RSS

Love Pain

03 Feb

Love Pain Cover

Love Pain

Author     : Shin Zia

Title         : Love Pain

Genre      : Romance, Sad

Cast         :

         Park Yoochun (JYJ) as Ji Yoochun

         Ji Jin hee (OC) (Jang Geum, Dong Yi, Yes Captain)

         Kim Yoojung (OC) (MV Gone by Jin, May Queen)

         Other cast

***

Annyeong….

Aku datang lagi readersdeul dan saengideul semua. Kali ini aku bakalan bawain FF yang sedikit beda dari yang udah aku bikin.

Woke dech. FF ini, aku buat karena aku terinspirasi dari sebuah drama yang pernah aku tonton waktu jaman aku kelas 4 SD (sekitar tahun 1995).

Yup! Seperti biasa, mian kalau masih banyak typo. Jangan lupa tinggalin komentar dan mohon jangan di bash yah..

Selamat membaca……!!!!!!!

***

Bila aku boleh memohon, aku ingin jatuh cinta kepadamu. Karena aku tahu, kau sangat mencintaiku, melebihi cintamu pada dirimu sendiri.

Hanya saja, aku tak bisa mengatur hatiku. Dia bergerak seperti apa yang selalu diinginkannya, tanpa permisi dan tanpa ijin, dia selalu membuatku lemah. Hingga akhirnya, membuatku jatuh.

Mianhae!

Hanya kata itu yang bisa kuucapkan padamu.

Mianhae!

Hanya kata itu yang bisa kusampaikan padamu.

Mianhae!

Karena aku mencintai ayahmu.

***

‘Mianhae!’ ujar Yoojung yang kini hanya menundukan kepalanya dihadapan Yoochun.

Yoochun hanya menarik nafas panjang mendengar jawaban Yoojung itu.

‘Nan …’

‘Gwaenchanna!’ potong Yoochun sebelum Yoojung melanjutkan kalimatnya. ‘Seharusnya aku tidak menyatakan perasaanku padamu disaat-saat seperti ini!’ lanjut Yoochun mencoba menenangkan hatinya yang sedikit terluka karena penolakan dari gadis yang dicintainya.

‘Oppa, na…’

‘Jika besok atau lusa aku kembali menyatakan perasaanku padamu…’ Yoochun menggantung kata-katanya. Ditatapnya Yoojung yang kini sedang menatapnya.

‘Apa kau bisa menerimanya?’ lanjutnya setelah mnearik nafas panjang.

Yoojung hanya terdiam. Ditatapnya Yoochun yang kini menatapnya penuh harap. Dadanya terasa dihimpit batu besar. Dia tak bisa memberikan hatinya pada namja yang usianya 1 tahun lebih tua darinya itu. karena hatinya telah terpaut pada seseorang yang tak seharusnya dicintainya.

Lama Yoochun menunggu jawaban dari Yoojung, hingga akhirnya dia menyadari tentang satu hal. Hari ini, esok ataupun lusa, jawaban Yoojung atas pernyataan cintanya masih sama.

Yoochun menengadah dan menarik nafas panjang sekali lagi. ‘Kau benar-benar membuatku patah hati Kim Yoojung!’ ujarnya tersenyum masam.

‘Geurae! Aku tak akan menanyakan pertanyaan itu lagi padamu!’ katanya mencoba mengobati lukanya yang semakin mendalam karena penolakan Yoojung yang benar-benar membuatnya menyadari kalau didalam hati gadis idamannya, tak ada celah sedikit pun untuknya.

‘Kajja! Kita pulang!’ ajak Yoochun yang langsung melangkah meninggalkan Yoojung yang kemudian mengikutiya dari belakang.

Selama perjalanan pulang, Yoojung hanya terdiam dan tidak banyak bicara. Suasana yang terjadi diantara keduanya tiba-tiba saja menjadi canggung dan membuat keudanya serba salah.

‘Yoojung-a!’ panggil Yoochun ketika sampai didepan rumah. Yoojung pun menoleh.

‘Bisakah kau melupakan kejadian hari ini dan menganggapnya tidak pernah terjadi?’ potong Yoochun lagi sembari tersenyum menatap Yoojung.

Yoojung terdiam dan hanya menatapa Yoochun yang kini juga masih tersenyum dan menatapnya. Hingga beberapa detik kemudian, gadis berumur 22 tahun itu pun tersenyum dan menganggukan kepalanya.

‘Gomawo!’ ujar Yoochun.

‘Eo, oppa! Eonni!’

Yoochun dan Yoojung pun menoleh bersamaan ketika mendengar suara So won memanggil mereka. Gadis cilik itu langsung berlari ke arah Yoochun dan segera meminta Yoochun untuk menggendongnya.

‘Aigoo! Uri So won sudah pulang dari sekolah?’ tanya Yoochun yang memang begitu dekat dengan So won.

So won, gadis cilik berumur 5 tahun itu hanya mengangggukan kepalanya dan langsung mencium pipi Yoochun.

‘Eiy! Kau sudah berani menciumku eo?’ tanya Yoochun menggoda gadis cilik dipangkuannya itu.

So won hanya terkikik. Gadis cilik itu bahkan lupa pada kakak kandungnya sendiri yang hanya asik menatap keakraban keduanya.

Yoojung dan So won, sudah hampir satu tahun tinggal dirumah keluarga Ji.

Flashback

Yoojung hanya terdiam menatap foto kedua orang tuanya. Suara tangis sudah tak lagi terdengar dari bibirnya. Bahkan airmata pun sudah mengering dan tak lagi mampu menetes.

Orang-orang masih berdatangan untuk memberikan salam terakhir pada Tuan dan nyonya Kim.

‘Yoojung-a!’

Yoojung menoleh ke sumber suara. Seulas senyum mencoba dilemparkannya kepada namja yang kini sudah duduk disampingnya untuk menemaninya.

Tangan kekar namja itu menarik bahu Yoojung dan membiarkan gadis itu menyandarkan kepala dibahunya.

‘Gwaenchanna!’ ujar sang namja mencoba memberikan kekuatan pada Yoojung. Ditepuknya bahu gadis itu berulang-ulang.

Pemakaman Tuan dan Nyonya Kim hari itu, terasa begitu memilukan. Belum lagi hujan yang turun membuat suasana semakin menyayat hati.

Yoojung mencoba tetap tegar dihadapan So won, adiknya yang baru berumur 4 tahun. Digenggamnya erat tangan gadis cilik itu dan sesekali dibelainya kepala adiknya itu dengan sayang.

‘Eomma! Appa! Annyeong!’ Yoojung menatap peti mati kedua orang tuanya sebelum akhirnya dimasukan keliang lahat. ‘Aku akan menjaga So won dengan baik!’ lanjutnya.

***

‘Mulai hari ini, Ji Jin hee ssi akan menjadi wali anda juga wali nona muda So won!’ ujar pengacara Jang ketika membacakan surat wasiat yang ditinggalkan mendiang Tuan Kim untuk Yoojung dan So won.

‘Semua aset perusahaan akan dikelola oleh Ji Jin hee ssi hingga anda menikah dan dianggap mampu untuk menjalankan semua aset dan peninggalan ayah anda.’ Akhir pengacara Jang.

Yoojung hanya terdiam. Baginya, ini mungkin yang terbaik. Diusianya yang baru 21 tahun, kedua orang tuanya meninggal secara bersamaan karena kecelakaan lalu lintas yang terjadi beberapa minggu yang lalu. Setelah hari ke 49, barulah Yoojung juga So won, adiknya yang baru berumur 4 tahun, mendengarkan wasiat yang ditinggalkan mendiang ayah dan ibunya.

***

Yoojung sudah mengemas semua barangnya dan bersiap meninggalkan rumah yang penuh dengan kenangan bersama dengan kedua orang tuanya itu.

‘Eonni! Ji ahjussi sudah datang!’ ujar So won ketika melihat Jin hee, sekertaris pribadi appanya datang.

‘Sudah siap?’ tanya Jin hee pada Yoojung. Gadis manis itu hanya menjawabnya dengan anggukan kepala dan senyumannya. Sedang So won yang begitu dekat dengan Jin hee langsung menggenggam tangan namja paruh baya itu.

‘Ahjussi, apa aku akan tinggal dirumahmu?’ tanya So won terlihat senang.

‘Eo!’ jawab Jin hee sembari membelai kepala anak berumur 5 tahun itu. ‘Apa kau suka?’ tanya Jin hee begitu melihat reaksi So won. Gadis cilik itu hanya mengangguk dan terus tersenyum.

Jin hee segera membawakan koper milik Yoojung. Yoojung berdiri dihadapan pintu rumahnya, menatap rumah penuh kenangan itu untuk terakhir kalinya. ‘Eomma! Appa! Annyeong!’ pamit Yoojung dalam hati.

‘Ayo!’ ajak Jin hee pada Yoojung.

Hari itu, Yoojung pun meninggalkan rumahnya. Perusahaan yang ditinggalkan ayahnya padanya, kini dikelola oleh Jin hee, sekertaris peribadi ayahnya yang juga orang kepercayaan ayahnya. Sesuai dengan apa yang ditulis dalam surat wasiat yang ditinggalkan Mendiang ayahnya.

Yoojung, Jin hee dan juga So won sampai disebuah rumah yang cukup besar. Disana mereka sudah ditunggu oleh Hyun jung, istri Jin hee juga Yoochun dan juga Bo young, putra dan putri Jin hee. *Go Hyun jung yang jadi istrinya Ji Jin hee disini, itu pemeran Lady Mishil.

‘Selamat datang!’ sambut Hyun jung yang kemudian memeluk Yoojung. ‘Sabarlah!’ lanjut Hyun jung sembari menepuk punggung Yoojung, memberinya sedikit kekuatan.

Yoojung tersenyum dan mengangguk. Berbeda dengan So won yang langsung berlari ke arah Yoochun dan meminta namja berkulit putih itu untuk menggendongnya.

‘So won-a! Cepat turun!’ perintah Yoojung ketika melihat tingkah adik kecilnya yang selalu bermanja-manja pada Yoochun.

‘Gwaenchanna!’ ujar Yoochun sembari tersenyum. Yoochun yang memang sudah mengenal keluarga Yoojung sejak lama, merasa begitu senang dengan kehadiran Yoojung dan juga So won dirumah mereka.

Sejak hari itu, Yoojung dan So won tinggal dirumah Jin hee. Suasana rumah itu pun kini lebih ramai. Suara tawa So won terkadang menjadi hiburan tersendiri bagi seluruh penghuni rumah itu.

Flashback end

Yoojung segera merebahkan tubuhnya yang lelah diatas tempat tidurnya. Pikirannya kembali melayang ke kejadian beberapa jam lalu ketika Yoochun tiba-tiba mneyatakan perasaannya padanya.

Yoojung menarik nafas panjang. ‘ Mianhae oppa! Nae maeum soge, dareun sarami isseo!’ (dalam hatiku sudah ada orang lain) lirihnya merasa sedikit bersalah atas penolakan yang ilakukannya pada Yoochun.

‘Yoojung-a!’

Yoojung segera berjalan menuju pintu dan membukanya ketika terdengar suara Jin hee memanggilnya.

‘Ne!’ Yoojung membuka pintu dan segera tersenyum pada namja yang sebaya usianya dengan ayahnya itu.

‘Kau sudah pulang?’ tanya Jin hee yang langsung masuk ke kamar Yoojung dan duduk di kursi belajarnya.

Yoojung hanya mengangguk dan segera mengambilkan teh untuk disuguhkan pada Jin hee.

‘Gomawo!’ ujar Jin hee ketika menerima cangkir teh dari Yoojung. ‘Bagaimana kuliahmu? Apa kau mengalami kesulitan?’ tanyanya penuh perhatian.

Seperti biasanya, itulah yang dilakukan Jin hee setiap hari jika dia sedang berada dirumah. Selalu memberikan perhatian yang sama pada Yoojung dan So won seperti perhatian yang diberikannya pada Yoochun dan juga Bo young putra dan putri kandungnya.

Yoojung menggeleng. ‘Aniyo ahjussi!’ jawabnya yang memang tak mengalami kesulitan dalam semua mata kuliahnya. Yoojung memang terbilang gadis yang cerdas dan cukup pintar.

Jin hee, tersenyum. Dia menyeruput tehnya untuk yang terakhir kalinya sebelum akhirnya dia meninggalkan kamar Yoojung.

‘Kalau kau membutuhkan sesuatu, kau bisa datang ke ruang kerjaku kapan saja!’ ujar Jin hee yang kemudian meninggalkan Yoojung.

Yoojung hanya tersenyum dan mengangguk. Setelah Jin hee pergi meninggalkan kamarnya, Yoojung pun terdiam dan hanya duduk sembari menarik nafas panjang beberapa kali.

Beberapa saat kemudian, ditangkupnya kedau pipinya dengan kedua tangannya. Dan senyum pun kembali terkembang dibibirnya.

Tapi kemudian senyuman itu lenyap begitu saja ketika kalimat Yoochun yang didengarnya tadi siang kebali terngiang di telinganya.

‘Mianhae oppa!’ lirihnya lagi.

***

Yoochun masih diam didepan meja belajarnya. Malam itu, dia tidak bisa fokus mengerjakan tugas-tugasnya atau sekedar membaca buku. Pikirannya kembali melayang ke kejadian beberapa jam yang lalu. Ketika dengan tegas Yoojung menolak pernyataan cintanya.

Dia acaknya rambutnya kesal, kemudian dihempaskannya tubuhnya diatas tempat tidurnya.

‘Yoochun-a! Gwaenhanna!’ ujarnya menyemangati dirinya sendiri. ‘Mungkin Yoojung belum tahu seberapa besar cintamu padanya!’ lanjutnya yang sepertinya tidak menyerah hanya karena penolakan yang ierimanya tadi siang.

Dengan segera namja itu beranjak dan berdiri dihadapan cermin. ‘Ji Yoochun! Himne!’ (Kuatlah) katanya sembari menatap bayangannya dicermin.

‘Kekekekeke!’

Yoochun langsung menoleh ketika didengarnya suara kekehan yeodeongsaengnya.

‘Ya! Sejak kapan kau berdiri disana?’ tanya Yoochun pada Bo young yang entah sejak kapan sudah berdiri diambang pintu sembari memperhatikannya.

Senyuman Bo young semakin lebar melihat oppanya tampak malu seperti itu. gadis berumur 15 tahun itu, masuk ke kamar Yoochun dan duduk ditepi ranjang.

Yoochun mencoba bersikap biasa dan berpura-pura membaca buku ketika Bo young masuk ke kamarnya. Selama ini, dia memang cukup tertutup untuk urusan cinta walau itu pada adiknya sendiri.

‘Oppa!’ panggil Bo young sedikit terkikik melihat tingkah kakaknya yang terkadang lebih pemalu dibanding dengan yeoja.

‘Ehm!’ jawab Yoochun masih berpura-pura fokus pada bukunya.

‘Kau sedang apa?’ tanya Bo young lagi. Kini kepala gadis manis itu sudah bersandar dibahu kakaknya dan ikut menatap ke arah buku yang sedang dibaca Yoochun.

‘Kau tak lihat aku sedang membaca eo?’ ujar yoochun balik bertanya. Suaranya sedikit gemetar, seperti maling yang ketahuan.

Bo young menarik buku dari tangan Yoochun. ‘Bagaimana caramu membacanya?’ tanyanya lagi. ‘Bukunya terbalik oppa!’ lanjutnya setengah berbisik ditelnga Yoochun.

Seketika itu, Yoochun semakin salah tingakh. Wajahnya memerah. Belum lagi Bo young yang kini terkikik menggodanya, membuatnya semakin bingung.

‘Bo.. Bo young-a! Na…’

‘Apa aku harus mengatakan pada appa tentang perasaanmu pada Yoojung eonni?’ potong Bo young, berhasi membuat Yoochun terdiam dan hanya menatap adiknya itu bingung.

‘Y… Ya! Eotteohek arraseo?’ tanya Yoochun yang mau tak mau akhirnya mulai bicara tentang isi hatinya.

‘Ish! Semua orang yang melihat pun pasti akan tahu dengan cepat!’ jawab Bo young kesal dengan kepolosan kakaknya.

‘Semua itu tertulis dengan jelas diwajahmu oppa!’ lanjut Bo young sembari memberi isyarat menulis diatas wajah Yoochun dengan jarinya.

‘Eo? Jinjja?’ tanya Yoochun yang langsung menatap cermin memperhatikan wajahnya.

‘Eotte?’ tanya Bo young yang kini merangkul kakaknya sembari tersenyum dan mengangkat alisnya beberapa kali. ‘Apa aku harus minta tolong pada appa untuk menjodohkanmu dengan Yoojung eonni?’ lanjut gadis yang begitu senang bermanja-manaj pada oppanya itu.

Yoochun menarik nafas panjang. Di lepasnya rangkulan tangan Bo young dibahunya dan dia kembali mendesah.

‘Dia sudah menolakku!’ jawab Yoochun tak bersemangat. Membuat Bo young hanya terdiam menatapnya yang sepertinya sudah kehilangan semangat.

‘Dan sepertinya dia tidak akan pernah menerimaku!’ lanjutnya yang sepertinya memeng sudah kehilangan semangat untuk mendapatkan Yoojung.

‘Gawenchanna oppa!’ Bo young mencoba menyemangati kakaknya. ‘Yoojung eonni pasti tidak akan menolak jika appa yang memintanya padanya!’ lanjutnya.

Selama ini, Bo young memang cukup dekat dengan Yoojung. Bo young tahu persis bagaimana patuhnya Yoojung pada setiap apa yang dikatakan appanya padanya. Jadi, kali ini pun dia berpikir kalau Yoojung pasti tidak akan menolak jika yang meminta perjodohan ini adalah appanya.

‘Keokjeongma oppa!’ ujar Bo young yang begitu percaya diri dengan apa yang akan dilakukannya. ‘Aku akan membuat Yoojung eonni menjadi kakak iparku!’ akhirnya yang langsung berlari keluar dari kamar Yoochun dan langsung menuju ke ruang kerja appanya.

Bo young benar-benar bersemangat untuk menjodohkan kakaknya dengan Yoojung. Gadis itu memang sangat menyukai Yoojung, bahkan jauh sebelum akhirnya Yoojung tinggal dirumahnya.

***

Jin hee sudah mendengar permintaan Bo young untuk menjodohkan Yoochun, kakaknya dengan Yoojung. Jin hee sedikit menimbang untuk menyampaikannya pada Yoojung. Dia masih terdiam diruang kerjanya dan belum beranjak dari sana meski jam sudah menunjukan pukul 12 malam.

Jin hee sesekali menarik nafas panjang. mencoba memikirkan permintaan putri kesayangannya itu.

Yoojung emang gadis yang baik. Dia memang cocok jika bersanding dengan Yoochun, putra sulungnya. Belum lagi perbedaan usia mereka yang tidak terlampau jauh, tentu bisa membuat keduanya saling mengisi satu sama lain.

Sayangnya, entah mengapa Jin hee egitu sulit untuk menyetuju permintaan putri bungsunya itu. entah apa yang mengganjal, hanya saja, ada sesuatu yang membuatnya tidak bisa merelakan Yoojung, walau itu pada putranya sendiri.

Ke khawatirannya terus bertambah mengingat Yoojung yang kini hanya memiliki So won sebagai keluarganya. Jin hee benar-benar mengharapkan kebahagiaan bagi gadis yang hampir satu tahun ini berada dibawah perwaliannya itu.

***

Jin hee hanya menatap Yoojung dan Yoochun bergantian pagi itu. ‘Haruskah aku menjodohkan putraku dengannya?’ tanyanya dalam hati mengingat permintaan Bo young semalam padanya. Ditatapnya Yoochun dalam.

‘Ataukah aku biarkan dia memilih sendiri jodohnya?’ tanyanya lagi dalam hati sembari menatap Yoojung yang tampak begitu tenang dan dewasa.

Jin hee mash belum bisa memutuskan untuk menyampaikan permintaan Bo young padanya semalam pada Yoojung atau belum saat Hyun jung menyiapkan sarapan. Jin hee yang memang menikah dengan Hyun jung karena perjodohan, selalu saja bersikap dingin pada istri yang sudah hidup bersamanya selama 25 tahun itu.

Hyun jung memang sudah pasrah dengan sikap yang selalu ditunjukan suaminya itu. dia pun ahnay bisa melayani suaminya itu dengan sebaik-baiknya. Mencoba untuk menjadi istri yang berbakti.

‘Yoojung-a! Hari ini biar aku yang mengantarmu!’ ujar Jin hee seusai sarapan pagi. ‘Ada hal yang ingin ku sampaikan padamu!’ lanjutnya.

Yoojung hanya mengangguk.

Mendengar apa yang dikatakan ayahnya, Bo young tersenyum senang. Dia yakin kalau appanya akan menyampaikan permintaannya pada Yoojung untuk menikah dengan Yoochun.

***

Jin hee pun akhirnya berangkat ke kantor bersama dengan Yoojung. Selama perjalanan, namja berumur 47 tahun itu hanya terdiam. Entah apa yang ada dalam pikirannya, hanya saja, dia tidak juga bicara pada Yoojung seperti apa yang dikatakannya tadi.

‘Ahjussi!’ Yoojung membuka pembicaraan. ‘Anda mau bicara apa/’ tanya Yoojung yang sedikit penasaran dengan apa yang akan dikatakan Jin hee padanya.

‘Eo?’ Jin hee yang masih berpikir, terlihat sedikit bingung dan membuatnya gugup juga sedikit tergagap.

‘Anda bilang ada yang ingin anda sampaikan padaku!’ ujar Yoojung mencoba mengingatkan.

‘Eo! Iya! Ini tentang Yoochun!’ sahut jin hee.

Yoojung terdiam. ‘Apa Yoochun oppa menceritakan kejadian kemarin pada Jin hee ahjussi?’ tanyanya dalam hati.

‘Bagaimana pendapatmu tentang putraku itu?’ tanya Jin hee langsung menjurus pada inti permasalahan.

‘Apa kau tidak keberatan kalau…’

‘Mianhaeyo ahjussi!’ potong Yoojung yang sudah tahu maksud dan tujuan pembicaraan Jin hee pagi itu. ‘Aku sudah mencintai orang lain!’ lanjutnya dengan tegas.

‘Eo geurae?’ Jin hee jadi terlihat kikuk setelah mendengar penjelasan Yoojung. ‘Baguslah kalau begitu!’ lanjutnya sedikit lega. Tapi kemudian, sesuatu yang aneh dirasakan jin hee. Rasa takut kehilangan yang entah dari mana datangnya, tiba-tiba menyerangnya tanpa alasan.

Suasana kembali hening. Yoojung kembali menatap lurus ke arah jalan.

‘Ahjussi,’ Yoojung kembali membuka pembicaraan. ‘Apa anda tidak ingin tahu siapa orang yang aku cintai itu?’ tanyanya.

‘Eo?’ Jin hee menatap Yoojung sekilas kemudian kembali fokus pada kemudinya. ‘Apa kau mau menjawabnya jika aku menanyakan siapa namanya?’ Jin hee balik bertanya.

Yoojung hanya diam dan tak menjawab. Gadis itu hanya terus menatap namja yang kini duduk disebelahnya itu dengan lekat.

‘Geurae! Katakan padaku, siapa namja yang kau cintai itu!’ lanjut Jin hee sembari tersenyum.

‘Ahjussi!’

Cekiiiiiiiiitttttttttttttttttttttt…… *anggap bunyi rem mendadak

TBC…

***

Wah… Segitu dulu yah readersdeul dan saengideul semua. Ehm, kayanya feelnya belom dapet dech dipart ini. Trus mungkin readersdeul pada mikir nich, kok jadi kisah cinta ahjussi lagi?

Mianhae… efek sakit dan terbaring tak berdaya selama 3 hari jadi begini nich. Konfliknya juga belom terlalu keiatan di art ini. Anggap pemanasan dulu kali yah… Hehehehe

Oke dech… Monggo di koment…

Annyeong…

Iklan
 
19 Komentar

Ditulis oleh pada 3 Februari 2014 in FF

 

Tag: , , , ,

19 responses to “Love Pain

  1. dwie1202

    3 Februari 2014 at 4:29 pm

    sy tau drama yang kamu maksud. sy jg nonton itu dulu. hehehehe. dah lupa namanya, sepertinya ada bulan bintang nya dech, jika di judul indonesiakan. nga yakin jg sih heheheh

     
    • Shin Zia

      3 Februari 2014 at 4:37 pm

      Wah tnyt ad jg yg satu angktn sm aq..
      Ngambl bbrp bag’y dikit nich mba..
      Ky’y seru..
      Gomawo koment’y mba.. 😉

       
  2. norma

    3 Februari 2014 at 6:11 pm

    serruu ff’nya thor..dilanjut thor n’ ditunggu next part’nya..gomawo…

     
  3. heeyeon

    4 Februari 2014 at 2:12 am

    bagus ff nya next part d tunggu

     
  4. dina

    4 Februari 2014 at 2:29 am

    Waduh…yoojung jgn kau maen api dgn ahjussi…kasian klrgnya..waduh sprti part2 berikutnya akan penuh konflik..lanjut chinggu..m

     
  5. kriswu17

    4 Februari 2014 at 10:23 am

    Daebak thor aaaaaaaaak

     
  6. Rita Clouds

    4 Februari 2014 at 10:44 am

    gk sbar nunggu kelanjutannya #^_^

     
  7. ikha

    4 Februari 2014 at 12:49 pm

    keren keren keren

     
  8. kartika hutabalian

    4 Februari 2014 at 2:19 pm

    Wah..
    Benar-benar yoojung suka banget sama sekertaris appany…

    Jin hee reaksinya gimana ya?

    Lanjut

     
  9. Susi501

    4 Februari 2014 at 6:01 pm

    Ada sedikit typo,tapi gak apa-apa kok. Di tunggu next chaper nya author

     
  10. myeondeong

    5 Februari 2014 at 2:24 am

    Waduuuhhhh yoojung blang k jin he klo orng yg dsukai itu dia , dan kyaknya jin he juga suka sama yoojung ,, trus gmna sama kluarganya jin he trutama yoochun , apa jin he bkalan maen serong sama yoojung ?? Dtunggu lanjutannya thor , pnasaran sama reaksi jin he stelah yoojung ngungkapin perasaannya , :

     
  11. @PanDyah7

    5 Februari 2014 at 4:44 am

    ya ampun. cinta trlarang

     
  12. iwulkyu

    5 Februari 2014 at 11:02 pm

    Di tunggu lanjutannya ^^

     
  13. @IndahRyeo

    6 Februari 2014 at 12:53 pm

    mwoya msih penasaran .. next

     
  14. christine junika

    8 Februari 2014 at 3:45 pm

    Daebakkkk next ya thor

     
  15. Rinie moet

    8 Februari 2014 at 5:49 pm

    Jngan blg kalo s’cara gak nyadar Jin hee suka ma Yoojung #hadeuuuh rumit kyk’y nech

     
  16. yamato

    9 Februari 2014 at 10:04 pm

    whoaaa keren ini.. next thor

     
  17. dongrim

    18 Februari 2014 at 7:20 am

    oh my my, bahaya ni, ni si jin hee juga aneh, o ow

     
  18. jirinkwon10

    26 April 2014 at 6:23 am

    hatmi thor reader baru nih,,
    ijin baca yah,,
    makasih

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: