thor…
    hahhahahaha

     
  27. Jia Jung

    23 Februari 2014 at 11:30 pm

    Hahaha..
    Pasangan ini bener2 kocak banget ya..
    Dan posisi apa itu.. Addduuuhh…

    Jia Jung

     
  28. myeondeong

    24 Februari 2014 at 11:32 pm

    Lucu bnget ,, myung-il sama bo young msh ajjj brantem , tp itu yg bkin critanya seru ,, :p pngen cpet2 mreka dbuat slng suka 🙂 klo bisa next partnya lebih panjang ceritanya yaaa thor 🙂

     
  29. hinata

    25 Februari 2014 at 2:19 am

    Lucuuuuu ini mh
    😀
    Next

     
  30. khunong

    25 Februari 2014 at 7:18 pm

    aslii ini psangan gilaaa… kyung il hobi bgt ngerjain boyoung hahaha.. gimana ya kalo kyung il cemburu beneran?

     
  31. Nabiritata

    26 Februari 2014 at 4:21 am

    apa sih?? dua duanya konyol deh hahaha. kayak kucing sama anjing berantem melulu

     
  32. jejae

    7 April 2014 at 4:32 am

    Hahaa adegan terakir itu..elah bisa-bisanya ngepas masa xD

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: